
Bola.net - Christian Eriksen mengakui petualangannya bersama Inter Milan bak roller coaster. Namun, dia kini ketagihan mengangkat trofi juara.
Eriksen direkrut Inter dari Tottenham pada Januari 2020. Namun, dia sempat kesulitan beradaptasi di lingkungan barunya.
Gelandang 29 tahun itu kerap duduk di bangku cadangan. Alhasil, dia sempat dikaitkan dengan kepergian pada bursa transfer musim dingin 2021 lalu.
Peruntungan Eriksen akhirnya berubah pada paruh kedua musim 2020-2021. Dia sukses membantu Nerrazurri meraih gelar Scudetto.
Bak Roller Coaster
Eriksen sudah mencatatkan 60 penampilan bersama Inter. Dia mengakui bahwa kiprahnya bersama Nerazzurri sejauh ini tidak selalu berjalan mulus.
"Masa saya di Inter itu seperti roller-coaster, banyak sekali naik dan turunnya," kata Eriksen kepada Berlingske.
Ketagihan Raih Trofi
Setelah membantu Inter meraih juara Serie A, Eriksen ketagihan. Dia ingin memenangkan gelar yang lebih banyak lagi.
"Seorang juara ingin memenangi lebih banyak hal, jadi saya merasa jauh lebih lapar lagi baik dengan Inter maupun Denmark," lanjut Eriksen.
"Euro akan sangat spesial, apalagi kami bermain di Denmark."
Rindu Penggemar
Pandemi Covid-19 membuat Inter tidak bisa merayakan gelar Serie A bersama penggemar di stadion. Menurut Eriksen hal itu sedikit membosankan.
"Saya sangat rindu kehadiran para penggemar di stadion dan hanya bisa mengatakan merayakan gelar tanpa penggemar sedikut membosankan."
Sumber: Football Italia
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 22 April 2026 17:00 -
Liga Italia 22 April 2026 15:01
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 22 April 2026 17:36 -
Bola Indonesia 22 April 2026 17:35 -
Bola Indonesia 22 April 2026 17:32 -
Liga Inggris 22 April 2026 17:23 -
Liga Inggris 22 April 2026 17:08 -
Liga Italia 22 April 2026 17:00
MOST VIEWED
- Bukan Uang, Ini Hal yang Diminta Luka Modric Pada AC Milan Sebelum Perpanjang Kontrak di San Siro
- Juventus Pertimbangkan Ulang Rencana Transfer Striker Timnas Italia
- Agen Robert Lewandowski Terbang ke Italia, Bertemu Juventus atau AC Milan?
- Kritik Ruud Gullit pada Sepak Bola Italia: DNA Italia Itu Bertahan, Bukan Tiki Taka!
HIGHLIGHT
- 9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Mele...
- 5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Ma...
- Beban Finansial Menggunung! 6 Kontrak Terburuk Man...
- 5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi ...
- Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Ab...
- 3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona ...
- 5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506518/original/000454300_1771470864-WhatsApp_Image_2026-02-19_at_10.12.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563151/original/015398300_1776848815-d31552b2-ccbe-44e0-9b3e-6741b552ed09.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5097733/original/080924200_1737101764-b7ca8f33-51db-44de-9286-cb9d453ea223.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558094/original/034365100_1776406046-sapu1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513266/original/057747700_1772008140-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_15.17.01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5533209/original/018401500_1773727543-Wakil_Presiden_Gibran_Rakabuming_Raka-17_Maret_2026a.jpeg)

