Michelin Sebut Marc Marquez Bukan Satu-satunya Rider yang Alami Velg Penyok di MotoGP Thailand 2026

Michelin Sebut Marc Marquez Bukan Satu-satunya Rider yang Alami Velg Penyok di MotoGP Thailand 2026
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (c) Ducati Corse

Bola.net - Manajer Michelin Motorsport, Piero Taramasso, mengaku Marc Marquez bukanlah satu-satunya pembalap yang mengalami kerusakan velg dalam pekan balap MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, 27 Februari-1 Maret 2026.

Dalam balapan utama pada Minggu (1/3/2026), Marquez mampu bertahan di posisi kedua selepas start. Namun, pada pertengahan balap, rider Spanyol ini sengit berebut posisi ketiga kontra Jorge Martin dan Pedro Acosta.

Pada Lap 21, saat melaju di posisi keempat, ia mengalami selip di tengah Tikungan 4, sehingga melebar keluar trek. Saat itulah ban belakangnya membentur kerb. Benturan ini ternyata merusak velg, sehingga bannya meledak.

Akibat Bentuk Kerb dan Cuaca Panas

Velg dan ban belakang Marc Marquez mengalami kerusakan dalam balapan MotoGP Thailand 2026. (c) MotoGPVelg dan ban belakang Marc Marquez mengalami kerusakan dalam balapan MotoGP Thailand 2026. (c) MotoGP

"Itulah yang dikatakan Marc kepada kami. Dia bilang, 'Satu-satunya kesalahanku adalah melebar'. Ia menabrak kerb, velgnya bengkok, sehingga udara keluar dan ban terlepas," ujar Taramasso kepada Canal+ seperti yang dikutip Motorsport.com.

Uniknya, pria Italia ini menyatakan Michelin mendapati velg dari beberapa pembalap lain juga penyok sepanjang akhir pekan. Taramasso pun meyakini bahwa insiden-insiden ini dipengaruhi bentuk kerb dan cuaca panas.

"Sangat disayangkan bagi Marc, karena saat itu dia tercepat di lintasan. Kami mengalami masalah ini sepanjang akhir pekan, banyak velg yang bengkok ketika kembali ke tenda kami karena sangat panas," katanya.

Jorge Martin Alami Insiden yang Mirip

Taramasso juga menyatakan komponen ban yang dibawa Michelin ke Thailand memang sangat lunak, sehingga mudah tergerus oleh kerb. Insiden serupa bahkan nyaris dialami Jorge Martin di Sprint sehari sebelumnya.

Usai Sprint, Martin sempat diinvestigasi oleh FIM Stewards atas potensi pelanggaran batas minimum tekanan ban. "Materialnya sangat lunak dan kerbnya sangat agresif," ungkap Taramasso.

"Hilangnya tekanan udara ban depan Jorge kemarin adalah hal yang sama. Ia menabrak kerb, velg depan bengkok, dan udara keluar. Jorge mengalami kebocoran perlahan dan Marc langsung kehilangan udara dalam sekejap," pungkasnya.

Sumber: Canal+, Motorsportcom