
Bola.net - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti, dan Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, mengaku menerima keputusan FIM Stewards Panel yang tak menghukum para pembalap Yamaha dengan pengurangan poin di klasemen usai Yamaha diketahui memakai desain mesin ilegal pada MotoGP Spanyol pada Juli lalu.
Di sela MotoGP Eropa, Jumat (6/11/2020), FIM mengumumkan Yamaha kedapatan mengganti katup mesin YZR-M1 seluruh pembalapnya dalam MotoGP Spanyol, hingga desain mesinnya tak sesuai dengan desain yang sebelumnya telah dihomologasi oleh Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, pada masa pramusim.
Yamaha mengklaim mereka telah lalai dan salah menginterpretasikan regulasi teknis, namun FIM Stewards Panel tetap menjatuhkan hukuman pengurangan poin pada Yamaha: 50 poin ditarik dari klasemen konstruktor, serta 20 dan 36 poin ditarik dari Monster Energy Yamaha dan Petronas Yamaha SRT di klasemen tim.
Uniknya, Fabio Quartararo, Maverick Vinales, dan Franco Morbidelli yang dalam balapan tersebut finis di posisi 1, 2 dan 5, tak mendapatkan pengurangan poin di klasemen pembalap. FIM Stewards Panel menyatakan keputusan ini diambil karena 'para pembalap tak mengetahui bahwa mesin mereka ilegal'.
Khawatir Ditiru Pabrikan Lain

Keputusan ini diterima oleh MSMA (Asosiasi Pabrikan), walau para rider tak sepakat. Kepada Motorsport.com, Ciabatti menyatakan Ducati menerima keputusan FIM tak menghukum tiga rider Yamaha, namun tetap meyakini apa yang dilakukan Yamaha bisa mendorong pabrikan lain melakukan pelanggaran regulasi serupa di masa depan.
"Saya rasa FIM Stewards berpikir bahwa ini adalah kesalahan Yamaha, dan mereka ambil keputusan ini, yang kami terima, dan tak ada yang akan mengeluhkannya. Tapi ini tetap contoh yang berbahaya, karena para rider, meski ini bukan salah mereka, tetap pakai motor yang tak sesuai," ungkap Ciabatti.
"Peristiwa ini bisa jadi contoh yang berisiko di masa depan, karena jika Anda melakukan kesalahan dengan niatan baik atau tak sengaja, evaluasi lain bisa menciptakan masalah pada regulasi masa depan. Tapi kami menerima keputusan ini, jadi kami tak akan protes," lanjut pria asal Italia ini.
Bayang-Bayang Kelam Bakal Selalu Ada

Brivio juga menyampaikan komentar senada, bahkan meyakini bahwa keputusan ini tak mudah untuk diambil. Menurutnya, para rider Yamaha dihukum atau tidak, siapa pun yang juara nanti akan dianggap tak terlalu valid. Atas alasan ini, Brivio yakin lebih baik fokus pada hasil di trek saja.
"Ini situasi sulit. Apa pun yang Anda lakukan dalam situasi ini, akan ada bayang-bayang kelam pada kejuaraan ini. Jika Anda menghukum para rider Yamaha, siapa pun yang juara nanti, jika bukan Yamaha, orang akan bilang, 'Ah, mereka juara karena Yamaha dihukum'," tutur Brivio.
"Di lain sisi, keputusan ini juga bisa membayangi hasil mereka (para rider Yamaha), karena mereka meraih begitu banyak poin, dalam balapan di mana mesin mereka yang tak tampaknya tak sesuai regulasi. Ini keputusan sulit, tapi kami menghormatinya," pungkas eks Manajer Tim Yamaha Factory Racing ini.
Sumber: Motorsportcom
Video: Momen Brad Binder Menangi MotoGP Ceko
Baca Juga:
- Alex Marquez Tuduh Yamaha Curang, Sebut Para Ridernya Pasti Tahu
- Kru Maverick Vinales Positif Covid-19, Bos Yamaha Dikarantina
- Hasil FP2 Moto2 Eropa: Enea Bastianini Kalahkan Sam Lowes
- Tes PCR Ketiga Negatif, Valentino Rossi Akhirnya Balapan di MotoGP Eropa
- Hasil FP2 MotoGP Eropa: Jack Miller Lagi-Lagi Tercepat
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 24 Juli 2026 01:00Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
-
Liga Inggris 23 Juli 2026 22:03Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 24 Juli 2026 01:09Tak Terima Diputus, Pria di Pati Bacok Mantan Kekasih
-
Liputan6 23 Juli 2026 23:43Polisi Ditikam Saat Kawal Mediasi Kasus di Rumah Kepala Desa
-
Liputan6 23 Juli 2026 23:16Momen Mentan Bantu Korban Kecelakaan hingga Telat Rapat dengan Prabowo
-
Liputan6 23 Juli 2026 22:10Prabowo Sebut Koalisi Pemerintah Senapas, Yakin PDIP Akan Bersama
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306025/original/092003100_1784830178-IMG-20260723-WA0127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306002/original/020394900_1784825028-IMG_1190.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305997/original/091903700_1784823366-89568794-B5E5-4F02-BDC2-9CE57EBB9058.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305993/original/036458400_1784821760-IMG_6032.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305984/original/092121400_1784820529-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_19.46.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305972/original/066888600_1784815774-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_20.52.55.jpeg)
