
Bola.net - Sebelum MotoGP Argentina pada April lalu, kemampuan Aleix Espargaro kerap diragukan oleh banyak pihak karena ia tak pernah meraih satu pun kemenangan dalam kariernya yang panjang di Grand Prix. Namun, kini semuanya berubah. Ia bahkan jadi kandidat juara dunia, rival terdekat Fabio Quartararo.
Espargaro sendiri tak memungkiri bahwa perjalanan kariernya tidaklah biasa. Dari statusnya sebagai juara nasional Spanyol di CEV125 2004, ia malah mendapati jalan yang berliku menuju kesuksesan di masa depan. Ia bahkan sempat tak punya tim untuk dibela, sehingga kariernya terancam berakhir lebih awal.
Meski prestasinya di Grand Prix tak terlalu mentereng, Espargaro merupakan rider yang cukup populer di paddock MotoGP. Pasalnya, ia dikenal sebagai pekerja keras dan memiliki watak pantang menyerah. Hal inilah yang membuatnya dipercaya beberapa pabrikan MotoGP sebagai pemimpin pengembangan motor mereka.
Karier Espargaro di ajang Grand Prix pun diawali oleh debutnya di GP125 Valencia pada 2004 sebagai pembalap wildcard. Ia kemudian mendapatkan kontrak semusim penuh untuk musim 2005 dari Seedorf Racing, yakni tim balap milik dua eks pesepak bola tersohor, Clarence Seedorf dan Roberto Carlos.
Debut di MotoGP Bareng Pramac Ducati
Aleix Espargaro saat membela Pramac Racing di MotoGP 2010. (c) Dorna Sports/MotoGP.com
Pada 2006, Espargaro membela Wurth Honda BQR, namun harus naik ke GP250 pada pertengahan musim sebagai pengganti Martin Cardenas. Jalan menuju hasil baik pun kian berliku, puncaknya ketika tim yang seharusnya menaunginya, Italian Campetella Racing, mundur mendadak pada awal GP250 2009.
Espargaro pun tak punya tempat untuk balapan, dan ia hanya menjalani dua balapan di GP250 sebagai rider pengganti di Balatonring Team. Ia bahkan beralih profesi sebagai asisten pribadi sang adik, Pol Espargaro, yang kala itu membela Derbi Racing Team di GP125 untuk memperebutkan gelar dunia.
Pada pertengahan tahun, Espargaro mendadak dapat tawaran membela Pramac Racing, yakni tim satelit Ducati, dalam beberapa balapan. Ia menggantikan Mika Kallio, yang dipanggil ke Ducati Team sebagai pengganti Casey Stoner yang absen akibat intoleransi laktosa. Ia juga menggantikan Niccolo Canepa yang absen di dua seri terakhir akibat cedera.
Espargaro kemudian diumumkan sebagai pembalap permanen Pramac Racing untuk musim 2010. Ia memang enam kali gagal finis, namun sekalinya berlaga dengan lancar, ia selalu ikut meramaikan perebutan posisi 10 besar. Sayang, ia mengakhiri musim di peringkat 14, dan kontraknya tak diperpanjang oleh Pramac Racing.
Turun ke Moto2 dan Comeback di MotoGP
Aleix Espargaro saat membela Suzuki Ecstar di MotoGP 2016. (c) AFP
Usai terdepak dari Pramac Racing, Espargaro kemudian turun ke Moto2 pada 2011 untuk membela salah satu tim prestisius yang juga milik eks juara dunia Sito Pons, Pons Racing. Finis ketiga di Catalunya, Espargaro akhirnya mendapatkan podium perdananya di ajang Grand Prix. Sayangnya, ia mengakhiri musim di peringkat 12.
Meski tak garang di Moto2, Espargaro dapat kepercayaan besar dari Aspar Team untuk memikul proyek MotoGP mereka di kategori CRT. Mengendarai motor Aprilia CRT (ART) yang bermesin superbike, Espargaro membela skuad tersebut pada 2012 dan 2013. Meski hanya duduk di peringkat 12 dan 11 pada masing-masing musim, ia sukses menjadi 'juara' di kategori itu.
Status juara CRT ini pun bikin seisi paddock mulai menaruh rasa hormat pada Espargaro. Yamaha dan Forward Racing bahkan mengincarnya untuk musim 2014, dijadikan pemimpin proyek kategori Open yang menggantikan CRT. Meski tak mengendarai motor MotoGP yang 'murni', Espargaro meraih podium di Aragon dan mengakhiri musim di peringkat 7, yakni prestasi terbaiknya di Grand Prix.
Kiprah Espargaro di Forward Yamaha ini membuat Suzuki Ecstar tertarik menggaetnya pada 2015 sebagai pemimpin pengembangan GSX-RR bersama Maverick Vinales. Duet ini mampu membuat motor itu tampil kompetitif. Sayangnya, kolaborasi ini tak berlanjut pada 2017, karena Suzuki ingin merombak line up ridernya bersama Andrea Iannone dan Alex Rins.
'Il Capitano' dell'Aprilia Racing

Terdepak dari Suzuki Ecstar, Espargaro pun mendapatkan tempat di Aprilia Racing Team Gresini pada 2017, yang kala itu juga melakukan perombakan besar usai tak sukses bersama Alvaro Bautista, Marco Melandri, dan Stefan Bradl. Espargaro pun langsung mendapatkan kepercayaan besar untuk memimpin pengembangan RS-GP.
Sebagai bukti betapa krusialnya peran Espargaro, rider Spanyol tersebut uniknya menjadi satu-satunya rider yang tak pernah diganti oleh Aprilia sejak 2017. Justru Espargaro lah yang terus berganti tandem tiap musim, dari Sam Lowes, Scott Redding, Andrea Iannone, Bradley Smith, Lorenzo Savadori, dan kini Maverick Vinales.
Tak stabilnya lingkungan kerja Aprilia membuat progres RS-GP berjalan lelet. Hal ini sempat membuat Espargaro jengah dan bertekad pensiun dini. Namun, semua berubah sejak awal 2019, ketika eks Sporting Director Scuderia Ferrari Formula 1, Massimo Rivola, bergabung sebagai CEO Aprilia Racing. Kedatangan Rivola membuat Aprilia lebih fokus, dan Espargaro terus mengalami peningkatan.
Berkat jiwa kepemimpinannya yang tinggi, Espargaro pun mendapatkan julukan 'Il Capitano' (Sang Kapten) dari Aprilia. Status ini pun ia tegaskan lewat podiumnya di Silverstone, Inggris, tahun lalu, yakni podium perdana Aprilia di era modern MotoGP, serta yang pertama sejak GP500 Inggris 2000 di Donington Park lewat Jeremy McWilliams.
Kandidat Juara Dunia MotoGP 2022

Usai podiumnya di Silverstone kala itu, Espargaro berjanji bahwa hasil tersebut adalah tanda-tanda bahwa masa depan Aprilia di MotoGP menjanjikan. Ia dan timnya pun membuktikan hal tersebut musim ini. Kini berdiri sebagai tim pabrikan seutuhnya usai berpisah dari Gresini Racing, Aprilia Racing bersama Espargaro pun menggila.
Espargaro menggebrak lewat kemenangannya di MotoGP Argentina usai start dari pole. Itu adalah kemenangan perdana Espargaro di ajang Grand Prix, sekaligus kemenangan perdana Aprilia di kelas GP500/MotoGP. Sejak itu, ia bahkan meraih empat podium tambahan, usai finis ketiga di Portimao, Jerez, Le Mans, dan Mugello.
Berkat performanya yang mentereng ini, sekarang Espargaro menjadi kandidat juara MotoGP 2022. Uniknya, ia mencapai titik ini ketika ia bukan lagi pembalap muda. Pada 30 Juli mendatang, ia bakal menginjak usia 33 tahun. Ia adalah rider senior pertama yang memperebutkan gelar dunia MotoGP sejak Andrea Dovizioso (2019).
Setelah Seri Assen, Belanda, Espargaro menduduki peringkat kedua pada klasemen pembalap dengan 151 poin. Dengan sembilan seri tersisa, ia 'hanya' tertinggal 21 poin dari Fabio Quartararo. Akankah ia memberi kejutan dengan merebut gelar pada akhir musim nanti?
Statistik Karier Aleix Espargaro

Berikut statistik karier Aleix Espargaro di dunia balap motor, dari kiprahnya di CEV 125 (kini JuniorGP) sampai kiprahnya di MotoGP.
2003: CEV 125 - RACC Honda - Peringkat 11
2004: CEV 125 - RACC Honda - Juara
2005: GP125 - Seedorf RC3 Honda - Peringkat 16
2006: GP125 - Wurth Honda BQR Honda - Tidak Terklasifikasi
2006: GP250 - Wurth Honda BQR Honda - Peringkat 19
2007: GP250 - Blusens Aprilia - Peringkat 15
2008: GP250 - Lotus Aprilia - Peringkat 12
2009: GP250 - Balatonring Team Aprilia - Peringkat 20
2009: MotoGP - Pramac Racing Ducati - Peringkat 18
2010: MotoGP - Pramac Racing Ducati - Peringkat 14
2011: Moto2 - Pons HP40 Kalex - Peringkat 12
2012: MotoGP (CRT) - Power Electronics Aspar Aprilia - Peringkat 12 (juara kategori)
2013: MotoGP (CRT) - Power Electronics Aspar Aprilia - Peringkat 11 (juara kategori)
2014: MotoGP (Open) - NGM Forward Racing Yamaha - Peringkat 7 (juara kategori)
2015: MotoGP - Suzuki Ecstar - Peringkat 11
2016: MotoGP - Suzuki Ecstar - Peringkat 11
2017: MotoGP - Aprilia Racing Team Gresini - Peringkat 15
2018: MotoGP - Aprilia Racing Team Gresini - Peringkat 17
2019: MotoGP - Aprilia Racing Team Gresini - Peringkat 14
2020: MotoGP - Aprilia Racing Team Gresini - Peringkat 17
2021: MotoGP - Aprilia Racing Team Gresini - Peringkat 8
2022: MotoGP - Aprilia Racing - Peringkat 2 (sampai Seri Belanda)
Baca juga:
- Akur dengan Aleix Espargaro, Fabio Quartararo: Tapi Kami Tetap Musuh di Lintasan
- Ambisius Juarai MotoGP, Aleix Espargaro Tekad Jaga Pertemanan dengan Fabio Quartararo
- Joan Mir Ditolak Yamaha-Ducati, Sang Manajer: Honda Satu-satunya Pilihan
- Repsol Honda Tak Kunjung Umumkan Joan Mir, Gara-Gara Lirik Pedro Acosta?
- Jadwal Lengkap WorldSBK Inggris di Sirkuit Donington Park, 15-17 Juli 2022
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 3 September 2026 22:02Sebelum Gabung Juventus, Nick Woltemade Hampir Gabung Barcelona?
-
Liga Inggris 3 September 2026 21:34Terungkap, Chelsea Sempat Coba Angkut Gelandang ini di Deadline Day!
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 4 September 2026 11:05Julian Alvarez Hadapi Kenyataan Pahit Usai Gagal Tinggalkan Atletico
-
Liga Inggris 4 September 2026 10:54Kobbie Mainoo Tak Masuk Skuad Premier League Man Utd, tapi Tetap Bisa Main
-
Bundesliga 4 September 2026 10:45Prediksi Schalke 04 vs Bayern 5 September 2026
-
Liga Italia 4 September 2026 10:01Prediksi Inter vs Napoli 5 September 2026
-
Liga Inggris 4 September 2026 08:51Prediksi Man City vs Coventry City 5 September 2026
-
Liga Spanyol 4 September 2026 07:06Arda Guler Mulai Menempatkan Pedri di Bawah Levelnya
BERITA LAINNYA
-
otomotif 2 September 2026 16:43Hadapi Seri 9 World Supersport 2026, Aldi Satya Mahendra Bidik 10 Besar di Magny-Cours
-
otomotif 30 Agustus 2026 08:39Jadwal MotoGP Aragon 2026 Hari Ini, Minggu 30 Agustus: Live Streaming di Vidio
-
otomotif 27 Agustus 2026 18:16Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
-
otomotif 27 Agustus 2026 17:46Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
SOROT
-
Liputan6 4 September 2026 11:32Cerita Penumpang Menunggu Nyaris 1 Jam Imbas Gangguan KRL di Jakarta Kota
-
Liputan6 4 September 2026 10:58Kasus Suap Proyek Rejang Lebong, KPK Periksa Anggota DPRD Kota Bengkulu
-
Liputan6 4 September 2026 10:14Commuter Line Jakarta Kota-Bogor Kembali Normal
-
Liputan6 4 September 2026 09:45Purbaya Bakal Pangkas Lagi Anggaran MBG, Pegawai Kemenkeu Ikut Kawal
-
Liputan6 3 September 2026 21:56Skema Baru Insentif SPPG: Tak Lagi Rata Rp 6 Juta per Hari
-
Liputan6 3 September 2026 21:06SPPG di Rembang Dihentikan Sementara Buntut 777 Orang Diare Massal
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340235/original/001402400_1788496370-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_10.48.11.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340173/original/094270100_1788491671-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_10.08.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541898/original/065702400_1774924493-IMG_8482.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340027/original/072403100_1788447378-efac7633-b210-41f1-84cf-33caa6be2e9f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339686/original/063621300_1788424860-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_15.21.20__1_.jpeg)
