
Bola.net - - Pimpinan LCR Honda, Lucio Cecchinello mengaku takkan mengharuskan rider barunya, Takaaki Nakagami untuk mengikuti jejak prestasi rider Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco dalam menjalani musim perdananya di MotoGP. Hal ini disampaikan Cecchinello dalam wawancaranya bersama Speedweek.
Zarco yang merupakan juara dunia Moto2 2015 dan 2016, memang tampil menggebrak di MotoGP 2017, dengan meraih tiga podium serta konsisten 'mengganggu' persaingan papan atas. Gemilangnya performa Zarco ini pun menaikkan standar prestasi para rookie yang naik ke kelas tertinggi. Namun Cecchinello tak ingin membebani Nakagami.
"2018 akan jadi musim yang panjang bagi Taka, di mana ia harus banyak belajar. Kami tak mau memaksanya dan membebaninya. Sebelum bicara target, kami harus realistis soal potensi kami. Tak masuk akal mematok target sekarang. Pertama-tama, Taka harus memahami motor kami. Bagi rookie, MotoGP takkan mudah," ujarnya.
Johann Zarco (c) AFP
"Taka mendapat dukungan maksimal dari kami. Realistisnya, jika melihat jumlah pembalap pabrikan dan rider kuat dari tim satelit, Anda bisa finis 10-15 besar. Hasil ini bisa disebut sukses. Ini target yang masuk akal bagi rider di tahun pertama. Jika berharap lebih, maka target ini berlebihan pula," lanjut Cecchinello.
Pria Italia ini yakin kesuksesan Zarco disebabkan dua faktor. Menurutnya, rider Prancis ini diberkati talenta istimewa, ditambah Yamaha YZR-M1 yang dikenal sangat 'ramah' dengan para rookie. Dengan Honda RC213V yang justru dikenal sulit dikendalikan, maka Cecchinello yakin membandingkan musim pertama Zarco dan dengan Nakagami nantinya takkan adil.
"Jelas semua orang berkata: lihatlah Johann, apa yang ia lakukan di tahun pertama. Dia menakjubkan, tapi kesuksesan Johann punya dua faktor. Pertama, ia rider yang sangat kuat dan punya talenta spesial untuk motor-motor besar. Kedua, Yamaha lebih netral dan mudah dikendarai. Mungkin bukan tercepat, tapi mudah dipahami para rookie," tutup Cecchinello.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Januari 2026 18:54Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 21 Januari 2026 19:17 -
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026 18:57 -
Otomotif 21 Januari 2026 18:54 -
Otomotif 21 Januari 2026 18:51 -
Bola Indonesia 21 Januari 2026 18:45 -
Bola Indonesia 21 Januari 2026 18:32
MOST VIEWED
- Dijagokan Juarai MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah Karena Merasa Masih Harus Berbenah
- Toprak Razgatlioglu Sebut Target Podium di MotoGP 2026 Tidak Realistis, Pilih Tunggu 2027
- Pedro Acosta Masih Jaga Kans Gabung Skuad Valentino Rossi di MotoGP 2027, Tapi Utamakan Tim Pabrikan
- Jorge Martin Kembali Bidik Kemenangan dan Gelar Dunia di MotoGP 2026: Inilah Alasan Saya Digaet Aprilia!
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476549/original/066831900_1768790747-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479924/original/058776200_1768996184-black_box_pesawat_ATR_42-500_berhasil_ditemukan.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479400/original/088382900_1768977432-IMG_6942.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479848/original/099263500_1768993318-Wakil_Bupati_Pati_Chandra.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4843315/original/041301600_1716764000-20240526_123544.jpg)

