
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, menyatakan pihaknya masih sangat membutuhkan jasa Jonas Folger sebagai test rider MotoGP mereka. Atas alasan ini, Jarvis menyatakan keberatan bila rider asal Jerman itu ingin kembali balapan di Moto2 musim depan.
Yamaha, yang selama ini menjalani aktivitas uji coba di Jepang, membentuk tim uji coba kedua di Eropa pertengahan tahun lalu, menyusul buruknya performa YZR-M1. Folger, yang pernah membela Monster Yamaha Tech 3 pada 2017, ditunjuk sebagai test rider usai mengalami masalah kebugaran pada awal 2018.
Meski begitu, aktivitas tim uji coba Yamaha di Eropa belum terlalu intensif seperti para rival. Folger juga baru beberapa kali menjalani uji coba di atas M1, dan belum dilibatkan terlalu dalam pada proses pengembangan motor tersebut. Jarvis pun mengaku masih menggodok rencana lebih matang untuk 2020.
"Kami masih jauh dari kata 'selesai' dengan Jonas. Kami mulai merancang rencana ideal untuk tim uji coba MotoGP pada Juli. Kami harus berpikir secara fundamental. Kami sudah membentuk tim uji coba di Eropa, tapi kami juga punya tim serupa di Jepang," ungkapnya seperti yang dilansir Speedweek.
Jarvis mengaku Yamaha masih menimbang-nimbang apakah ini saat yang tepat untuk mengalihkan seluruh kegiatan uji coba ke Eropa. Mereka juga tengah mengevaluasi performa Folger. "Kami sibuk memikirkan semua rencana dan pertimbangan ini sejak MotoGP Jerman. Kami juga telah bicara dengan Jonas," ujarnya.
Tak Mau Folger Jadi 'Double Agent'

Di lain sisi, Yamaha punya dilema baru. Baru-baru ini, mereka mengizinkan Folger menjadi pengganti sementara Khairul Idham Pawi di Moto2 bersama Petronas Sprinta Racing. Usai tiga balapan, Folger sadar masih mampu kompetitif, dan secara publik menyatakan keinginan untuk kembali balapan secara penuh di Moto2 musim depan.
"Jonas meminta izin dan kami memberikannya. Kami bakal sulit memberi izin bila ia harus membela tim lain. Tapi SIC Team adalah partner kami di MotoGP. Tapi jika Jonas ingin balapan secara penuh di Moto2, tak diragukan lagi programnya bakal bertambah akibat program uji coba MotoGP," ungkap Jarvis.
Jarvis mengaku tak mau konsentrasi rider 26 tahun itu terpecah. "Kami tak mau rider yang mengendarai motor kami lalu balapan di Moto2. Kami butuh test rider yang selalu ada saat dibutuhkan. Jadi kami harus menunggu apakah Jonas bakal dapat kontrak untuk balapan secara penuh pada 2020," tuturnya.
Bakal Sediakan Tiga Wildcard
Jarvis pun mengaku pihaknya cukup puas atas jasa Folger sejauh ini, meski ia harus menjalani proses belajar membedakan peran test rider dengan pebalap. Jika Folger mau bertahan sebagai test rider Yamaha, Jarvis juga bersedia menyediakan tiga fasilitas wildcard untuknya musim depan.
"Itu sebuah kemungkinan. Kami juga akan punya tim uji coba MotoGP pada 2020, meski keputusan final masih belum diambil. Tapi jika saya ditanya apakah kami merencanakan fasilitas wildcard, maka jawaban saya adalah 'ya'," tutup Jarvis.
Selama berkarir di Grand Prix, Folger mengoleksi 24 podium dan lima kemenangan. Salah satu performanya yang paling gemilang adalah finis kedua di MotoGP Jerman 2017, usai bersaing sengit dengan Marc Marquez dalam memperebutkan kemenangan.
Baca Juga:
- Liburan Musim Panas, Marc Marquez Pamer Kemesraan dengan Pacar
- Tertinggal dari Marquez, Petrucci Minta Ducati Serius Berbenah
- 'Rossi Ikon MotoGP, Tapi Marquez Lebih Sering Dibicarakan'
- Agostini Soal Rossi: Atlet Hebat Pasti Hampa usai Pensiun
- 'Lorenzo Putuskan Pergi ke Honda Bahkan Sebelum Didepak Ducati'
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 21:21Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
-
Bola Indonesia 21 Juli 2026 21:07Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
-
Bola Indonesia 21 Juli 2026 20:59Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 21:14Megawati: Kudatuli Simbol Ketidakadilan
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:47Fakta Baru Mayat Pria Mengapung di Bakauheni
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:35Prabowo Tunjuk 5 Pejabat Baru BGN, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:22Satgas PRR Minta Pemda Gerak Cepat Siapkan Lahan Hunian Tetap
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:15Kemendagri Ungkap Kunci Percepatan Eliminasi TBC
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:06Staf Pemkot Parepare Minta Maaf Usai Insiden Flare Nobar Piala Dunia
MOST VIEWED
Yamaha Racing Indonesia Kuasai Latihan Perdana R3 BLU CRU Asia Pacific 2026: Abid Tercepat, Ditempel Sabian
Aktor Thailand Ing Asavanund Ramaikan Persaingan di Yamaha Sunder Race 2026, Turun pada Kelas R3 BLU CRU Asia-Pacific
Reynaldi Junior Wakili Indonesia di Podium Hari Pertama R3 Blu Cru Asia Pasific 2026
Bukan Juara, tetapi Paling Diburu! Ing Asavanund Jadi Magnet Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303525/original/018798800_1784639971-IMG_9409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303541/original/046071900_1784641635-1001484373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303539/original/039229800_1784640967-IMG_3166.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303527/original/059828600_1784640130-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303520/original/002158000_1784639756-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303503/original/008658600_1784639183-897503.jpg)

