
Bola.net - Giuseppe Bergomi menyoroti kondisi Alessandro Bastoni setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina. Ia menilai sang bek kini berada dalam tekanan besar dari publik sepak bola Italia.
Bek Inter Milan itu menjadi sorotan setelah tampil dalam laga playoff yang berakhir dengan kekalahan Italia. Dalam pertandingan tersebut, Bastoni mendapat kartu merah akibat pelanggaran terhadap Amar Memic.
Kesalahan tersebut terjadi pada momen krusial dan membuat Italia kehilangan kendali pertandingan. Bosnia kemudian memanfaatkan situasi untuk memastikan kemenangan di laga penentuan tersebut.
Kondisi ini memperburuk situasi Bastoni yang sebelumnya juga sempat menghadapi kritik dari fans. Ia kini disebut menjadi salah satu pihak yang paling disorot setelah kegagalan tim nasional.
Harus Tinggalkan Italia Demi Kebaikan Sendiri

Bergomi menilai Bastoni sudah berada dalam situasi yang tidak ideal di Italia. Ia bahkan menyarankan agar sang pemain mencari klub di luar negeri demi melanjutkan kariernya.
Menurutnya, tekanan yang diterima Bastoni bisa berdampak pada performa dan perkembangan pemain. Ia menilai perubahan lingkungan dapat membantu sang bek kembali ke level terbaiknya.
"Bagi saya, dia adalah teman. Saya bahkan sering bertemu dengannya di pertandingan basket, saya sangat peduli padanya. Kesalahan melawan Bosnia itu pasti terjadi, apa yang sudah mereka katakan kepadanya selama satu setengah bulan terakhir?" ujar Bergomi kepada Radio Nerazzurra.
"Sekarang dia harus meninggalkan Italia demi kebaikannya sendiri. Kita sedang kehilangan talenta luar biasa, salah satu bek terbaik dalam sepak bola modern. Saya sangat menyesal, tetapi demi dirinya sendiri, dia perlu mencari klub di luar negeri," lanjut Bergomi.
Kegagalan Penalti Francesco Pio Esposito

Bergomi juga menyoroti kegagalan Francesco Pio Esposito dalam mengeksekusi penalti pada laga tersebut. Ia menilai keputusan untuk menunjuk Esposito sebagai eksekutor pertama menjadi bagian dari situasi yang perlu dievaluasi.
Menurut Bergomi, kondisi pertandingan di Bosnia tidak sepenuhnya mendukung gaya bermain Esposito. Ia menegaskan bahwa pemain tersebut bukan tipe yang cocok dalam skema serangan balik sehingga menghadapi tekanan yang berbeda.
"Di Bosnia, ia ditempatkan dalam situasi yang tidak cocok untuknya, karena ia bukan pemain yang mengandalkan serangan balik. Namun menurut saya, ia tidak akan hancur karena tersingkir melawan Bosnia," ujar Bergomi.
"Secara keseluruhan, Inter akan menurunkan lima pemain yang baru saja kembali dari tugas internasional. Selain para pemain Azzurri, ada Zielinski dan Dumfries yang baru saja menerima kartu merah saat melawan Belanda," lanjut Bergomi.
Pemain Diminta Bertanggung Jawab
Bergomi menekankan pentingnya tanggung jawab para pemain setelah kegagalan ini. Ia berharap situasi tersebut bisa dijadikan motivasi untuk bangkit di pertandingan berikutnya.
Menurutnya, emosi negatif yang muncul harus disalurkan secara positif di lapangan. Hal ini penting agar tim bisa kembali tampil kompetitif.
"Saya pikir mereka harus bertanggung jawab atas kegagalan ini, kemarahan yang terkumpul harus disalurkan di lapangan. Para pemain harus memahami hal ini," ujar Bergomi.
Sumber: Sempre Inter
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 3 April 2026 10:00 -
Piala Dunia 3 April 2026 05:54Gianluigi Buffon Resmi Mundur dari Timnas Italia, Ikuti Jejak Gravina
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 3 April 2026 10:00 -
Liga Inggris 3 April 2026 09:54 -
Piala Dunia 3 April 2026 09:46 -
Liga Italia 3 April 2026 09:30 -
Piala Dunia 3 April 2026 09:00 -
Liga Champions 3 April 2026 08:30
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 3 April 2026 10:30 -
piala dunia 3 April 2026 10:00 -
piala dunia 3 April 2026 09:46 -
piala dunia 3 April 2026 05:54 -
piala dunia 3 April 2026 05:43 -
piala dunia 3 April 2026 05:40
MOST VIEWED
- Kritik Keras untuk Rayan Cherki: Bukan Zidane, Hanya Level Pelapis!
- Hasil Inggris vs Jepang: The Three Lions Dipermalukan Kaoru Mitoma di Wembley
- Hasil Bosnia dan Herzegovina vs Italia: Kalah Dramatis, Italia Dipastikan Absen 3x Beruntun di Piala Dunia
- Kisah Swedia, Kepahlawanan Gyokeres, dan Sihir Graham Potter: Dari Juru Kunci Kualifikasi, Kini Segel Tiket Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543310/original/045788300_1775021487-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_12.14.56.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2301350/original/003232900_1533289252-15332892517515059bce9f0b10f8-1505552880-68a924bc8b749cf5e5e988632909e917.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5545299/original/023302600_1775173901-10750.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544320/original/007925000_1775099333-1001078850.jpg)

