
Bola.net - Pemakaman jenazah bintang MotoGP Marco Simoncelli menurut rencana akan dilakukan pada hari Kamis (27/10) di kota kelahirannya Coriano, demikian dilaporkan pers Italia, Selasa (25/10) kemarin.
Simoncelli meninggal dunia di usia 24 tahun pada hari Minggu (23/10) setelah mengalami kecelakaan pada ajang Grand Prix Malaysia di Sepang. Sedangkan pada hari Selasa (25/10), Jenazahnya tiba di Italia, dengan mendarat di bandara Fiumicino, Roma.
Jenazah pebalap muda itu kemudian dibawa ke kota asalnya di provinsi Rimini tersebut, tempat semua sahabatnya berkumpul, nampak diantaranya Valentino Rossi. Dan mulai hari Rabu (26/10) ini sebuah ruang akan dibuka untuk memfasilitasi para penggemar yang akan memberikan penghormatan terakhir mereka.
Upacara pemakaman di gereja Santa Maria di Coriano akan bersifat pribadi hanya untuk anggota keluarga, teman dekat, rekan sesama pebalap serta tim Gresini-nya.
Pihak berwenang telah meminta para penggemarnya agar tidak memenuhi jalanan, dengan menyatakan bahwa kota itu tidak akan dapat menampung sejumlah besar fans yang berduka yang diperkirakan bakal berdatangan ke Coriano.
Ketika berbicara dengan Gazzetta dello Sport, ayah Simoncelli, Paolo, mengucapkan terima kasih atas semua perhatian atas kematian putranya itu.
"Saya senang kalian semua berada di sini karena saat-saat tersulit baru akan terjadi Kamis malam. ketika segala sesuatunya sudah selesai dan kami akan sendiri disini," ujarnya kepada wartawan.
"Terima kasih kepada kalian semua dan saya benar-benar bermaksud mengatakannya. Saya tersentuh melihat bagaimana reaksi orang di seluruh penjuru dunia atas kematian anak saya. Saya tentu bodoh jika tidak menyadari betapa penting Marco bagi banyak orang," ujar Paolo.
"Dia sangat spesial, orang-orang memahami dia itu jujur, Marco adalah pribadi yang bersih," tambah ayahnya tersebut.
Simoncelli meninggal dunia di usia 24 tahun pada hari Minggu (23/10) setelah mengalami kecelakaan pada ajang Grand Prix Malaysia di Sepang. Sedangkan pada hari Selasa (25/10), Jenazahnya tiba di Italia, dengan mendarat di bandara Fiumicino, Roma.
Jenazah pebalap muda itu kemudian dibawa ke kota asalnya di provinsi Rimini tersebut, tempat semua sahabatnya berkumpul, nampak diantaranya Valentino Rossi. Dan mulai hari Rabu (26/10) ini sebuah ruang akan dibuka untuk memfasilitasi para penggemar yang akan memberikan penghormatan terakhir mereka.
Upacara pemakaman di gereja Santa Maria di Coriano akan bersifat pribadi hanya untuk anggota keluarga, teman dekat, rekan sesama pebalap serta tim Gresini-nya.
Pihak berwenang telah meminta para penggemarnya agar tidak memenuhi jalanan, dengan menyatakan bahwa kota itu tidak akan dapat menampung sejumlah besar fans yang berduka yang diperkirakan bakal berdatangan ke Coriano.
Ketika berbicara dengan Gazzetta dello Sport, ayah Simoncelli, Paolo, mengucapkan terima kasih atas semua perhatian atas kematian putranya itu.
"Saya senang kalian semua berada di sini karena saat-saat tersulit baru akan terjadi Kamis malam. ketika segala sesuatunya sudah selesai dan kami akan sendiri disini," ujarnya kepada wartawan.
"Terima kasih kepada kalian semua dan saya benar-benar bermaksud mengatakannya. Saya tersentuh melihat bagaimana reaksi orang di seluruh penjuru dunia atas kematian anak saya. Saya tentu bodoh jika tidak menyadari betapa penting Marco bagi banyak orang," ujar Paolo.
"Dia sangat spesial, orang-orang memahami dia itu jujur, Marco adalah pribadi yang bersih," tambah ayahnya tersebut.
(ant/mac)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 5 April 2026 00:46 -
Liga Inggris 5 April 2026 00:37 -
Liga Spanyol 5 April 2026 00:15 -
Liga Spanyol 4 April 2026 23:46 -
Liga Inggris 4 April 2026 23:30 -
Bundesliga 4 April 2026 23:28
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546481/original/093900200_1775308550-Persebaya_vs_Persita.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500251/original/094132900_1770847449-000_974E3FU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546473/original/070798600_1775308121-unnamed__55_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546439/original/023859300_1775300639-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5546425/original/053839400_1775297732-Potret_penggawa_pada_45_menit_pertama.______PSMPERSIS_-__LaskarSambernyawa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546395/original/009180300_1775294144-Breath_of_Fire_IV_Steam_vs_GOG__Mana_yang_Lebih_Layak_Dibeli_.jpg)
