
Bola.net - Di balik jajanan tradisional yang tersaji di pasar hingga toko ritel di Malang, terdapat rantai usaha panjang yang melibatkan banyak tangan. Salah satu kisah menarik datang dari Werno Werni Eatery, Snack & Coffee yang tumbuh dari usaha rumahan menjadi penggerak ekonomi bagi puluhan keluarga.
Perjalanan kue basah di Malang tidak hanya soal produksi dan penjualan. Ada cerita tentang warga Kampung Plaosan Timur yang menjaga tradisi membuat kue, para sales yang menjadi penghubung distribusi, hingga pedagang seperti Sulastri yang setiap pagi membuka lapak demi melayani pelanggan.
Sulastri, 53 tahun, menjadi salah satu sosok yang berada di ujung rantai perjalanan kue basah tersebut. Setiap hari, selepas salat subuh, dia mulai menata dagangan di Pasar Krempyeng Kresna, Desa Sidorahayu, Kabupaten Malang.
Selain merapikan lapaknya, Sulastri juga menanti sales yang membawa pasokan kue basah dari para produsen di kawasan Plaosan Timur. Nantinya, sales itu akan datang membawa klepon, lapis, talam, onde-onde, kue lumpur, hingga aneka gorengan.
"Salesnya taruh barang di sini, saya yang jual. Nanti laku berapa, itu yang dihitung. Tidak mungkin saya produksi sendiri dengan jenis kue sebanyak ini. Kita tinggal jual saja," kata Sulastri saat ditemui pada Rabu, 24 Juni 2026 yang lalu.
Dari Usaha Keluarga hingga Menghidupi Puluhan Keluarga
Fariz Ceriza, owner Werno Werni (c) Asad Arifin
Kampung Plaosan Timur menjadi salah satu kawasan yang dikenal sebagai sentra produksi kue basah di Malang. Di kawasan inilah Werno Werni Eatery, Snack & Coffee berkembang dan menjadi bagian dari cerita panjang industri jajanan tradisional.
Owner Werno Werni, Fariz Ceriza, mengatakan usaha tersebut bermula pada 2006 dari aktivitas sederhana yang dilakukan ibunya di rumah. Saat itu, keluarga Fariz memulai usaha dengan menjual kue tradisional bikang yang memiliki banyak peminat.
Dari usaha kecil keluarga, Werno Werni perlahan berkembang. Pesanan yang terus meningkat membuat Fariz melibatkan warga sekitar untuk membantu proses produksi hingga akhirnya menciptakan ekosistem usaha yang lebih luas.
"Dulu memang dari keluarga, lalu banyak yang pesan dan kita libatkan tetangga untuk produksi. Sekarang terus berkembang sampai ada sekitar 40-an keluarga yang terlibat dalam produksi," kata Fariz Ceriza saat ditemui di salah satu cafe di Kota Malang.
Tidak hanya keluarga yang terlibat dalam produksi, manfaat ekonomi dari usaha ini juga dirasakan oleh orang-orang yang berada di jalur distribusi atau sales dan penjualan. Fariz menyebut ada banyak orang yang mengambil produk dari Werno Werni untuk kembali dijual kepada konsumen.
Werno Werni juga menyediakan jasa pesanan jajanan tradisional dan makanan ringan untuk kegiatan kantor dan pemerintahan (c) Asad Arifin
Kini, Werno Werni tidak hanya menyediakan kue untuk kebutuhan harian. Mereka juga melayani pesanan untuk berbagai acara kantor hingga instansi pemerintahan dengan pilihan menu yang semakin beragam.
Untuk mengikuti perkembangan pasar, Werno Werni terus berinovasi dengan menghadirkan sekitar 40 jenis kue dan jajanan. Namun, bagi Fariz, menjaga kualitas menjadi kunci utama agar pelanggan tetap percaya.
"Yang penting, kita harus menjaga kualitas agar konsumen tidak kecewa. Itu yang membuat kita tetap eksis sampai sekarang dan semoga bisa terus bermanfaat bagi orang banyak," kata lulusan Magister Manajemen di Universitas Muhammadiyah Malang itu.
KUR BRI Jadi Energi untuk Mengayuh Perjalanan Werno Werni
Fariz Ceriza ketika mengikuti acara bazar sebuah event di Kota Malang (c) Dok. Fariz Ceriza
Dalam mengembangkan usaha, Fariz mengibaratkan Werno Werni seperti sebuah sepeda yang harus terus dikayuh agar tetap berjalan. Menurut dia, sebuah sepeda membutuhkan energi agar mampu melaju lebih jauh, dan KUR BRI menjadi salah satu energi tersebut.
"Jadi, dua tahun setelah atau pada 2008 usaha dimulai oleh ibu, kami putuskan ambil KUR. Saat itu, kita ambil Rp8 juta. Waktu itu kita pakai untuk membeli alat dan menambah produksi," kata Fariz Ceriza.
Sejak mengambil KUR pada 2008, Fariz mengaku terus memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendukung perkembangan usaha. Pengajuan terakhir dilakukan pada 2024 dengan pertimbangan bunga rendah dan proses yang dinilai lebih mudah.
Bagi Fariz, dukungan permodalan menjadi salah satu faktor penting agar usaha tetap bertahan, termasuk ketika menghadapi masa sulit seperti pandemi Covid-19. Saat banyak usaha mengalami tekanan, dia memilih tetap menjaga produksi berjalan karena banyak pihak yang bergantung pada usaha tersebut.
Pandemi menjadi ujian besar bagi Werno Werni. Namun, keputusan untuk terus berproduksi membuat roda ekonomi para pekerja dan mitra penjualan tetap bergerak.
"Dari sepeda, lama-kelamaan tentu kita tidak ingin hanya pakai sepeda saja. Kita ingin pakai motor atau apa begitu. Nah, untuk upgrade diri sampai bisa pakai motor itu juga pakai KUR BRI. Supaya lebih cepat dan besar," kata Fariz.
BRI Dorong UMKM Semakin Produktif Lewat KUR

Fariz telah menuturkan bagaimana peran BRI dalam perkembangan Werno Werni dari usaha keluarga hingga kini memberi manfaat bagi banyak orang. Tito Witarnawan, Regional Micro Banking Head BRI Region Malang, menyebut apa yang terjadi pada Werno Werni adalah bagian dari tujuan KUR.
Menurutnya, BRI memberi banyak kemudahan bagi masyarakat yang ingin jadi nasabah dan mengambil KUR. Prosesnya dan syarat yang diminta juga tidak rumit dan itu diharapkan bisa membantu pemilik usaha agar lebih produktif.
"Bahkan, usaha sampingan di rumah pun bisa diperhitungkan. Selama usaha tersebut sudah berjalan, misalnya minimal enam bulan, dan memiliki pencatatan yang jelas, maka dapat dihitung sebagai sumber penghasilan tambahan dalam analisis kredit," ucap Tito Witarnawan.
"Secara keseluruhan, program seperti KUR sangat erat kaitannya dengan pengembangan ekonomi masyarakat. Tujuannya bukan hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha dan kesejahteraan masyarakat secara luas," sambung Tito Witarnawan.
Berikut adalah syarat bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan pemodalan lewat KUR BRI:
Kriteria dan Syarat Utama
- Usia Minimal: 21 tahun atau sudah menikah.
- Masa Usaha: Usaha sudah berjalan aktif minimal 6 - 12 bulan.
- Riwayat Kredit: Tidak memiliki catatan kredit macet di perbankan lain (SLIK OJK/BI Checking bersih).
- Limit Kredit: Tidak sedang menerima fasilitas kredit modal kerja/investasi dari perbankan lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kartu kredit).
Dokumen yang Harus Disiapkan
- Identitas Diri: e-KTP dan Kartu Keluarga (KK).
- Legalitas Usaha: NIB (Nomor Induk Berusaha) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa.
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Wajib untuk limit pinjaman di atas Rp50 juta.
- Dokumen Pendukung: Foto lokasi/kegiatan usaha.
Advertisement
Berita Terkait
-
News 27 Juni 2026 20:37Kokopi Malang: Kedai Kopi Markas Mahasiswa yang Tumbuh Berkat KUR BRI
LATEST UPDATE
-
News 27 Juni 2026 20:37Kokopi Malang: Kedai Kopi Markas Mahasiswa yang Tumbuh Berkat KUR BRI
BERITA LAINNYA
-
news 27 Juni 2026 20:37Kokopi Malang: Kedai Kopi Markas Mahasiswa yang Tumbuh Berkat KUR BRI
SOROT
-
Liputan6 27 Juni 2026 17:30Survei Puspoll: 6 Program Pemerintah yang Dianggap Penting Rakyat
-
Liputan6 27 Juni 2026 13:00Modal Hadiah Lomba, Eks Persit Ini Bawa Soya Ayu Masuk Indomaret
-
Liputan6 27 Juni 2026 10:00Mensesneg Luruskan Ucapan Prabowo soal Pemimpin Terpilih
-
Liputan6 26 Juni 2026 20:16Prabowo: Saya Libatkan Profesor di Setiap Bidang Pemerintahan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583652/original/076247100_1782545739-Surveii.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8577482/original/047188100_1782535408-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_07.42.42.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8540352/original/073465000_1782477289-Prabss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550839/original/029409500_1775710216-foto2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8541099/original/093711400_1782478511-Jepretan_Layar_2026-06-23_pukul_19.52.31.jpg)
