
Bola.net - Penghormatan untuk almarhum Marco Simoncelli datang dari sang ayah, Paolo Simoncelli dalam sebuah wawancara di TV Italia, bersama ibunda dan kekasih pembalap kribo itu yang mengungkapkan duka dan kebanggaan mereka.
Marco Simoncelli, 24 tahun tewas dalam kecelakaan di Sirkuit Sepang Malaysia, hari Minggu kemarin, saat lomba baru memasuki lap kedua.
Pembalap Italia berjuluk SuperSic itu sepekan sebelumnya meraih posisi terbaiknya di MotoGP ketika finis kedua di GP Australia, namun kecelakaan tragis yang juga melibatkan Valentino Rossi dan Colin Edwards itu menyudahi karirnya lebih dini.
"Marco adalah pribadi yang sangat spesial. Di atas segalanya, ia jujur dan sungguh tulus," tutur Paolo pada acara TV Matrix.
Sebuah tayangan video yang muncul di masyarakat menunjukkan jika marshal lomba sempat menjatuhkan tubuh Simoncelli dari tandu saat mereka buru-buru memindahkannya dari track, namun Paolo tak mau membesar-besarkan insiden itu.
"Marco sudah meninggal kala itu. Saya ada di sana dan itu takkan mengubah apapun. Saat mereka datang dengan tandu, saya memegang tangan Marco, saya mencoba menyalaminya, tapi ia sudah pergi, tak ada yang bisa dilakukan," tambahnya.
Satu-satunya penyesalan yang dirasakan Paolo terkait kecelakaan itu sendiri adalah mengapa putranya tak mencoba melompat dari motornya di saat ia sudah kehilangan kendali.
"Marco adalah pejuang. Ia tak pernah menyerah, itulah sebabnya mengapa ia tak mau mencoba meninggalkan motornya," katanya lebih lanjut.
Paolo Simoncelli juga mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan yang telah diberikan semua pihak untuk ia dan keluarganya.
"Saya ingin berterima kasih pada pemerintah Malaysia, duta besar Italia dan personel sirkuit yang tak pernah meninggalkan kami sedetik pun. Mereka sudah sangat luar biasa," pujinya.
"Saat kami tiba di Roma, semua orang ada di sana. Dari pemerintah hingga ratusan orang yang berhenti bekerja untuk memberi aplaus pada Marco. Jika saya katakan saya bahagia, itu sama saja omong kosong, namun semua kasih sayang mendalam ini adalah hal yang indah."
Rencananya jenazah Marco Simoncelli akan dimakamkan hari ini, Kamis (27/10) di kota kelahirannya Coriano. (crash/row)
Marco Simoncelli, 24 tahun tewas dalam kecelakaan di Sirkuit Sepang Malaysia, hari Minggu kemarin, saat lomba baru memasuki lap kedua.
Pembalap Italia berjuluk SuperSic itu sepekan sebelumnya meraih posisi terbaiknya di MotoGP ketika finis kedua di GP Australia, namun kecelakaan tragis yang juga melibatkan Valentino Rossi dan Colin Edwards itu menyudahi karirnya lebih dini.
"Marco adalah pribadi yang sangat spesial. Di atas segalanya, ia jujur dan sungguh tulus," tutur Paolo pada acara TV Matrix.
Sebuah tayangan video yang muncul di masyarakat menunjukkan jika marshal lomba sempat menjatuhkan tubuh Simoncelli dari tandu saat mereka buru-buru memindahkannya dari track, namun Paolo tak mau membesar-besarkan insiden itu.
"Marco sudah meninggal kala itu. Saya ada di sana dan itu takkan mengubah apapun. Saat mereka datang dengan tandu, saya memegang tangan Marco, saya mencoba menyalaminya, tapi ia sudah pergi, tak ada yang bisa dilakukan," tambahnya.
Satu-satunya penyesalan yang dirasakan Paolo terkait kecelakaan itu sendiri adalah mengapa putranya tak mencoba melompat dari motornya di saat ia sudah kehilangan kendali.
"Marco adalah pejuang. Ia tak pernah menyerah, itulah sebabnya mengapa ia tak mau mencoba meninggalkan motornya," katanya lebih lanjut.
Paolo Simoncelli juga mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan yang telah diberikan semua pihak untuk ia dan keluarganya.
"Saya ingin berterima kasih pada pemerintah Malaysia, duta besar Italia dan personel sirkuit yang tak pernah meninggalkan kami sedetik pun. Mereka sudah sangat luar biasa," pujinya.
"Saat kami tiba di Roma, semua orang ada di sana. Dari pemerintah hingga ratusan orang yang berhenti bekerja untuk memberi aplaus pada Marco. Jika saya katakan saya bahagia, itu sama saja omong kosong, namun semua kasih sayang mendalam ini adalah hal yang indah."
Rencananya jenazah Marco Simoncelli akan dimakamkan hari ini, Kamis (27/10) di kota kelahirannya Coriano. (crash/row)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 20 Juni 2026 15:45Man of the Match Turki vs Paraguay: Matias Galarza
-
Piala Dunia 20 Juni 2026 12:57Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 20 Juni 2026 10:59Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 20 Juni 2026 10:47Man of the Match Brasil vs Haiti: Vinicius Junior
BERITA LAINNYA
-
otomotif 15 Juni 2026 16:06Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
SOROT
-
Liputan6 20 Juni 2026 14:19Isi Percakapan di Telepon Genggam Sony Sonjaya yang Dibongkar Jaksa
-
Liputan6 20 Juni 2026 07:55Prabowo Dorong Akademi Olahraga, Bina Calon Atlet Sejak Usia 8 Tahun
-
Liputan6 19 Juni 2026 23:50Kesaksian Warga Sebelum Istri Tewas Dicekik Suami
-
Liputan6 19 Juni 2026 22:48Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti
-
Liputan6 19 Juni 2026 22:05Demo Depan DPR Usai, Jalan Gatot Subroto Dibuka Lagi
HIGHLIGHT
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Ar...
5 Pemain yang Bisa Direkrut Liverpool Setelah Penu...
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Jua...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261730/original/044268900_1781756195-IMG_3586.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263328/original/010998600_1781883632-40d61759-e5b4-4164-b814-01ba8afee642.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263345/original/081855100_1781887842-IMG_20260619_205520.v1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263286/original/078037600_1781877229-IMG_4038.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263316/original/003749800_1781881522-IMG_4134.jpeg)
