Jepang Bikin Sejarah! 4 Catatan Sensasional Ketika Samurai Biru Tumbangkan Brasil 3-2 di Ajinomoto Stadium

Bola.net - Timnas Jepang mencatatkan kemenangan paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola mereka. Bermain di Stadion Ajinomoto, Tokyo, Selasa (14/10) malam WIB, Samurai Biru berhasil menumbangkan raksasa dunia Timnas Brasil dengan skor 3-2.
Hasil ini bukan sekadar kemenangan, tapi tonggak baru yang mengubah pandangan dunia terhadap kekuatan sepak bola Asia.
Yang membuat kemenangan ini kian istimewa, Jepang sempat tertinggal dua gol lebih dulu di babak pertama. Namun, semangat juang tinggi dan disiplin taktik luar biasa membuat mereka bangkit di babak kedua.
Dengan penguasaan bola hanya 33 persen, Jepang menunjukkan bahwa efektivitas dan mental juara bisa mengalahkan dominasi teknik serta sejarah panjang Selecao.
Ayase Ueda menjadi pahlawan kemenangan dengan sundulan mautnya di menit ke-71. Gol tersebut memastikan kemenangan pertama Jepang atas Brasil dalam sejarah, sekaligus menutup malam yang tak akan dilupakan para pendukung Samurai Biru.
Kemenangan ini juga melahirkan empat rekor gemilang yang semakin menegaskan kehebatan Jepang di panggung internasional.
Kemenangan Pertama Jepang atas Brasil

Sebelum laga ini, Jepang tak pernah mengalahkan Brasil dalam sembilan pertemuan. Mereka hanya mampu meraih dua hasil imbang dan menelan tujuh kekalahan. Namun, catatan itu kini resmi berakhir.
Kemenangan 3-2 di Ajinomoto Stadium menjadi momen pembuktian bahwa Jepang bisa menaklukkan salah satu tim paling sukses dalam sejarah sepak bola dunia.
Ayase Ueda menjadi simbol kebangkitan tersebut. Gol Ueda di menit ke-71 lahir dari kerja sama matang hasil umpan Junya Ito, dan menjadi titik balik kemenangan Jepang yang akan dikenang bertahun-tahun ke depan.
Jepang Superior di Kandang, 21 Laga Tanpa Kekalahan

Salah satu kunci kemenangan Jepang adalah dampak besar dari Junya Ito yang masuk di babak kedua. Ito mencatat satu assist dan jadi pemain yang paling banyak mengkreasi peluang (5 kali) pada laga ini.
Berkat kontribusi Ito, Jepang memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang menjadi 21 pertandingan beruntun. Mereka terakhir kali kalah di hadapan publik sendiri pada Maret 2023 saat ditumbangkan Kolombia 1-2.
Lebih dari itu, kemenangan atas Brasil ini menegaskan bahwa Jepang kini bukan lagi tim kejutan, melainkan kekuatan mapan yang bisa menantang siapa pun, di mana pun.
Statistik yang Mengejutkan: Efektivitas Jepang di Puncak

Kemenangan ini tidak hanya dibangun dari semangat, tapi juga dari efisiensi luar biasa. Jepang mencatatkan 15 tembakan (enam tepat sasaran) dengan expected goals (xG) mencapai 2,49.
Sebaliknya, Brasil yang dikenal produktif justru tampil tumpul dengan hanya delapan tembakan (empat tepat sasaran) dan xG 0,61. Brasil memang lebih banyak menguasai bola, akan tetapi kesulitan mendapatkan peluang terbuka.
Dengan penguasaan bola hanya 33 persen, Jepang menunjukkan bahwa efisiensi lebih penting daripada dominasi.
Kemenangan yang Ubah Peta Dunia Sepak Bola

Hasil ini bukan sekadar kemenangan uji coba. Jepang telah menegaskan diri sebagai kekuatan baru yang pantas diperhitungkan di level dunia.
Menaklukkan Brasil, tim dengan lima gelar Piala Dunia, menjadi pesan keras bagi negara-negara Eropa dan Amerika Selatan bahwa Asia tak lagi bisa diremehkan.
Dengan skuad muda yang diisi pemain-pemain seperti Minamino, Ueda, Doan, dan Nakamura, Jepang memperlihatkan bahwa mereka adalah tim yang kompetitif. Piala Dunia 2026 akan jadi panggung ideal bagi Jepang untuk bersinar.
Baca Ini Juga:
- Era Baru Timnas Indonesia: Daftar Bintang Senior yang Kemungkinan Tersisih Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030
- Patrick Kluivert Tanggung Jawab atas Kegagalan ke Piala Dunia 2026, Tegaskan Timnas Indonesia Sudah Bangun Fondasi
- Ini 5 Pemain Kunci Timnas Indonesia yang Diprediksi Tampil di Piala Dunia 2030
- Kata Eks Kapten Timnas Indonesia Soal Patrick Kluivert: Konsekuensinya Mundur
- Waketum PSSI Tanggapi Patrick Kluivert Dkk Balik ke Belanda Bukan Kembali ke Indonesia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026: Tanya Dia
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 30 November 2025 04:34Luciano Spalletti Kritik Start Lambat Juventus dan Puji Peran Kenan Yildiz
-
Liga Spanyol 30 November 2025 04:13Xabi Alonso Tepis Isu Pemecatan dan Tegaskan Situasi Real Madrid Tetap Solid
-
Liga Italia 30 November 2025 03:54Pemain Terbaik dan Terburuk Juventus 2-1 Cagliari: Yildiz Bersinar di Allianz Stadium
-
Liga Inggris 30 November 2025 03:35Haaland dan Guardiola Terlibat Perdebatan Usai Kemenangan Tipis Manchester City
-
Liga Italia 30 November 2025 02:25
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 November 2025 05:40 -
Liga Italia 30 November 2025 05:29 -
Liga Italia 30 November 2025 04:34 -
Liga Spanyol 30 November 2025 04:13 -
Liga Spanyol 30 November 2025 04:00 -
Liga Italia 30 November 2025 03:54
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 28 November 2025 14:24 -
piala dunia 28 November 2025 10:37 -
piala dunia 28 November 2025 10:19 -
piala dunia 26 November 2025 09:09 -
piala dunia 26 November 2025 00:53 -
piala dunia 21 November 2025 16:42
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 7 Pemain dengan Jumlah Assist Terbanyak Sepanjang ...
- 10 Pemain Termuda Sepanjang Sejarah Liga Champions...
- 4 Calon Pengganti Benjamin Sesko di Manchester Uni...
- 8 Penendang Penalti Terbaik Sepanjang Masa di Prem...
- Nasib Penggawa Inter Milan Peraih Treble 2010: Dar...
- 3 Pemain Terbaik Versi Zlatan Ibrahimovic: Messi N...
- Terancam Gagal ke Piala Dunia, 6 Pemain Inggris In...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427888/original/097857800_1764436105-Tim_SAR_menyeberangi_sungai_pakai_tali_untuk_selamatkan_korban_banjir.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427859/original/058430600_1764432394-Gajah_mati_diterjang_banjir_di_Aceh.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426787/original/071024400_1764317616-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427847/original/090463000_1764428630-Warga_di_Tapteng_jarah_minimarket__2_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427835/original/050060200_1764426419-Warga_di_Tapteng_jarah_minimarket.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427833/original/038316600_1764425826-Pelaku_pembunuhan_janda_di_Lampung.jpg)
