
Bola.net - Sebagai orang Italia, Danilo Petrucci tentu merasa bangga pernah dapat kesempatan membela pabrikan motor kebanggaan Negeri Pizza, Ducati Corse, di MotoGP. Namun, bukan berarti mereka sempurna melakukan segala hal. Kepada Motosprint, Petrucci mengungkapkan sikap 'congkak' Ducati yang ia rasa harus mereka hilangkan.
Selama ini, Ducati memang dikenal jarang berpisah dengan para ridernya secara baik-baik. Casey Stoner, Marco Melandri, Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, dan Jorge Lorenzo menjadi beberapa rider yang diketahui berpisah dengan Ducati karena merasa masukan-masukannya tak diterima oleh para insinyur mereka.
Petrucci mengaku perpisahannya dengan Ducati tak segetir lima pembalap di atas, namun tak memungkiri pabrikan yang identik dengan warna merah itu punya ego tinggi. Menurutnya, Ducati kelewat bangga atas Desmosedici, dan merasa pembalap lah yang harusnya bekerja lebih keras dalam mengeluarkan potensi motor itu.
Perlakukan yang Bisa Berguna dan Juga Tidak

"Saya harusnya bisa menang dengan Pramac Racing, dan harusnya bisa lebih baik saat di tim pabrikan. Namun, saya tahu saya telah mengerahkan segalanya. Di Ducati, menang saja tidak cukup, dan itu adalah pesan yang terus-terusan mereka katakan pada Anda," ujar Petrucci seperti yang dikutip MotosanGP pada Senin (1/2/2021).
"Saya rasa itu perlakuan 'kasar' yang bisa jadi berguna, tapi tak cocok untuk semua rider. Ducati selalu bilang bahwa Anda harusnya bangga bisa mengendarai motor mereka. Padahal, saya rasa bakal lebih baik jika mereka memperlakukan pembalapnya secara lebih manusiawi, namun itu bukan gaya kerja Ducati," lanjutnya.
Pembalap Italia ini pun tak segan-segan menyatakan jalan pikiran Ducati yang meyakini bahwa hasil balap yang buruk sudah pasti murni diakibatkan kesalahan pembalap, karena di mata mereka, performa motor Desmosedici sudah tangguh dan sempurna.
Ducati Selalu Yakin Motornya yang Terbaik
"Mereka selalu percaya bahwa motor mereka adalah yang terbaik. Jika hasil balap Anda tak mengonfirmasinya, maka itu adalah salah pembalap. Ini adalah hal yang harus mereka perbaiki. Untungnya, ini bukan lagi masalah saya," ungkap Petrucci, yang musim ini bakal membela Tech 3 KTM Factory Racing.
Petrucci menyadari bahwa meraih hasil sebaik mungkin sudah seharusnya jadi ambisi para pembalap, namun Ducati kurang menghargai usaha para ridernya. Hal ini pun sangat berbeda ketimbang apa yang ia alami di Pramac Racing, di mana hasil sepositif apa pun dirayakan, dan pembalap takkan dihujat jika meraih hasil negatif.
"Jika membela tim pabrikan, Anda harus finis di depan semua orang, kemenangan hukumnya wajib. Di Pramac, finis di depan rider pabrikan sudah dianggap hasil baik. Perbedaan cara kerja ini sungguh mengubah banyak hal. Namun, jika Anda pembalap tim pabrikan dan tim satelit punya perangkat yang sama, Anda harus tetap finis di depan mereka," tutupnya.
Sumber: Motosprint
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
- Valentino Rossi dan VR46 Riders Academy Gelar Latihan Tertutup di Portimao
- Qatar Meragukan, MotoGP 2021 Berpeluang Dimulai di Portimao
- 12 Februari 2021, Suzuki Umumkan Nomor Balap Joan Mir di MotoGP 2021
- Joan Mir Senang Davide Brivio Lebih Pilih Dirinya Ketimbang Lorenzo-Pedrosa
- Joan Mir: Dengan Segenap Jiwa, Saya Ingin Marc Marquez Kembali di Qatar
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Otomotif 8 Maret 2026 07:59 -
Bola Dunia Lainnya 8 Maret 2026 07:08 -
Liga Inggris 8 Maret 2026 07:00 -
Liga Italia 8 Maret 2026 06:40 -
Liga Inggris 8 Maret 2026 06:20 -
Liga Inggris 8 Maret 2026 06:16
MOST VIEWED
- Hasil FP1 Formula 1 GP Australia 2026: Charles Leclerc dan Lewis Hamilton Bikin Ferrari Berkuasa
- Hasil Kualifikasi Formula 1 GP Australia 2026: George Russell Sabet Pole, Sikat Kimi Antonelli
- Hasil FP2 Formula 1 GP Australia 2026: Oscar Piastri Tercepat di Rumah Sendiri, Ungguli Kimi Antonelli
- Cedera Bahu Jadi Penghalang, Marc Marquez Minta Ducati Sabar Tunggu Kontrak MotoGP 2027
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524271/original/054887300_1772928901-Banjir_Jakarta.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523539/original/041491400_1772846079-WhatsApp_Image_2026-03-07_at_00.20.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5317773/original/080959000_1755405570-WhatsApp_Image_2025-08-17_at_07.23.13.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524249/original/002835100_1772925602-Penggerebekan_truk_berisi_daging_impor_kedaluwarsa.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524217/original/075495900_1772923142-Banjir_di_Kota_Tangerang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5524099/original/013428400_1772891139-IMG_5937_1_.jpeg)
