
Bola.net - - Ryan Mason masuk sebagai siswa akademi sepakbola Tottenham ketika ia masih sangat belia, ketika masih berusia 8 tahun. Ia memiliki angan-angan besar dalam kepalanya: ingin menjadi pemain bintang tentu saja, sama seperti anak-anak lainnya yang bergabung dengan klub di kota London tersebut.
Satu loncatan besar yang membuatnya yakin bisa menjadi pemain hebat seperti yang ia inginkan adalah ketika mendapat kesempatan bermain bersama tim senior Tottenham. Pada tahun 2008, ketika Tottenham bermain di Liga Europa menghadapi N.E.C, Mason diturunkan sebagai pemain pengganti.
Tentu saja merebutkan di tim utama tak mudah bagi anak kelahiran London tersebut. Bayangkan saja, di dalam skuat Tottenham kala itu terdapat nama-nama kelas dunia seperti Luka Modric, Niko Kranjcar, David Bentley.
Harry Redknapp sebagai pelatih Spurs kala itu kemudian melepas Mason ke klub lain dengan status pinjaman. Beberapa klub yang pernah dibela Mason sebagai pemain pinjaman di antaranya adalah Yeovil Town, Doncaster Rover, Millwall hingga klub Prancis FC Lorient. Namun hal itu tak mengendurkan cita-cita Mason bersama klub yang berbasis di kota kelahirannya tersebut.
Kedatangan pelatih Mauricio Pochettino memberikan angin segar bagi Mason. Setelah lima tahun gonta-ganti klub sebagai pemain pinjaman, ia mendapat kepercayaan bermain di tim utama meskipun tak selalu menjadi starter.
Musim 2014/2015 bisa dikatakan sebagai puncak karier Mason di Tottenham. Pada bulan Maret 2015, ia mendapat panggilan dari Timnas Inggris dan menjalani debutnya bersama The Three Lions. Itu menjadi penampilan pertama dan yang terakhir kalinya.
Pada musim berikutnya, Mason menemukan momen yang sangat spesial dalam kariernya sebagai pemain sepakbola. Ketika Tottenham menghadapi Fiorentina di Liga Europa, Mason yang lahir dari akademi sendiri yang saat itu berusia 24 tahun, ditunjuk sebagai kapten tim oleh Pochettino.
"Anda sering mendengar hal ini dari para pemain sepakbola, tapi saya selalu bermimpi sebagai kapten tim," kata Mason.
"Ketika masih kecil, saya ingat sebelum pertandingan, wasit akan selalu berteriak 'Siapa yang menjadi kapten', dan saya selalu yang berlari ke tengah dan menjadi kapten tim."
Mason kemudian pindah ke Hull City pada dengan status permanen pada tahun 2016. Ia menjadi pembelian termahal bagi klub berjuluk The Tiger tersebut. Otomatis Mason langsung menjadi kepercayaan bagi pelatih Hull City saat itu.
Tapi siapa sangka bahwa pertandingan menghadapi Chelsea pada bulan Januari 2017 lalu menjadi pertandingan terakhirnya. Dalam pertandingan tersebut, Mason bermain sejak menit awal di Stamford Bridge. Ia harus ditarik keluar pada menit 21 setelah mengalami benturan di kepalanya dengan Gary Cahill.
Momen saat Cahill dan Ryan berbenturan kepala Januari 2017 lalu.
Kejadian itu bermula setelah Pedro Rodriguez, menyampaikan umpan lambung. Mason berniat membantu lini pertahanan menghalau bola. Kepala Cahill yang terlibat dalam rebutan bola di udara tersebut justru meluncur di kepala Mason sisi kanan.
Cahill mengerang kesakitan, demikian juga Mason. Wasit seketika menghentikan pertandingan karena Mason tampak mengalami kesakitan mengerikan. Setelah dilarikan ke rumah sakit St. Mary’s Paddington, London, ia dinyatakan mengalami retak pada tulang tengkorak dan harus menjalani operasi.
Beruntung Mason mendapat penanganan yang tepat. Setelah mengalami insiden tersebut, Mason mengaku mengalami kondisi seperti di antara mati dan hidup. Ia merasa ruhnya sudah keluar dari tubuhnya.
Mason kemudian menjalani operasi dan akhirnya nyawanya terselamatkan. Seandainya terlambat sedikit saja, mungkin ia sudah tak bisa melihat dunia ini lagi.
Namun demikian, Mason tetap harus mengubur mimpinya sebagai pemain sepakbola. Satu tahun setelah menjalani operasi, Mason menyatakan gantung sepatu ketika usianya masih 26 tahun. Sebagai pemain sepakbola, pada tahap ini biasanya merupakan usia paling produktif. Namun faktanya, untuk kelanjutan hidupnya, ia harus melepas semua mimpinya. Ia harus menghapus keinginan selalu menjadi kapten dalam sebuah tim.
"Saya anak lokal yang masuk ke sekolah sepakbola ketika saya masih belia—di sanalah saya berada dan mengubah jalan hidup saya," ketika Mason mengisahkan awal kariernya.
"Saya tahu bahwa kebanyakan anak-anak yang masuk ke sekolah sepakbola bermimpi ingin menjadi pemain profesional pada suatu hari nanti. Dan saya berharap, kisah saya akan menjadi inspirasi bagi mereka untuk bekerja keras dan fokus menggapai mimpi mereka."
Pernyataan tersebut disampaikan Mason pada 2016 lalu kepada siswa sekolah sepakbola di Tottenham.
Dan sekarang, perjalanan Mason sendiri sebagai pemain sepakbola harus terhenti di usia yang sangat muda. Sepakbola telah mengubah jalan hidupnya dan benturan kepala ketika bermain sepakbola juga yang mengubah jalan hidupnya lagi.
Gantung sepatu di usia belia seperti sekarang ini mungkin tak pernah masuk dalam bayangannya. Pastinya ia mendambakan bisa bermain sampai usia di mana tubuhnya tak mampu bergerak dengan baik. Namun jalan cerita berubah setelah kejadian yang memilukan itu.
Mason, sekarang, harus mengubur angan-angannya sebagai pemain sepakbola. Tapi bagaimanapun, Mason telah memberikan banyak inspirasi untuk dunia sepakbola.
"Jangan khawatir Ryan, Anda akan menjadi orang yang sukses di luar sepakbola," kata mantan pelatih Mason di Tottenham, Mauricio Pochettino.
"Pintu selalu terbuka bagi saya untuk membantu dan juga klub karena kami mencintainya."
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 12:28Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
-
Liga Inggris 25 Oktober 2026 08:18Cole Palmer Kartu Merah, Absen Lawan Liverpool atau Manchester United?
-
Liga Inggris 25 Oktober 2026 07:32Rating Pemain Chelsea Usai Dipecundangi Tottenham 0-2: Penders 4, Palmer 3
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:00Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:54Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 17:41Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
BERITA LAINNYA
-
open play 21 November 2025 14:48Alexander Zwiers Buka-bukaan, Ini Alasan Nova Arianto Sangat Cocok Latih Timnas U-20
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 18:12Triple 80, Strategi Menkes Tekan Kematian Akibat Stroke dan Penyakit Ginjal
-
Liputan6 30 Oktober 2026 16:27Pesan Prabowo saat Resmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi
-
Liputan6 30 Oktober 2026 15:13Kemendagri Percepat Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
-
Liputan6 29 Oktober 2026 21:45Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games dari Prabowo
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386723/original/081560300_1793359234-IMG_1306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386619/original/052363300_1793352425-1baedaf7-5ec9-4b3e-97d7-a405ef8a875b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386466/original/014521800_1793348019-1d166084-97ad-4422-811f-04062161bdb6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385897/original/098515500_1793278230-IMG-20261029-WA0170.jpg)
