Kata-kata Kopi Pelecut Semangat di Pagi Hari

Seokly | 10 Juni 2020 09:16
Ilustrasi kopi (c) Sumber: brainberries

Bola.net - Bagi para penikmatnya, kopi memiliki arti yang cukup mendalam. Kopi tak hanya sekadar minuman, tetapi juga mengandung filosofi yang mendalam, terutama tentang kehidupan.

Kata-kata kopi di pagi hari bisa menjadi pelecut semangat sebelum menjalani aktivitas.

Dengan meminum kopi terlebih dahulu, mungkin bisa menenangkan pikiran sebelum memulai aktivitas pada hari itu. Tak hanya itu, banyak yang menyebut kopi bisa mendatangkan inspirasi.

Wajar tentunya bila para penikmat kopi mampu merangkai kata-kata indah dan puitis. Tak hanya sekadar kata-kata, melainkan bisa menjadi pelecut semangat, terutama saat pagi menjelang.

Kata-kata kopi di pagi hari akan menjadikan seseorang bergairah saat menjalani aktivitas. Ada banyak kata-kata kopi di pagi hari yang bisa kamu baca.

1 dari 1 halaman

Kata-kata Kopi

Secangkir kopi (c) Pixabay/cocoparisienne

1. Apa pun pekerjaanmu, yang penting kamu menikmatinya. Seperti kopi pagi ini, satu gelas kopi dan pikiran bergerak mencari solusi."

2. "Hujan yang turun pagi ini menyisakan tanya tentang kopi yang tersisa, haruskah ku seduh lagi?"

3. "Pagi ini ku rebus syair bersama air dan tuang bait puisi dalam cangkir. Tercipta secangkir kopi bersajak manis seperti senyumanmu."

4. "Ketika sunyi merampas kehangatan pagi, ketika itu pula aku mengingatmu dan berharap ada hadirmu di sisi tuang kopiku."

5. "Sejenuh hari ini, sesendiri hari dan sehambar kopi pagi ini. Mungkin akan terasa nikmat bila bahu kananku tersandar hangat kepala elokmu."

6. "Hidup itu perlu dirasakan, selayaknya kamu menikmati secangkir kopi di pagi hari. Meski terlihat pekat dan harum. Selalu ada pahit di antara itu."

7. "Kopi akan memberimu inspirasi tentang apa yang tidak pernah kamu sangka sebelumnya."

8. "Perjalananku takkan pernah usai seperti kopi yang tak pernah berhenti memberiku inspirasi tentang sebuah perjalanan."

9. "Kopi tidak pernah ragu untuk memberi inspirasi pada siapapun, bahkan pedagang kaki lima sekalipun."

10. "Jadilah seperti secangkir kopi yang tersaji di pagi hari. Aromanya memberi ketenangan dan rasanya selalu membangkitkan gairah untuk mensyukuri kuasa Tuhan."

11. "Secangkir kopi ekspreso di pagi hari memang tidak ada tandingannya, selayaknya kata sayang yang kau ucapkan saat aku terbangun dari tidur panjang."

12. "Ku seruput kopi sore ini, sambil menikmati lukisan Tuhan yang tersaji di langit."

13. "Kopi itu bagai kehidupan, ada pahitnya ada manisnya. Pahitnya kayak congor tetangga manisnya kayak aku."

14. "Depresi itu ketika Anda kehabisan kopi yang biasa disruput di pagi hari."

15. "Kopi dan rokok adalah satu kesatuan yang membuat soremu berkesan dan biarkan pisang goreng ada di antara mereka."

16. "Kamu itu layaknya kopi yang diseduh di pagi hari yang menjadi pelengkap untuk menjalani hari."

17. "Kopi pertamaku di hari Minggu membuatku teringat akan kasih yang tidak kunjung menemukan titik temu."

18. "Bangun tidur nggak ngopi itu terasa ada salah satu rantai makanan yang hilang."

19. "Kopi pertama pagi ini. Hitam. Seperti siluet wajahmu yang tertidur di bahuku, pada sebuah perjalanan."

20. "Ketika kopi menjadi sahabat sejati, pagi bukan lagi sebuah misteri. Seperti kamu yang selalu ada di hati, selalu mengisi hari-hari."

21. "Ada banyak caraku untuk menanti kedatanganmu tanpa rasa bosan, Duduk manis sembari kunikmati kopiku dengan perlahan."

22. "Sementara menunggu kopi tersaji, rinduku resah sendiri, mengaisi embun pagi, berharap menemukan jejak dirimu di sela berbatu."

23. "Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan terpendam. Seperti sepasang kekasih yang sudah lama saling bosan."

24. "Kopi pertama pagi ini. Hitam, pahit, dan penuh ampas. Seperti penolakan yang tidak tega untuk disampaikan."

25. "Kopi pertama pagi ini. Semakin pahit diteguk. Seperti kangen yang semakin tidak tuntas, semakin menyebalkan."

26. "Kopi pertama pagi ini. Pahit-manis. Seperti kata sayang terakhir dari dua orang yang saling berpisah jalan."

27. "Kopi pertama pagi ini. Terlalu manis. Seperti dua orang yang sedang melakukan pendekatan, dengan penuh kepalsuan."

28. "Setiap karakter dan arti kehidupan dapat kita temukan dalam secangkir kopi. Selama ada yang namanya kopi, orang-orang dapat menemukan dirinya di sini."

29. "Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan."

30. "Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan, atau menghanguskan."

Sumber: Filosofi Kopi dan Titikdua

Disadur dari: Bola.com/Faozan Tri Nugroho/Aning Jati

Published: 10 Juni 2020

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR