FOLLOW US:


SEA Games 2019: Khasani Nazmu Shifa Dijagokan Sumbang Emas Cabor Kurash

01-12-2019 02:39

 | Aga Deta

SEA Games 2019: Khasani Nazmu Shifa Dijagokan Sumbang Emas Cabor Kurash
Atlet kurash Indonesia berlatih jelang pertarungan di SEA Games 2019 Filipina. © Dok. Istimewa

Bola.net - Cabang olahraga kurash akan mempertandingkan lima kelas yang langsung memperebutkan emas di San Fernando Hall Clark, Filipina, Minggu, 1 Desember 2019. Dari lima emas tersebut, Timnas Kurash Indonesia membidik satu medali emas.

Kelima atlet kurash Indonesia yang akan tampil Maria Magdalena Ince (52kg putri), Dini Febriany (57kg putri), Khasani Nazmu Shifa 63kg Putri), Dhifa Alfais (90 Kg Putra), dan Peter Taslim (+90kg Putra).

"Hari pertama cabor kurash mempertandingkan lima kelas dengan menggunakan sistem round robin dan langsung memperebutkan medali emas. Kita menjagokan Khasani Nazmu Shifa bisa mewujudkan target satu emas itu," kata Manajer Timnas Kurash Indonesia, Deni Zulfendri di Clark, Filipina, Sabtu (30/11/2019).

Harapan Deni itu cukup beralasan. Pasalnya, Khasani Nazmu Shifa merupakan peraih perunggu pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018. "Kita memang menjagokan Khasani Nzamu Shifa karena prestasinya di Asian Games 2018 untuk menghadapi persaingan keras dari atlet tuan rumah Filipina, Vietnam dan Thailand. Namun, bukan berarti atlet kurash lainnya tidak punya peluang," katanya.

Ketika disinggung masalah kondisi fisik, Deni menyebut tidak ada masalah meskipun mereka melakukan perjalanan panjang untuk menuju Clark. "Kondisi fisik anak-anak sudah kembali normal. Dan, kini mereka sudah siap tempur untuk menghadapi lawan-lawannya," jelas Deni.

1 dari 1

Sekilas tentang Olahraga Kurash

Kurash adalah jenis olahraga beladiri. Gerakan dasarnya yakni membanting dengan cara mengait baju khusus.

Olahraga ini berasal dari Uzbekistan. Kurash sekilas mirip gulat dan judo, hanya saja dalam kurash kondisi bantingan berada dalam posisi berdiri pada kaitan atas, tidak diperkenankan menggunakan kaitan pada kaki.

Kurash merupakan satu di antara olahraga paling tua di muka bumi. Olahraga ini sudah ada sejak 3500 tahun lamanya.

Pertama kali dilombakan sebagai cabang eksibisi pada Olimpiade 1984 Los Angeles, kurash akhirnya mendapat pengakuan resmi dari Olympic Council of Asia (OCA) pada tanggal 24 Januari 2003.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani/Editor Aditya Wicaksono
Published: 30 November 2019