Kantor FIGC Dilempari Telur dan Dirusak Suporter, Didesak Evaluasi Usai Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia 2026

Kantor FIGC Dilempari Telur dan Dirusak Suporter, Didesak Evaluasi Usai Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
Reaksi pemain Italia ketika adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Bola.net - Kekalahan menyakitkan Timnas Italia dalam final play-off Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari para suporter. Kantor pusat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) di Roma menjadi sasaran aksi vandalisme pada Rabu (1/4/2026) malam WIB

Menurut laporan media Italia, sejumlah oknum suporter melempar telur ke pintu masuk markas FIGC di Via Allegri sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan usai kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina. Hasil tersebut memastikan Italia kembali gagal tampil di putaran final Piala Dunia.

Kegagalan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Gli Azzurri, sekaligus yang kedua sejak kepemimpinan Presiden FIGC, Gabriele Gravina. Tekanan terhadap Gravina pun semakin meningkat.

Gravina Didesak Mundur

Gravina Didesak Mundur

Pemain muda Marco Palestra (kiri) tak kuasa menahan tangis di pelukan Leonardo Spinazzola usai kalah dari Bosnia di final playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Pada Rabu pagi, Gravina kembali ke kantor pusat federasi dan disambut oleh seorang suporter yang membawa spanduk berisi tuntutan agar dirinya mundur dari jabatan.

Meski demikian, Gravina menegaskan tidak akan mengundurkan diri dalam waktu dekat.

Sebagai respons atas situasi yang memanas, Gravina telah menjadwalkan rapat umum federasi pada Kamis, 2 April, guna membahas kondisi terkini sepak bola Italia pasca kegagalan tersebut.

Krisis Sepak Bola Italia

Krisis Sepak Bola Italia

Starting XI Timnas Italia saat melawan Timnas Bosnia-Herzegovina di final playoff Piala Dunia 2026, 1 April 2026 di Zenica. (c) AP Photo/Armin Durgut

Tekanan terhadap federasi tidak hanya datang dari publik, tetapi juga dari pemerintah. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara terbuka meminta Gravina untuk bertanggung jawab atas hasil buruk yang kembali menimpa tim nasional.

Krisis ini menambah panjang daftar persoalan yang dihadapi sepak bola Italia dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait performa tim nasional yang jauh dari ekspektasi.

Evaluasi menyeluruh kini menjadi tuntutan utama, seiring desakan publik agar federasi melakukan perubahan signifikan demi masa depan Gli Azzurri.

Sumber: Football Italia