
Bola.net - Ismi Darmawan dengan ramah membuka gerbang rumah yang dipakai sebagai tempat usaha bolen pisang, Rabu (17/6) siang. Setelah mengatur mesin oven dan beberapa aspek produksi lain, perempuan 48 tahun lantas menceritakan bagaimana dia membuka usaha bolen dengan merek Fairuziba Bolen Malang.
Lokasi produksi Fairuziba Bolen Malang terletak di Jalan Borobudur Agung VIIA No.18, Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Bukan hanya untuk produksi, para pelanggan juga bisa langsung membeli produk Fairuziba Bolen Malang di sana.
Diselengi aroma manis olahan pisang yang memenuhi ruangan, Ismi Darmawan memutar mundur waktu hingga 2015 lalu ketika membuka cerita tentang usaha pastri yang dirintis. Ketika itu, Ismi mengaku hanya seorang ibu rumah tangga yang punya hobi baking.
"Saya memang senang membuat kue. Awalnya sebenarnya tidak sengaja untuk jualan. Saya hanya membuat kue lalu dibagikan ke teman-teman pengajian," buka Ismi.
Setiap mengikuti pengajian, Ismi kerap membawa kue buatannya. Dalam satu minggu ke minggu yang lainnya, respons positif dari orang-orang di sekitarnya kemudian membuat Ismi mulai melihat peluang. Dia membuka pesanan kue secara terbatas.
Usaha tersebut terus berkembang. Secara perlahan, Ismi memutuskan untuk fokus hanya memproduksi satu kue yakni bolen pisang, Lalu, pada 2018, Ismi mulai membangun merek Fairuziba Bolen Malang.
"Kue kering tetap dibuat, tetapi hanya berdasarkan pesanan, misalnya untuk Lebaran. Akhirnya saya fokus pada satu produk, yaitu Bolen," katanya.
Dari Rumah Produksi hingga Menembus Pasar Luar Negeri
Produk Fairuziba Bolen Malang bisa dibeli dengan metode QRIS BRI (c) Asad Arifin
Perjalanan Fairuziba Bolen Malang terus berkembang. Saat ini produknya dapat dijumpai berbagai kota pusat oleh-oleh yang tersebar di Malang dan Batu. Selain itu, Fairuziba Bolen Malang juga bisa dibeli di beberapa lokasi di Surabaya, Yogyakarta, hingga Bali.
Tidak hanya pasar dalam negeri, produk buatan Ismi juga pernah dikirim ke sejumlah negara seperti Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, dan Paris.
Ismi menuturkan cerita unik di balik kisah sukses Fairuziba Bolen Malang menembus pasar internasional. Momen itu terjadi pada awal 2020, ketika pandemi Covid-19. Saat itu, ketika banyak usaha dalam fase sulit, pesanan bolen pisang justru naik.
"Saat itu, toko oleh-oleh tutup karena wisata juga sulit. Lalu, kami genjot promosi secara digital lewat instagram. Di luar dugaan, pesanan justru meningkat dan produk kita mulai dikenal secara luas," kata Ismi.
Pesanan bukan hanya berasal dari lokal, akan tetapi luar negeri. Pembeli luar negeri pertama datang dari Hong Kong. Dari pesanan itu, Ismi menyebut pesanan dari Hong Kong kemudian datang secara reguler. Dia sudah punya pelanggan tetap di sana.
"Kita juga sering kirim ke Paris. Kalau pelanggan dari sana biasanya membeli dalam jumlah besar. Mereka bahkan bisa membeli lebih dari 50 kotak. Mereka lebih menyukai varian cokelat karena orang luar biasanya tidak terlalu suka makanan yang terlalu manis," kata Ismi.
Terus Berinovasi untuk Menjaga Usaha
Fairuziba Bolen Malang dijual dengan harga mulai dari Rp25.000 per paket yang terdiri dari berbagai macam rasa (c) Asad Arifin
Mampu menembus pasar luar negeri bukan berarti membuat Ismi berpuas diri. Dia terus melakukan inovasi untuk mengembangkan produk dan menjangkau pembeli baru. Salah satu inovasi baru adalah produk roti bolen isi apel.
"Saya menjadi orang pertama yang membuat bolen dengan varian apel. Banyak produk lain menggunakan pisang atau cokelat, tetapi saya mencoba membuat inovasi dengan mengangkat buah lokal Malang," katanya.
Bolen sering disebut sebagai pastri khas Bandung. Dengan menambahkan unsur apel sebagai isian, Ismi tidak ragu menyebut hasil kreasinya sebagai 'Bolen Malang'. Dia mengkombinasikan unsur apel, buah yang jadi simbol Malang, dengan bolen dan memberikan rasa yang khas.
"Rasanya unik yang pakai apel. Kalau rasa pisang atau coklat itu dominan manis. Kalau apel ada rasa yang berbeda, ada sedikit asam. Dikombinasikan dengan tekstur luar yang renyah ternyata cocok," kata Febrian.
Febrian berasal dari Kediri. Dia mengaku cukup sering membeli produk Fairuziba Bolen Malang sebagai oleh-oleh untuk keluarganya. Selain faktor rasa dan kualitas, pekerja swasta itu membeli Fairuziba Bolen Malang karena harga yang terjangkau yakni mulai dari Rp25.000.
"Saya biasanya membeli lewat toko oleh-oleh. Belum pernah membeli langsung ke pusat produksinya," kata lelaki 38 tahun itu saat dikonformasi lewat telepon.
Peran Rumah BUMN BRI dalam Sertifikasi Halal Fairuziba Bolen Malang
Gambar ilustrasi profil Rumah BUMN BRI (c) AI/Gemini
Dalam perjalanan mengembangkan Fairuziba Bolen Malang, Ismi juga aktif mengikuti berbagai program pendampingan untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Salah satunya melalui Rumah BUMN BRI Kota Malang.
Ismi mengikuti berbagai kegiatan yang membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, termasuk pendampingan terkait legalitas produk hingga pengurusan sertifikat halal.
"Saya juga mengikuti berbagai program seperti Rumah BUMN dan program halal. Karena sekarang setiap varian produk harus memiliki sertifikasi halal masing-masing. Sangat terbantu dengan keberadaan program itu," kata Ismi.
Menurutnya, sertifikasi halal menjadi bagian penting bagi UMKM. Sebab, untuk bisa masuk ke pusat oleh-oleh atau toko-toko tertentu, sebuah produk harus punya sertifikasi halal. Apalagi, saat ini berlaku peraturan bahwa setiap produk harus punya sertifikasi halal sendiri.
Koordinator Rumah BUMN BRI Kota Malang, Indah Dwi Pangestu, membenarkan apa yang dikatakan Ismi perihal sertifikasi halal. Bukan hanya penting, akan tetapi wajib. Pemerintah telah mengatur kewajiban produk halal untuk punya sertifikat sesuai dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 2014.
"Kita menyediakan layanan konsultasi bagi pelaku UMKM yang ingin mengurus sertifikat halal. Kita sediakan fasilitator dan pendampingan. Semua bisa ikut dan gratis. Tidak ada syarat khusus untuk mengikuti. Jadwalnya bisa dilihat di media sosial kami," kata Indah.
Bukan hanya sertifikasi halal, Rumah BUMN BRI Kota Malang juga memanjakan mitra UMKM dengan berbagai fasilitas lain. Mereka juga menyediakan konsultasi dan fasilitator untuk mengurus NIB (Nomor Induk Berusaha), Izin edar PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), hingga IP CPPOB (Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) dari dari BPOM.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 24 Juni 2026 20:28Reaksi Prabowo Saat Warga Gorontalo Bersorak Sambut Sherly Tjoanda
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:30Diplomasi Jadi Senjata Indonesia Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:29Prabowo: B50 Meluncur Juli 2026, Kita Tak Akan Impor Solar Lagi
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:09Prabowo Ungkap Kunci Indonesia Jadi Kekuatan Pangan Dunia
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:00Respons Pabrikan Otomotif Hengkang, Kemlu Bocorkan Investasi Baru
-
Liputan6 24 Juni 2026 18:36Harga GTA 6 Terungkap, Versi Ultimate Edition Sentuh Rp 1,7 Juta
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8412527/original/047910000_1782296658-PHOTO-2026-06-24-13-00-02__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8418369/original/014453300_1782303715-Septian_Deny_3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405087/original/081683100_1782287730-Prabos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542691/original/031500100_1774950574-GAC_-_Steel-Aluminum_Flexible_Production_Line_at_GAC_AION_s_Smart_Eco-Factory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415672/original/061801400_1782300506-Harga_GTA_6_01.jpg)
