FOLLOW US:


Rider Prancis Juarai Kelas FFA 450 Internasional TGAIC di Boyolali

15-12-2019 09:40

 | Serafin Unus Pasi

Rider Prancis Juarai Kelas FFA 450 Internasional TGAIC di Boyolali
Rider Prancis, Germain Vincenot memenangkan Trial Game Asphalt International Championship 2019, © Bola.net/Arie Sunaryo

Bola.net - Rider Prancis, Germain Vincenot meraih poin penuh dan mengamankan gelar juara kelas FFA 450 Internationalajang adu balap supermoto bergengsi, Trial Game Asphalt International Championship 2019, di Sirkuit Boyolali, Sabtu (14/12) malam. Sejak start, trio rider Prancis Sylvain Bidart, Maxime Lacour dan Germain Vincenot memang menguasai barisan terdepan. Dan hasilnya, dari dua race yakni Moto 1 dan Moto 2, membawa Germain Vincenot juara.

Dalam balap 15 putaran tersebut Germain mencatatkan waktu 14 menit 05 detik. Di posisi kedua ditempati Sylvain dengan catatan waktu 14 menit 06 detik. Ditempat ketiga, rider Inggris Lewis Cornish mencatat waktu 14 menit 07 detik. Sedangkan pembalap tanah air, Doni Tata berada di urutan ke 5 dibawah Maxime. Rider tuan rumah asal Solo Ivan Harry Nugroho berada di posisi keenam dengan catatan waktu 14:37:190.

Sementara itu, di kelas utama FFA 250, rider asal Malang Farudilla Adam dinobatkan menjadi juara umum setelah sukses mengumpulkan 47 poin di seri kelima ini. Di posisi kedua, ditempati pembalap asal Surabaya Tommy Salim dengan total poin 43. Pembalap asal Ivan Harry Nugroho berada di peringkat ketujuh dengan total poin 30

Trio rider Perancis, Germain Vincenot, Sylvain Bidart dan Maxime Lacour mengaku sangat tertantang berlaga TGAIC 2019 di Sirkuit Boyolali. Mereka mengaku mendapat pengalaman baru dengan kondisi sirkuit yang berbeda dibanding di Eropa.

"Sirkuit disini sangat berbeda sekali di Perancis. Di Eropa tidak hanya aspal namun ada dirt. Disini berbeda, harus lebih mengenal, sangat tidak mudah,” ujar Sylvain Bidart, seusai balapan.

Bagaimana perasaan para rider asal Prancis saat mengikuti ajang bergengsi ini? Simak selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1

Persaingan Sengit

Kendati demikian ia mengaku tertantang dan justru mendapatkan pengalaman baru. Dengan kondisi turun hujan, ia mengaku persiapan yang telah dilakukan harus dimulai dari nol. Berlaga di Asia merupakan pertama kali baginya. Sehingga tampil di sirkuit Indonesia menjadi pengalaman berharga.

"Saya kagum dengan pembalap pembalap Indonesia karena cukup cepat dan baik," katanya.

Sementara itu, Germain Vincenot mengaku rival terberatnya adalah Sylvian. Namun beruntung ia bisa mengalahkannya. Ia mengaku sudah beberapa kali tampil di Indonesia. .

“Persaingan di sini sangat sportif. Saya juga harus beradaptasi dengan motor yang diberikan dalam TGA. Terimakasih Tommy Salim yang sudah meminjamkan motornya,” kata Germain.

Sedangkan Maxime Lacour mengaku sempat terteter di posisi delapan. Namun hal itu bukan karena track, melainkan akibat mekanikal problem dan suspensi yang dimiliki tidak memiliki good feeling. Dirinya ikut TGAIC karena merupakan kesempatan yang baru. Apalagi dirinya juga belum pernah datang ke Indonesia.

"Ini merupakan kesukaan dan saya ingin beradu balap dengan rider Indonesia," tutupnya.

(Bola.net/Arie Sunaryo)