
Bola.net - Pengamat gaek MotoGP sekaligus manajer pribadi Enea Bastianini, Carlo Pernat, sangat heran Honda Racing Corporation (HRC) tak bisa merayu Marc Marquez untuk menaati kontraknya yang baru akan habis pada akhir MotoGP 2024. Menurutnya, perpisahan ini merupakan salah Honda sendiri.
Pernat mengaku sangat heran karena HRC sebagai pabrikan paling prestisius dalam sejarah Grand Prix, tak bisa memastikan line up pembalapnya lebih awal seperti pabrikan lainnya. Mereka bahkan harus menunggu sampai dua bulan sebelum musim berakhir untuk memastikan hengkangnya Marquez.
Di lain sisi, Pernat yang juga eks Manajer Tim Aprilia Racing di GP125 dan GP250 pada era 1990-an, yakin Marquez harus membayar penalti yang besar kepada HRC karena memutuskan untuk hengkang setahun lebih awal dari kontraknya. Hal ini ia sampaikan lewat GPOne, Kamis (5/10/2023).
Heran Honda Tak Bisa Yakinkan Rider Top
Carlo Pernat (c) Gresini Racing
"Ini sudah bulan Oktober, dengan konstruktor yang tak pernah mengatakan apa pun kepada ridernya, yang justru terus membicarakan perpisahan. Konstruktor seperti Honda tetap bungkam sampai Oktober bikin saya heran," ungkap Pernat, yang juga manajer pribadi Tony Arbolino ini.
"Mereka pabrikan terbesar, tapi bungkam sampai Oktober tanpa mengontrak rider topnya. Saya memanajeri tim-tim seperti Aprilia, dan saya pernah dalam situasi yang mirip. Lupakan kesepakatan bersama, saya bakal menjatuhkan penalti [uang] yang besar kepada si rider," ucapnya.
Pernat juga yakin penalti uang harus dijatuhkan kepada Marquez terutama setelah ia absen semusim penuh pada 2020 akibat cedera tulang humerus kanan. Meski begitu, ia juga yakin semua ini terjadi gara-gara dokter-dokter yang menangani Marquez kala itu salah melakukan diagnosa cedera.
Anggap akan Ada Konsekuensi di Ducati

Di lain sisi, Pernat mengaku maklum jika Marquez menginginkan motor yang kompetitif untuk kembali ke papan atas. Menurutnya, yang layak disalahkan dalam perpisahan ini adalah manajemen HRC yang ada di Jepang, karena tak kunjung menemukan solusi untuk terpuruknya performa motor RC213V.
"Ini tetap kelemahan perusahaan motor terbesar di dunia, dibandingkan pembalap terbaik. Konstruktor punya hak dan kewajiban melindungi dirinya. Namun, Marquez secara alami merasa dirinya yang terbaik dan punya hak mencari solusi terbaik pula," tutur pria asal Italia ini.
"Manajemen di Jepang mungkin adalah pihak yang harus disalahkan. Namun, saat ini saya ingin melihat konsekuensinya. Saya maklum Gigi Dall'Igna merasa tersanjung. Tentu ia akan merasa begitu. Pembalap terbaik di dunia ingin mengendarai motornya! Namun, jelas akan ada konsekuensi," tutup Pernat.
Sumber: GPOne
Baca juga:
- Kilas Balik Debut Marc Marquez di MotoGP: Nyaris Bela LCR Honda Gara-Gara 'Ben Spies Rule'
- Giacomo Agostini Gagal Paham Marc Marquez Tinggalkan Honda: Lebih Masuk Akal Pindah ke KTM
- Tinggalkan Honda, Marc Marquez Banjir Dukungan dari Para Rival: Kau Legenda!
- Jorge Lorenzo: Marc Marquez Bisa Juarai MotoGP 2024 Bareng Ducati Jika Adaptasinya Mulus
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 20:00Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 19:00Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 18:183 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 20:00Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 19:40Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:22Satgas PRR Minta Pemda Gerak Cepat Siapkan Lahan Hunian Tetap
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:15Kemendagri Ungkap Kunci Percepatan Eliminasi TBC
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:06Staf Pemkot Parepare Minta Maaf Usai Insiden Flare Nobar Piala Dunia
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:52Prajurit TNI Dibunuh di Tangerang, Empat Pelaku Ditangkap
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:43Pesan Megawati untuk Anak Muda
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:38Prabowo Beri Tenggat Sebulan, BGN Siap Bongkar Ulang Penerima MBG
MOST VIEWED
Yamaha Racing Indonesia Kuasai Latihan Perdana R3 BLU CRU Asia Pacific 2026: Abid Tercepat, Ditempel Sabian
Aktor Thailand Ing Asavanund Ramaikan Persaingan di Yamaha Sunder Race 2026, Turun pada Kelas R3 BLU CRU Asia-Pacific
Reynaldi Junior Wakili Indonesia di Podium Hari Pertama R3 Blu Cru Asia Pasific 2026
Bukan Juara, tetapi Paling Diburu! Ing Asavanund Jadi Magnet Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303527/original/059828600_1784640130-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303520/original/002158000_1784639756-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303503/original/008658600_1784639183-897503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303499/original/027949900_1784638381-TKP_Prajurit_TNI_Dibunuh_di_Tangerang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303488/original/013324200_1784637812-IMG_9431.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303483/original/026947400_1784637516-IMG_3166.jpeg)

