
Bola.net - Usai memenangi MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (3/4/2022), Aleix Espargaro tak hanya bahagia untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk Aprilia Racing. Pasalnya, selain ini merupakan kemenangan perdananya di Grand Prix, ini juga kemenangan perdana Aprilia di kelas premier, baik di GP500 maupun MotoGP.
Sehari sebelum balapan, Espargaro juga sukses merebut pole. Ini adalah pole perdananya sejak MotoGP Catalunya 2015 bersama Suzuki, sekaligus pole perdana Aprilia sejak GP500 Australia 2000 lewat Jeremy McWilliams dan yang perdana di era MotoGP. Melihat ritmenya sepanjang akhir pekan, Espargaro dan Aprilia pun dijagokan menang.
Usai start dalam balapan, Espargaro duduk di posisi kedua, di belakang Jorge Martin. Tapi ia tak panik, dengan tenang membuntuti Martin. Ia baru menyerang pada Lap 18. Sejak itu, keduanya terus-terusan saling salip di Tikungan 5. Namun, Espargaro membuat Martin tak berkutik pada Lap 21. Sejak itu, ia melenggang menuju kemenangan.
Kedatangan Massimo Rivola Jadi Kunci Penting

Pada 2019, Espargaro diketahui sempat berniat pensiun pada akhir 2020, karena Aprilia tak kunjung kompetitif. Namun, pada tahun yang sama, Massimo Rivola datang dan dinobatkan sebagai CEO Aprilia Racing, sehingga Romano Albesiano fokus menjadi Direktur Teknis. Sejak itu Aprilia terus menunjukkan tren positif pada performanya.
"Saya tadinya sangat menderita, dan Laura (sang istri) membantu saya bangkit. Tiap pulang ke rumah, saya tak memikirkan apa pun selain kekalahan di trek, namun ia memberi saya dukungan tanpa syarat. Tiga tahun lalu saya bilang padanya mungkin ini saatnya melakukan hal lain. Kala itu, saya tidak bahagia," ujarnya lewat GPOne.
"Tapi kemudian Massimo datang. Tadinya, semuanya dikerjakan Romano. Massimo pun mengubah organisasi kami, dan Romano bisa fokus mengembangkan motor serta membuktikan bahwa ia insinyur yang andal. RS-GP kini salah satu motor terbaik di dunia," lanjut pembalap Spanyol yang pada Juli nanti menginjak usia 33 tahun ini.
Banjir Ucapan Selamat dari Para Eks Tandem di Aprilia

Sebelum menang di Argentina, Espargaro merupakan satu-satunya rider MotoGP 2022 yang sama sekali tak pernah mengecap kemenangan dalam kariernya di Grand Prix. Atas alasan itulah ia selalu dapat status 'underdog', namun mendapat rasa hormat dari para rival berkat kegigihannya dan dedikasi yang tinggi untuk timnya.
Kini Espargaro pun senang bisa membantu Aprilia menjadi kompetitif dan mulai dilirik oleh rider muda. "Saya tadinya tak ada dalam daftar rider tercepat, dan tak ada rider yang menginginkan Aprilia. Sejak awal, saya bilang saya ingin membawa motor mereka ke puncak, meski saya tak mengira bakal selama ini!" ungkapnya.
"Kemarin, Scott Redding, Andrea Iannone, Sam Lowes, dan semua rider yang pernah jadi tandem saya, mengirim pesan bahwa mereka bahagia untuk saya. Mereka tahu betapa sulit situasi saya. Saya rasa kini para rider Moto3 dan Moto2 mulai melihat Aprilia sebagai opsi, proyek yang serius. Jadi, ini bagus untuk MotoGP," tutupnya.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
- Sempat Ngebet Pensiun: Catatan Menarik di Balik Kemenangan Aleix Espargaro di Argentina
- Aleix Espargaro: Kemenangan di MotoGP Argentina Bukan Keberuntungan
- Klasemen Sementara MotoGP 2022 Usai Seri Argentina
- Hasil Balap MotoGP Argentina: Aleix Espargaro Sabet Kemenangan Perdana
- Klasemen Sementara Moto2 2022 Usai Seri Argentina
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 06:13 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:16 -
Liga Spanyol 7 Maret 2026 05:15 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:04 -
Bundesliga 7 Maret 2026 04:57 -
Liga Eropa Lain 7 Maret 2026 04:50
MOST VIEWED
- Jorge Martin Takjub Lihat Dominasi Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand 2026: Level Performanya Berbeda!
- Jadi Murid Valentino Rossi Tak Halangi Pecco Bagnaia Akur dengan Marc Marquez, Justru Sering Dapat Nasihat
- Serunya Kunjungan Luca Marini dan Joan Mir ke Bali, Belajar Budaya Lokal Bareng Honda
- Formula 1 dan WEC Utamakan Keselamatan Terkait Konflik Timur Tengah, Bagaimana dengan MotoGP?
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

