Dzeko, Video Viral, hingga Cuaca: 3 Masalah Besar yang Bisa Gagalkan Italia ke Piala Dunia

Dzeko, Video Viral, hingga Cuaca: 3 Masalah Besar yang Bisa Gagalkan Italia ke Piala Dunia
Starting XI Timnas Italia saat melawan Irlandia Utara di semifinal playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Timnas Italia kini tengah bersiap habis-habisan untuk menghadapi Bosnia-Herzegovina dalam laga final playoff Piala Dunia, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Pasukan Gli Azzurri membawa misi besar untuk mengakhiri puasa panjang mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut.

Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat signifikansi laga yang akan menentukan nasib mereka. Kegagalan di tahap ini akan menjadi pukulan telak bagi sejarah sepak bola Italia.

Sebelumnya, Italia sukses melaju ke final setelah mengandaskan perlawanan Irlandia Utara dengan skor 2-0 di Bergamo. Gol dari Sandro Tonali dan Moise Kean di babak kedua menjadi kunci kemenangan penting tersebut.

Kini, fokus sepenuhnya beralih ke Zenica. Namun, perjalanan menuju putaran final tidak akan semudah membalikkan telapak tangan karena munculnya berbagai gangguan non-teknis.

Provokasi Tak Sengaja Federico Dimarco

Provokasi Tak Sengaja Federico Dimarco

Bek kiri Timnas Italia, Federico Dimarco saat bermain melawan Irlandia Utara di semifinal playoff Piala Dunia, 27 Maret 2026 lalu. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Situasi sempat memanas sesaat setelah babak semifinal berakhir akibat sebuah rekaman video yang disiarkan oleh Rai. Video tersebut memperlihatkan Federico Dimarco dan beberapa rekannya merayakan kekalahan Wales atas Bosnia lewat adu penalti.

Tayangan tersebut memicu reaksi negatif yang cukup masif, terutama dari masyarakat dan media di Bosnia. Mereka menganggap selebrasi pemain Italia tersebut sebagai bentuk rasa tidak hormat.

Pihak Bosnia kabarnya menjadikan video viral ini sebagai tambahan motivasi untuk menjegal Italia. Atmosfer pertandingan pun diprediksi akan jauh lebih panas dari sisi emosional.

Dimarco sendiri sudah memberikan klarifikasi bahwa rekaman tersebut diambil dalam lingkungan pribadi. Ia menegaskan tidak ada maksud untuk meremehkan lawan, apalagi Italia sudah absen di Piala Dunia selama 12 tahun.

Ancaman Nyata Bernama Edin Dzeko

Ancaman Nyata Bernama Edin Dzeko

Kapten Bosnia, Edin Dzeko dalam sesi latihan tim jelang melawan Italia di final playoff Piala Dunia 2026, 31 Maret 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Menganggap video kontroversial sebagai satu-satunya ancaman adalah sebuah kesalahan besar bagi armada Luciano Spalletti. Bosnia-Herzegovina lolos ke final dengan catatan hasil yang sangat kompetitif dan serupa dengan pencapaian Italia selama kualifikasi.

Tuan rumah memiliki kedalaman skuad yang dihuni oleh pemain-pemain berpengalaman di kompetisi papan atas Eropa. Nama-nama ini sudah sangat mengenal gaya bermain khas Italia karena berkarier di Serie A.

Sosok Edin Dzeko tetap menjadi momok paling menakutkan bagi lini pertahanan Gli Azzurri. Ketajamannya di kotak penalti belum memudar meski usianya tidak lagi muda.

Selain Dzeko, masih ada Sead Kolasinac dan Tariq Muharmovic yang tangguh di lini belakang. Bosnia juga memiliki talenta muda berbakat seperti Kerim Alajbegovic yang siap memberikan kejutan.

Cuaca Zenica

Cuaca Zenica

Dari kiri-kanan: Matteo Politano, Leonardo Spinazzola, dan Manuel Locatelli saat memantau rumput stadion Bilino Polje jelang lawan Bosnia di playoff Piala Dunia. (c) AP Photo/Armin Durgut

Masalah terbaru yang muncul justru datang dari faktor alam yang tidak bisa dikendalikan manusia. Cuaca di Zenica dilaporkan sedang dalam kondisi ekstrem dengan suhu yang sangat membeku.

Hujan deras dan salju terus turun menyelimuti kota tersebut menjelang kick-off pada Selasa malam. Kondisi lapangan tentu akan menjadi tantangan fisik yang sangat berat bagi para pemain Italia.

Menurut laporan media lokal, pengelola stadion harus bekerja ekstra keras demi memastikan laga tetap berjalan sesuai jadwal. Teknologi pemanas lapangan bahkan digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola Bosnia.

Langkah ini dilakukan guna mencairkan es yang menempel di permukaan rumput Stadion Bilino Polje. Jika salju tidak berhenti, aliran bola pendek khas Italia dipastikan akan sangat terganggu.