FOLLOW US:


Bareskrim Proses Hukum 10 Penjual Set Top Box Konten Eksklusif Siaran Bola

14-09-2021 19:31

 | Serafin Unus Pasi

Bareskrim Proses Hukum 10 Penjual Set Top Box Konten Eksklusif Siaran Bola
Ilustrasi penjualan Set top box ilegal © Mola

Bola.net - Pelanggaran dalam siaran langsung sepak bola kembali terjadi. Kali ini, Bareskrim Mabes Polri memproses hukum 10 penjual Set Top Box atau STB.

STB itu untuk menayangkan Mola Content & Channels secara ilegal. Caranya dengan menyebarkan melalui berbagai platform e-commerce.

Akibatnya, Bareskrim Mabes Polri langsung menindak tegas. Sebab, Pemegang Hak atas Kekayaan Intelektual atau Hak Cipta ini adalah Mola.

Proses hukum yang dijalankan Bareskrim ini atas Pasal 113 ayat 3 dan ayat 4 juncto Pasal 9 ayat (1) huruf a, b, e, g, dan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Mola sebetulnya sudah melakukan tindakan persuasif. Misalnya, secara terbuka menggelar sosialisasi di media massa. Tapi, tetap saja ada yang melakukan pelanggaran

"Pada tanggal 23 April 2021 kami mewakili klien, telah mengajukan pelaporan polisi terhadap para pelanggar. Hal ini merupakan upaya terakhir untuk melindungi dan mengimplementasikan hak-hak klien," ujar Fajar Budiman Kusumo, selaku kuasa hukum Mola.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 2

Penetapan Tersangka

Penyidik Bareskrim telah menetapkan enam terlapor sebagai tersangka. Kemudian empat terlapor lagi statusnya masih saksi.

Dari beberapa tersangka, sudah ada yang selesai berkasnya. Kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan untuk selanjutnya mulai proses persidangan.

Para pelanggar ini terancam hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar. Hal itu diatur dalam Pasal 113 ayat 4 UU Hak Cipta, dan masuk dalam kategori kegiatan pembajakan untuk tujuan komersial.

2 dari 2

Polisi Tidak Berhenti

Fajar Budiman memastikan, polisi tidak berhenti sampai di sini. Pemantauan atas aktivitas pembajakan akan terus dilakukan.

Hal ini sebagai bentuk perlindungan atas hak kekayaan intelektual. Dalam hal ini milik Mola yang menjadi pemegang hak siar berbagai tayangan olahraga.

Selain itu juga untuk menegakkan aturan yang ada. Sehingga masyarakat sadar mengenai aturan komersial dalam tayangan olahraga.

(Bola.net/Fitri Apriani)