
Bola.net - Baru-baru ini, enam kali juara dunia, Max Biaggi mengenang rivalitasnya dengan Valentino Rossi. Berduel sejak GP500 2000 sampai MotoGP 2004, The Roman Emperor pun melihat bahwa The Doctor tak punya begitu banyak kelemahan. Itulah yang membuat Rossi jadi salah satu pembalap terhebat sepanjang masa.
Rossi dan Biaggi memang diketahui sudah jadi rival pahit sebelum turun di kelas yang sama, yakni ketika Rossi masih di GP125 dan Biaggi di GP250. Perseteruan pun makin memanas ketika Rossi menyusul Biaggi ke GP500 pada 2000. Tak hanya kerap duel di trek, mereka juga kerap bertengkar di luar lintasan.
Baik Rossi maupun Biaggi sama-sama mengakui, rivalitas mereka dipicu oleh media massa yang kerap kali membanding-bandingkan mereka, siapa yang berhak jadi anak emas Italia. Lewat BBC Sport, Biaggi pun mengaku hal ini membuat rivalitas menjadi sangat sengit dan sulit diperbaiki.
Bukan Paling 'Bersih', Tapi Sangat Bertalenta

"Kami menjalani begitu banyak musim bersama dan kami adalah rival. Kami punya berkebangsaan sama, dan ini bikin rivalitas kami jadi sangat nyata. Bersamanya di trek, Anda takkan pernah tahu bagaimana balapan itu akan berakhir. Ia selalu tampil baik sejak start," ujar Biaggi seperti yang dikutip Corsedimoto, Kamis (9/12/2021).
Rossi dan Biaggi uniknya belakangan mengakui sudah saling sapa ketika berjumpa di paddock MotoGP, dan mulai melupakan permusuhan mereka. Alhasil, kini Biaggi tak lagi mau banyak bicara soal perseteruan mereka di luar trek, dan lebih memilih mengingat kenangan manis maupun pahit ketika saling berebut hasil baik.
"Vale tak punya banyak kelemahan, namun menyenangkan bisa balapan melawan rider bertalenta seperti itu. Vale beradaptasi dengan banyak gaya balap. Pengeremannya kuat, bahkan di kondisi basah. Ia bukan rider 'terbersih' karena gaya balapnya memang bukan yang paling 'bersih'. Namun, ia mampu meraih hasil menakjubkan selama 20 tahun," ungkapnya.
Teringat Duel GP500 Australia 2001
Valentino Rossi - Nastro Azzurro Honda (c) MotoGP.com
Salah satu duel yang diingat Biaggi adalah ketika mereka memperebutkan kemenangan dalam GP500 Australia 2001 di Sirkuit Phillip Island. Kala itu, Rossi menang dengan margin 0,013 detik dari Biaggi usai melakukan aksi salip tak terduga tepat pada lap pemungkas. Melihat ke belakang, Biaggi tak sakit hati, dan malah takjub.
"Saya ingat di Australia, ketika ia menang 0,01 detik. Wow, balapan itu hebat. Saya tak mengira bakal disalip pada lap terakhir dan finis kedua dengan margin yang sangat kecil. Balapan seperti ini membuat adrenalin terpacu. Bahkan pada hari yang buruk, balapan itu tetap hebat. Ribuan orang ada di sana untuk menyaksikan duel yang hebat," tutupnya.
Sebagai bukti bahwa mereka sudah berbaikan, Rossi bahkan sempat mengundang Biaggi untuk ikut balapan La 100km dei Campioni di Motor Ranch, Tavullia, Italia, pada 3-5 Desember lalu. Sayangnya, Biaggi tak bisa memenuhi undangan itu karena harus menghadiri FIM Gala di Monako untuk mengapriesiasi para juara dunia 2020 dan 2021.
Sumber: BBC Sport, Corsedimoto
Baca Juga:
- Selalu Lebih Garang Pakai Motor Besar, Remy Gardner Tekad Teruskan Tradisi di MotoGP
- Makin Serius Geluti Balap Mobil, Valentino Rossi Jajal Mobil Audi GT3 di Valencia
- Verstappen-Hamilton Rebutan Gelar F1 di Abu Dhabi, Siapa yang Dijagokan Para Rival?
- Verstappen-Hamilton Tak Cemas Saling Tabrak di Formula 1 GP Abu Dhabi
- Max Biaggi: Valentino Rossi adalah Pilar Terakhir dari Generasi Saya
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 20:00Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 19:40Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:22Satgas PRR Minta Pemda Gerak Cepat Siapkan Lahan Hunian Tetap
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:15Kemendagri Ungkap Kunci Percepatan Eliminasi TBC
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:06Staf Pemkot Parepare Minta Maaf Usai Insiden Flare Nobar Piala Dunia
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:52Prajurit TNI Dibunuh di Tangerang, Empat Pelaku Ditangkap
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:43Pesan Megawati untuk Anak Muda
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:38Prabowo Beri Tenggat Sebulan, BGN Siap Bongkar Ulang Penerima MBG
MOST VIEWED
Yamaha Racing Indonesia Kuasai Latihan Perdana R3 BLU CRU Asia Pacific 2026: Abid Tercepat, Ditempel Sabian
Aktor Thailand Ing Asavanund Ramaikan Persaingan di Yamaha Sunder Race 2026, Turun pada Kelas R3 BLU CRU Asia-Pacific
Reynaldi Junior Wakili Indonesia di Podium Hari Pertama R3 Blu Cru Asia Pasific 2026
Bukan Juara, tetapi Paling Diburu! Ing Asavanund Jadi Magnet Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303527/original/059828600_1784640130-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303520/original/002158000_1784639756-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303503/original/008658600_1784639183-897503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303499/original/027949900_1784638381-TKP_Prajurit_TNI_Dibunuh_di_Tangerang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303488/original/013324200_1784637812-IMG_9431.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303483/original/026947400_1784637516-IMG_3166.jpeg)

