
Bola.net - Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta, Yudiarto menyebut jika pembatasan sponsor rokok akan berdampak buruk bagi gelaran even-even sport Indonesia.
Berdasarkan PP 109/2012 tentang pengendalian produk tembakau, memang menyuratkan sponsor rokok tidak boleh memasang logo dan menampilkan nama produk pada even yang disponsori.
"Kalau sponsor rokok untuk dunia olahraga dilarang, tolong siapkan alternatif penggantinya. Sebab, olahraga akan mati," katanya.
Menurutnya, ketergantungan atlet terhadap bantuan dana dari produk rokok, masih sangat besar. Apalagi, para produsen rokok adalah yang paling siap menggelontorkan dana.
Tercatat, Ikatan Motor Indonesia menggelar sedikitnya dua event otomotif tiap minggu di setiap provinsi di Indonesia. Paling tidak, 50 even setiap minggu, baik itu gokart, reli mobil, motocross, di tingkat provinsi hingga ke tingkat kampung. Dari 50 even itu, yang disponsori rokok mencapai 30 even, dengan nilai ekonomi minimal Rp 100 juta per even.
"Kalau dalam setahun efektif ada 40-an event, maka nilai sponsor kegiatan otomotif mencapai Rp 120 miliar per tahun," tutur Tjahjadi Gunawan, seorang promotor yang banyak berkecimpung di even-even otomotif nasional.
Selain nilai ekonomi, masih ada industri yang bekerja dari bengkel-bengkel mobil atau motor peserta lomba. Tiap even setidaknya ada ratusan peserta lomba yang terlibat.
"Totalnya, bisa ribuan orang yang terlibat. Belum lagi, termasuk yang jualan makanan-minuman, pengurus parkir, penginapan yang dipakai kru-kru pebalap dan banyak lagi," tambah Gunawan.
Dampak dari aturan tersebut, dipastikan sangat besar dan berantai. Masalah ini menjadi kekhawatiran dunia olahraga karena pasal-pasal dalam PP 109/2012 yang intinya adalah pelarangan sponsor industri rokok di dunia olahraga.
Pasal 36 pada PP 109/2012 menyatakan produk tembakau yang mensponsori suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image, tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau. Pasal yang sama, melarang pula sponsor untuk kegiatan lembaga atau perorangan yang diliput media.
Berdasarkan PP 109/2012 tentang pengendalian produk tembakau, memang menyuratkan sponsor rokok tidak boleh memasang logo dan menampilkan nama produk pada even yang disponsori.
"Kalau sponsor rokok untuk dunia olahraga dilarang, tolong siapkan alternatif penggantinya. Sebab, olahraga akan mati," katanya.
Menurutnya, ketergantungan atlet terhadap bantuan dana dari produk rokok, masih sangat besar. Apalagi, para produsen rokok adalah yang paling siap menggelontorkan dana.
Tercatat, Ikatan Motor Indonesia menggelar sedikitnya dua event otomotif tiap minggu di setiap provinsi di Indonesia. Paling tidak, 50 even setiap minggu, baik itu gokart, reli mobil, motocross, di tingkat provinsi hingga ke tingkat kampung. Dari 50 even itu, yang disponsori rokok mencapai 30 even, dengan nilai ekonomi minimal Rp 100 juta per even.
"Kalau dalam setahun efektif ada 40-an event, maka nilai sponsor kegiatan otomotif mencapai Rp 120 miliar per tahun," tutur Tjahjadi Gunawan, seorang promotor yang banyak berkecimpung di even-even otomotif nasional.
Selain nilai ekonomi, masih ada industri yang bekerja dari bengkel-bengkel mobil atau motor peserta lomba. Tiap even setidaknya ada ratusan peserta lomba yang terlibat.
"Totalnya, bisa ribuan orang yang terlibat. Belum lagi, termasuk yang jualan makanan-minuman, pengurus parkir, penginapan yang dipakai kru-kru pebalap dan banyak lagi," tambah Gunawan.
Dampak dari aturan tersebut, dipastikan sangat besar dan berantai. Masalah ini menjadi kekhawatiran dunia olahraga karena pasal-pasal dalam PP 109/2012 yang intinya adalah pelarangan sponsor industri rokok di dunia olahraga.
Pasal 36 pada PP 109/2012 menyatakan produk tembakau yang mensponsori suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image, tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau. Pasal yang sama, melarang pula sponsor untuk kegiatan lembaga atau perorangan yang diliput media.
Mantan pebalap yang kini menjadi promotor otomotif, Helmy Sungkar, mengatakan banyak prestasi atlet otomotif meningkat setelah didukung industri rokok sebagai sponsorship.
"Itu pun, tidak membuat atlet-atlet saya itu jadi perokok," tegasnya. (esa/kny)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 11:00Tepati Janji! Marc Cucurella Segera Buat Tatto Luis De La Fuente
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 10:30Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 10:00Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 08:30Usai Rogers, Chelsea Kebut Transfer Bek Timnas Prancis Ini
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 11:12Atlet Golf Putri Sempat Berteriak saat Diculik Dua Pria Berbadan Besar
-
Liputan6 21 Juli 2026 11:10Ledakan Grand Polonia: 1 Korban Tewas, 2 Masih Tertimbun
-
Liputan6 21 Juli 2026 10:49Kebakaran 3 Kontrakan di Cipayung, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Liputan6 21 Juli 2026 10:49KPK Ungkap Bupati Lombok Barat Terjerat Kasus Suap dan Gratifikasi
-
Liputan6 21 Juli 2026 10:44KPK Periksa 8 Orang usai OTT Bupati Lombok Barat
-
Liputan6 21 Juli 2026 10:36Kasus Pria Tewas di Hotel Kuningan, Polisi Ungkap Hasil Uji Senjata Api
MOST VIEWED
Yamaha Racing Indonesia Kuasai Latihan Perdana R3 BLU CRU Asia Pacific 2026: Abid Tercepat, Ditempel Sabian
Aktor Thailand Ing Asavanund Ramaikan Persaingan di Yamaha Sunder Race 2026, Turun pada Kelas R3 BLU CRU Asia-Pacific
Reynaldi Junior Wakili Indonesia di Podium Hari Pertama R3 Blu Cru Asia Pasific 2026
Bukan Juara, tetapi Paling Diburu! Ing Asavanund Jadi Magnet Yamaha Sunday Race 2026 di Mandalika
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735983/original/085805300_1707197240-pexels-kindel-media-7773263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302784/original/017664200_1784607038-23a14243-7707-421e-9976-d9dacdfb0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302742/original/046713400_1784605788-InShot_20260721_093911153.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302504/original/044809500_1784561646-IMG_20260720_220058_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302503/original/018285200_1784561646-IMG_20260720_215953_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1700256/original/092497000_1504586298-Tembak-Senjata-Api6.jpg)

