FOLLOW US:


Forum Komunikasi Induk Cabor Indonesia: Perlu Penyempurnaan Regulasi Keolahragaan

30-12-2020 06:19

 | Yaumil Azis

Forum Komunikasi Induk Cabor Indonesia: Perlu Penyempurnaan Regulasi Keolahragaan
Presiden Jokowi © Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres

Bola.net - Forum komunikasi induk cabang olahraga (cabor) Indonesia menggelar diskusi secara virtual yang dimoderatori oleh Eddy Fadil Rahman. Hasilnya, pemerintah diusulkan untuk melakukan penyempurnaan regulasi keolahragaan.

Forum ini diikuti oleh 15 cabor yaitu PP IJBA (Jet ski), PP Persambi (Sambo), PB Porlasi (Layar), PP PTMSI (Tenis Meja), PB IPSI (Pencak Silat), PB JI (Jujitsu), PB FOPI (Petanque), PB PODSI (Dayung), PB PERSANI (Senam), PB POBSI (Biliard), PB PERBASI (Basket), PB Perkemi (Kempo), PB MPI (Modern Pentathlon), PB Pelti (Tenis Lapangan) dan PB Porgatsi (Gateball).

Penyempurnaan regulasi keolahragaan dalam hal ini adalah perundang-undangan beserta turunannya. Baik yang menyangkut teknis keolahragaan, maupun dukungan anggaran bagi pelaksanaan proses pembinaan prestasi olahraga nasional.

"Penyempurnaan yang dimaksud adalah selain merubah kandungan regulasinya juga menambahkan atau menyederhanakan termasuk meniadakan regulasi teknis yang dianggap berlebihan dan tidak memberikan ruang fleksibel dalam mendukung proses pembinaan prestasi olahraga," ujar Renaldi Duyoh, selaku juru bicara forum komunikasi induk cabor Indonesia, dalam rilis yang diterima Bola.net.

Adapun, diskusi ini pada prinsipnya menindaklanjuti pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September lalu. Ketika itu, ia secara gamblang mengatakan bahwa proses peningkatan prestasi olahraga Indonesia harus dirombak total terutama di sistem tata kelola pembinaan keolahragaan.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters

1 dari 1

Soroti Kemenpora

Lanjut Renaldi, opini yang ada selama ini di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait proses peningkatan prestasi olahraga lebih cenderung kepada keikutsertaan atlet pada kegiatan multi event internasional seperti Olimpiade Asian Games, Asian Beach Games, dan Sea Games. Sementara single event seperti kejuaraan dunia, asia, maupun regional kurang mendapat perhatian.

"Padahal proses kompetisi prestasi yang sangat ketat adalah di single event, sehingga hal ini perlu diluruskan agar secara keseluruhan proses peningkatan prestasi dapat seirama dengan apa yang dilakukan oleh induk cabor Indonesia," tutur Renaldi.

"Kejuaraan single event juga merupakan rangkaian dari proses pembinaan peningkatan prestasi atlet," imbuh pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PB IJBA ini.

(Bola.net/Fitri Apriyani)