
Bola.net - MotoGP resmi mengubah prosedur startnya akibat kekacauan Seri Austin, Amerika Serikat, yang dipicu taktik rider Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. Keputusan ini diambil oleh Grand Prix Commission (GPC), yang berisi Federasi Balap Motor Internasional (FIM), Asosiasi Pabrikan (MSMA), Asosiasi Tim Balap (IRTA), dan Dorna Sports.
Sesaat sebelum start balapan pada 30 Maret 2025 itu, hujan gerimis turun sehingga para rider berbeda pilihan ban. Sebagian besar memilih ban slick usai hujan mulai reda, tetapi beberapa memilih ban basah, termasuk Marquez. Uniknya, sesaat sebelum warm up lap, Marquez berlari ke pit lane dan berniat ganti ke motor kedua dengan setelan kering.
Melihat taktik Marquez, sembilan rider lain ikut berlari untuk melakukan hal yang sama. Race Direction lalu mengibarkan bendera merah tanda start ditunda atas alasan keselamatan. Uniknya, 10 pembalap yang berlari tersebut mengira, dengan berganti motor, mereka 'hanya' akan dihukum menjalani warm up lap dan start dari pitlane.
Tidak Bedakan Kasus Keputusan Pribadi dengan Kasus Kendala Teknis

Padahal, hukuman yang mereka kira tak sesuai buku Regulasi FIM Grand Prix saat itu. Menurut regulasi, jika mereka ganti motor sesaat sebelum warm up lap, maka mereka harus menjalani warm up lap dari pit lane, lalu kembali ke posisi startnya sesuai kualifikasi, dan dijatuhi hukuman berupa ride through penalty selepas start.
Melihat kekacauan ini, GPC memutuskan mengubah aturan prosedur start menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti. Rapatnya pun digelar di Jerez, Spanyol, pada 25 April 2025. Dokumen resminya diterbitkan di situs FIM pada 30 April 2025, dan diumumkan kepada publik di MotoGP.com pada Selasa (5/6/2025).
Untuk menyederhanakan prosedur dan protokol sebelumnya, mulai sekarang MotoGP akan menjatuhkan penalti bagi pembalap yang meninggalkan atau tidak bergabung ke grid, tanpa membedakan apakah pembalap tersebut keluar dari grid karena kendala teknis atau untuk mengganti ban akibat perubahan cuaca.
Hukumannya Juga Diganti
Hukuman ride through penalty pun diubah menjadi dua long lap penalty bagi pembalap yang keluar grid. Aturan ini juga berlaku untuk Moto2, Moto3, dan MotoE. "Jika pembalap meninggalkan grid atas alasan apa pun, ia wajib memulai warm up lap dari pit lane, kembali ke posisi grid semula, dan menjalani dua long lap penalty standar," tulis MotoGP.
"Ketentuan ini juga berlaku bagi pembalap yang tidak menuju grid sama sekali. Sesuai aturan yang berlaku saat ini, jika seorang pembalap melewatkan warm up lap, maka ia harus start balapan dari pit lane. Dalam semua situasi ini, pergantian motor diperbolehkan di kelas MotoGP, di mana setiap pembalap memiliki dua motor," lanjut mereka.
MotoGP juga menyatakan, penalti keterlambatan waktu bagi pembalap yang memulai balapan dari pit lane tetap tidak berubah. Selain itu, batas maksimum 10 pembalap yang boleh memulai balapan dari pit lane juga tetap diberlakukan. Namun, aturan ini tidak berlaku untuk warm up lap.
Agar Pembalap, Tim, dan Fans MotoGP Mudah Memahami
Kejuaraan balap motor terakbar di dunia ini juga berharap perubahan aturan prosedur start ini tak hanya memudahkan pemahaman pembalap dan tim MotoGP, Moto2, Moto3, dan MotoE, melainkan juga memudahkan pemahaman para penggemar balap motor.
"Tidak memungkinkan untuk menentukan apakah seorang pembalap meninggalkan grid karena masalah teknis yang nyata atau hanya untuk mengganti setelan motor/ban, sehingga penalti harus disamaratakan dalam kedua kasus tersebut," tulis mereka.
"Regulasi baru ini menyederhanakan aturan bagi semua pihak, termasuk penggemar dan penonton, sekaligus tetap memberikan keuntungan bagi pembalap yang telah memilih ban dengan tepat," pungkas mereka. Aturan ini pun efektif diberlakukan mulai Seri Prancis di Le Mans, 9-11 Mei 2025.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
-
Otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
-
otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
-
otomotif 31 Oktober 2026 10:32Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
Ducati Berpeluang 'Team Order' di MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Kirim Sinyal Tentang Alex Marquez
Aspal Sirkuit Sepang Hancur Jelang MotoGP Malaysia 2026, Pembalap Mengeluh Sebut Lintasan Mirip Arena Motocross!
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
MotoGP Petronas Grand Prix of Malaysia 2026: Marquez Ingin Menjauh, Aprilia Menolak Menyerah
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
