
Bola.net - 31 Maret 2021 tak hanya jadi peringatan 25 tahun debut Valentino Rossi di ajang Grand Prix, melainkan juga peringatan ulang tahun LCR Team, atau yang lebih dikenal dengan LCR Honda, yang kini menjadi salah satu tim satelit paling bergengsi di MotoGP. Kepada Corsedimoto, sang pemilik sekaligus sang manajer, Lucio Cecchinello, pun membeberkan secuil sejarah dari timnya.
LCR Team, atau Lucio Cecchinello Racing Team, dibentuk pada 1996 oleh Cecchinello sendiri, yang kala itu masih aktif menjadi pembalap di kelas 125cc. Kiprah Cecchinello mengelola tim ini pun sampai sekarang masih sangat dihormati dan disegani oleh banyak penghuni paddock MotoGP, karena ia merintisnya sebagai pemilik, manajer, sekaligus pembalapnya sendiri.
Cecchinello pun mengaku niatannya membentuk tim ini diakibatkan keterpaksaan, karena ia tak mendapatkan lampu hijau dari Carlo Pernat, pengamat MotoGP, yang pada era 1990an menjadi Direktur Balap Aprilia Racing. Pernat kala itu membawahi beberapa tim, namun ia tak bisa memberikan tempat bagi Cecchinello, karena slot terakhir disediakan untuk Valentino Rossi pada 1996.
Gara-Gara Tak Dapat Tempat di Aprilia

"Bisa dibilang Carlo memaksa saya," ujarnya sembari tertawa. "Saya tiba di Grand Prix pada 1993, dan saya berusia 23 tahun. Singkatnya, terlambat. Usai dua tahun dengan motor privat, sulit meraih poin, saya pun kembali ke Kejuaraan Eropa 125 bersama Team Pileri pada 1995. Saya pun jadi juara, namun saya sudah berusia 25 tahun, jadi pada dasarnya sudah tua."
Usai mengunci gelar juara Eropa, Cecchinello menemui Pernat di gelaran pameran motor bergengsi EICMA, yang biasa digelar di Milan, Italia. Di sana, Cecchinello menawarkan diri untuk kembali ke GP125, namun Pernat mengatakan padanya bahwa tak ada lagi tempat untuk Cecchinello di Aprilia. Alhasil, ia memutuskan membentuk tim sendiri.
"Saya tak punya rasa dengki pada Carlo, ia selalu mengatur ketertarikan Aprilia dengan cara yang sangat baik. Kala itu, ia juga punya ketertarikan untuk melakukan investasi pada anak muda yang finis ketiga di belakang saya dalam Kejuaraan Eropa 1995, yakni Vale, yang kala itu masih berusia 16 tahun," lanjut Cecchinello.
Pernah Berlaga di GP125, GP250, dan MotoGP
LCR Honda celebrates its 25th anniversary! Read more: https://t.co/InLY1L7WdR #LCR25 pic.twitter.com/g6Ikj7Fhom
— LCR Team (@lcr_team) March 31, 2021
Bekerja sama dengan Honda, Cecchinello pun turun sebagai pembalap dari timnya sendiri di GP125 1996 dan 1997. Pada 1998, ia pun menggaet Noboru 'Nobby' Ueda, runner up 1994 dan 1997, sebagai tandemnya selama tiga musim. Pada 2002, tim ini melebarkan sayapnya ke kelas GP250, menaungi Casey Stoner.
Pada 2004, Cecchinello memutuskan pensiun balapan, dan sepenuhnya fokus pada perannya sebagai pemilik dan manajer tim. Pada 2005, LCR Team kembali menggaet Stoner, dan merebut gelar runner up di GP250. Ide untuk turun di MotoGP pada 2006 pun tercetus, dan mereka berlaga dengan Stoner lagi, walau berpisah pada 2007.
Selama di MotoGP, LCR Honda telah mengoleksi 15 podium dan tiga kemenangan. Kini, mereka menaungi juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019, Alex Marquez, serta rider berpengalaman asal Jepang, Takaaki Nakagami. Cecchinello pun yakin, timnya bisa sesukses ini berkat pengalamannya memegang dua peranan sekaligus pada era 1990an.
Semua Berkat Peran Ganda di Era 1990an
Happy birthday LCR! 🥳 On March 31st 1996 LCR Team made its official debut on the world stage at Malaysian GP in 125cc class. 25 years later we're bigger, wiser but the passion is still the same! #LCR25 pic.twitter.com/sCtzsAUVM3
— LCR Team (@lcr_team) March 31, 2021
"Mengatur dua hal sekaligus bikin energi psikis saya terkuras, namun berat peran ganda ini saya juga berada di posisi yang sekarang. Sudah 25 tahun berlalu, rasanya mustahil bagi saya. Ini konfirmasi bahwa MotoGP berlalu cepat pula. Ini sebuah kebanggaan, seperempat abad berada di lingkungan yang saya cintai adalah hal yang magis," ungkap pria berusia 51 tahun ini.
Kini LCR Team pun tak hanya turun di MotoGP, melainkan juga MotoE. Lewat rilis resmi tim pada Rabu (31/3/2021), Cecchinello pun mengucapkan terima kasih kepada semua sosok dan pihak yang pernah memberikan kontribusi besar kepada timnya selama ini.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang menjadi bagian dari keluarga LCR: pembalap, teknisi, tim hospitality, staf manajemen, sponsor, dan rekan kerja sama. Mereka telah berkontribusi pada kesuksesan, perkembangan, dan keberlanjutan kami. Bersama-sama, kami sudah melewati jalan yang panjang," ungkapnya.
Sumber: Corsedimoto, LCR Honda
Video: Maverick Vinales Sukses Menangi MotoGP Qatar 2021
Baca Juga:
- Terpuruk di Seri Qatar, Jack Miller Ogah Tinggal Diam Jelang MotoGP Doha
- Ubah Strategi, Pecco Bagnaia Tekad Balas Dendam di MotoGP Doha
- Fabio Quartararo Nantikan Kesempatan Kedua untuk Menang di MotoGP Doha
- Makin Pede, Maverick Vinales Tekad Ulang Kemenangan di MotoGP Doha
- Marc Marquez Dijadwalkan Kembali ke Qatar demi Dosis Kedua Vaksin Covid-19
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Champions 7 September 2026 17:00Prediksi Skor Real Madrid vs Inter 9 September 2026
-
Liga Champions 7 September 2026 16:00Prediksi Porto vs Man City, 9 September 2026
-
Liga Inggris 7 September 2026 15:00Ini Penyebab MU Gagal Menang dari Everton versi Michael Carrick
-
Liga Spanyol 7 September 2026 14:30Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
-
Liga Spanyol 7 September 2026 14:00Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 7 September 2026 18:56Daftar Lengkap 16 Negara Peserta Piala Asia U-20 2027
-
Bola Indonesia 7 September 2026 18:50Debut Memukau Dion Markx Bersama Persita: Langsung Jadi Man of the Match
-
Liga Champions 7 September 2026 18:44Prediksi Lille vs Real Betis 9 September 2026
-
Liga Champions 7 September 2026 18:14Prediksi Club Brugge vs Aston Villa 8 September 2026
-
Liga Champions 7 September 2026 17:46Prediksi AEK Athena vs LASK 8 September 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 2 September 2026 16:43Hadapi Seri 9 World Supersport 2026, Aldi Satya Mahendra Bidik 10 Besar di Magny-Cours
-
otomotif 30 Agustus 2026 08:39Jadwal MotoGP Aragon 2026 Hari Ini, Minggu 30 Agustus: Live Streaming di Vidio
-
otomotif 27 Agustus 2026 18:16Fermin Aldeguer Resmi Jadi Pembalap Non-Italia Pertama di Tim Milik Valentino Rossi
-
otomotif 27 Agustus 2026 17:46Jack Miller Tinggalkan Yamaha di MotoGP, WorldSBK Jadi Pelabuhan Berikutnya?
SOROT
-
Liputan6 7 September 2026 18:02Ada Kapal Induk Italia, Begini Strategi Prabowo Atasi Kebakaran Hutan
-
Liputan6 7 September 2026 16:58Prabowo Ingatkan Kebakaran Hutan Jangan Sampai ke Zona Inti IKN
-
Liputan6 7 September 2026 16:36Prabowo Dapat Laporan Lahan Terbakar Jadi Kebun Sawit
-
Liputan6 7 September 2026 16:01Prabowo Bakal Tambah Anggaran Mitigasi Bencana
-
Liputan6 7 September 2026 14:02Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana: Ini Takdir Kita
-
Liputan6 7 September 2026 12:47Kebakaran Gunung Bulu Saukang, 68 Pendaki Sempat Terjebak
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331953/original/067793800_1787589244-IMG-20260824-WA0123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342322/original/085833500_1788765446-Screenshot_20260907_135046_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342226/original/082588600_1788760328-1107537.jpg)
