
Bola.net - Argentina menjadi mimpi buruk bagi Inggris di panggung Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 pada laga semifinal. Hasil tersebut memperpanjang penantian The Three Lions untuk meraih trofi mayor sepak bola putra menjadi setidaknya 62 tahun.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena polanya kembali berulang. Inggris tampil menjanjikan, tetapi gagal mempertahankan keunggulan ketika menghadapi lawan dengan kualitas tertinggi.
Thomas Tuchel datang dengan harapan besar sebagai pelatih yang mampu mengubah nasib Inggris di turnamen besar. Namun, keputusan taktis pada babak kedua justru memunculkan pertanyaan yang selama ini mengiringi perjalanan tim nasional tersebut.
Di sisi lain, Argentina memperlihatkan mental juara yang membuat mereka mampu membalikkan keadaan. Lionel Messi dan rekan-rekannya memanfaatkan perubahan pendekatan Inggris hingga akhirnya memastikan tiket ke partai final.
Tuchel Kehilangan Kendali Pertandingan
Sepanjang turnamen, Tuchel beberapa kali mendapat apresiasi berkat pergantian pemain dan perubahan strategi yang efektif. Pendekatan itu membantu Inggris melewati laga-laga sulit sebelum mencapai semifinal.
Namun, strategi yang lebih berhati-hati setelah gol Anthony Gordon dinilai memberi ruang bagi Argentina untuk mengambil alih permainan. Messi kemudian memimpin kebangkitan timnya hingga Lautaro Martinez mencetak gol penentu kemenangan pada masa tambahan waktu.
Tuchel tetap membela keputusannya selepas pertandingan. "Begitu Anda kalah, Anda akan dikritik. Memang seperti itu. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika kami mengambil keputusan yang berbeda."
Masalah Lama Inggris Kembali Terulang
Kegagalan menutup pertandingan penting bukanlah persoalan baru bagi Inggris. Pada semifinal Piala Dunia 2018 mereka kalah dari Kroasia setelah sempat unggul, sedangkan final Euro 2020 berakhir dengan kekalahan adu penalti dari Italia usai lebih dulu memimpin.
Saat menghadapi Argentina, situasi serupa kembali terjadi. Inggris memilih bertahan terlalu dalam sehingga kehilangan kendali penguasaan bola dan memberikan kesempatan kepada lawan untuk terus menekan.
Data pertandingan memperlihatkan Inggris hanya menguasai sekitar 12 persen bola dalam rentang 37 menit setelah gol pembuka Gordon hingga gol kemenangan Lautaro Martinez. Angka tersebut memperlihatkan betapa sulitnya mereka keluar dari tekanan lawan.
Argentina hanyalah pengingat lain bahwa Inggris belum banyak berubah.
Scaloni Ungkap Mentalitas Argentina
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengungkapkan bahwa faktor mental menjadi pembeda utama. Menurutnya, para pemain tetap berani mengambil risiko tanpa dihantui rasa takut melakukan kesalahan.
"Terasa ada darah di air, dan kami langsung menyerang," ujar Scaloni. Ia kemudian menambahkan, "Para pemain bermain seperti anak berusia tujuh atau delapan tahun. Mereka tidak memikirkan apa yang terjadi jika gagal. Menang, seri, atau kalah, tidak ada waktu memikirkan hal lain."
Pernyataan tersebut menggambarkan keberanian yang diperlihatkan Argentina sepanjang laga. Mentalitas itu berbanding terbalik dengan Inggris yang semakin pasif setelah unggul lebih dahulu.
Pekerjaan Rumah Terbesar
Tuchel menolak anggapan bahwa Inggris dikutuk sejarah dalam turnamen besar. Menurutnya, kekalahan lebih dipengaruhi menurunnya intensitas permainan dan hilangnya kemampuan tim untuk merebut duel maupun mempertahankan penguasaan bola.
"Saya tidak terlalu percaya pada hal-hal seperti kutukan atau sejarah yang terus berulang. Kami kalah karena tidak cukup aktif dalam struktur permainan," kata Tuchel. Ia menambahkan, "Kami tidak lagi memenangkan duel, tidak lagi aktif, dan tidak mampu mendekati lawan yang menguasai bola."
Meski demikian, kekalahan dari Argentina kembali memperlihatkan persoalan yang belum berhasil diatasi Inggris selama bertahun-tahun. Membangun identitas permainan yang lebih berani dan konsisten kini menjadi pekerjaan rumah terbesar mereka.
Sumber: ESPN
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 27 Oktober 2026 13:524 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
-
Liga Champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 07:19Bukayo Saka Raih Socrates Award di Ballon d'Or 2026
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 20:10Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 20:05Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 20:00Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 19:55Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:00Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:45Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
SOROT
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
-
Liputan6 30 Oktober 2026 18:12Triple 80, Strategi Menkes Tekan Kematian Akibat Stroke dan Penyakit Ginjal
-
Liputan6 30 Oktober 2026 16:27Pesan Prabowo saat Resmikan SMA Taruna Nusantara Cimahi
-
Liputan6 30 Oktober 2026 15:13Kemendagri Percepat Pembentukan Satgas MBG di Daerah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 06:30Taktik Sudaryono Tutup Celah Rasuah BGN hingga MBG
-
Liputan6 29 Oktober 2026 22:11Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386723/original/081560300_1793359234-IMG_1306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386619/original/052363300_1793352425-1baedaf7-5ec9-4b3e-97d7-a405ef8a875b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386466/original/014521800_1793348019-1d166084-97ad-4422-811f-04062161bdb6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309734/original/019415900_1785244482-1000390994.jpg)
