Ducati Absen dari Podium MotoGP Thailand 2026, Pecco Bagnaia Sebut Desmosedici Bukan Lagi Motor Tercepat

Ducati Absen dari Podium MotoGP Thailand 2026, Pecco Bagnaia Sebut Desmosedici Bukan Lagi Motor Tercepat
Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Bola.net - Pecco Bagnaia blak-blakan menyebut Ducati bukan lagi motor tercepat di MotoGP. Hal ini ia nyatakan setelah tak satu pun pembalap 'Bologna Bullet' naik podium balapan Grand Prix di Buriram, Thailand, Minggu (1/3/2026).

Ducati sejatinya tampil kuat pada masa tes pramusim, hanya disaingi oleh para rider Aprilia. Namun, performa mereka yang angin-anginan sepanjang akhir pekan di Thailand cukup mengejutkan.

Dalam Sprint, Sabtu (28/3/2026), hanya Marc Marquez yang ikut memburu kemenangan. Namun, ia kembali sulit memburu kemenangan di balapan utama keesokan harinya, yang dimenangi Marco Bezzecchi (Aprilia).

Moncer Saat Tes, Loyo Saat Balapan

Moncer Saat Tes, Loyo Saat Balapan

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Bagnaia sendiri hanya finis kesembilan dalam kedua balapan. Meski yakin performa tak konsisten dan hasil di bawah ekspektasi ini takkan terulang di seri-seri berikutnya, ia yakin Ducati harus sadar mereka bukan lagi yang tercepat.

"Setelah mengakhiri musim seperti tahun lalu, penting memulai dari awal dan menemukan kembali sensasi saya. Saya tak terlalu khawatir dengan hasil ini. Ini memang bukan posisi yang saya mau, tapi ini adalah titik awal," tuturnya.

"Dalam tes, saya merasa sangat baik, mengendarai motor dengan baik, dan mengontrol ban dengan baik. Namun, entah mengapa, selama akhir pekan kami sangat kesulitan. Kami harus meningkatkan performa, karena saat ini kami bukan lagi yang tercepat," lanjutnya.

Perbedaan Kondisi Tes Pramusim vs Pekan Balap

Dengan menangnya Bezzecchi, serta Pedro Acosta dan Raul Fernandez yang membuntutinya di posisi kedua dan ketiga, maka rekor Ducati yang selalu naik podium sejak Seri Inggris 2021 patah begitu saja. Bagnaia pun heran.

"Setelah tes, saya akan bilang ini mustahil. Kami sangat cepat, punya ritme yang baik, dan cepat dengan ban aus. Namun, selama akhir pekan, saya merasakan perbedaan kondisi, dan saya tak bisa adaptasi," ujarnya.

"Saya mengalami kemunduran. Secara umum, pembalap Ducati lainnya lebih kompetitif daripada saya, terutama dalam lap cepat. Namun, saya tak dalam posisi untuk bisa bilang apa-apa. Saya hanya kesulitan untuk finis," pungkas Bagnaia.

Sumber: GPOne