
Bola.net - Swiss akhirnya mengamankan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah melewati rangkaian pertandingan yang konsisten sejak fase grup. Tim asuhan Murat Yakin mencatat sejarah baru dengan dua kemenangan beruntun pada fase gugur untuk pertama kalinya.
Pencapaian tersebut menjadi langkah terbaik Swiss di Piala Dunia sejak edisi 1954. Mereka kini berpeluang mencatat sejarah yang lebih besar saat berjumpa juara bertahan Argentina di Kansas City.
Perjalanan menuju delapan besar tidak selalu berjalan mulus bagi Swiss. Hasil imbang pada laga pembuka menjadi pelajaran penting sebelum mereka tampil semakin solid pada pertandingan berikutnya.
Kekuatan kolektif, pertahanan yang disiplin, serta kontribusi sejumlah pemain muda membuat Swiss tampil sebagai salah satu tim paling konsisten di turnamen. Meski Johan Manzambi sempat absen akibat cedera, performa tim tetap terjaga.
Awal Turnamen Swiss hingga Juara Grup
Swiss membuka fase grup dengan hasil imbang 1-1 melawan Qatar meski Breel Embolo lebih dahulu membawa timnya unggul melalui tendangan penalti. Gol bunuh diri Miro Muheim pada masa tambahan waktu membuat kemenangan yang sudah di depan mata sirna.
Respons cepat diperlihatkan saat Swiss membungkam Bosnia dan Herzegovina dengan skor 4-1. Johan Manzambi dan Ruben Vargas yang masuk dari bangku cadangan menjadi pembeda sebelum Granit Xhaka memastikan kemenangan lewat penalti pada menit 90+7.
Pada pertandingan terakhir grup, Swiss menaklukkan Kanada 2-1 untuk memastikan status juara Grup B. Gregor Kobel tampil kokoh di bawah mistar, sedangkan Vargas dan Manzambi kembali memberikan kontribusi di lini depan.
Dua Kemenangan Beruntun Swiss di Fase Gugur
Swiss melanjutkan tren positif dengan mengalahkan Aljazair 2-0 pada babak 32 besar. Breel Embolo dan Dan Ndoye mencetak gol, sementara Kobel mencatat clean sheet pertamanya di putaran final.
Babak 16 besar menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat ketika Swiss menghadapi Kolombia. Pertandingan berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 melalui adu penalti.
Kobel menjadi pahlawan setelah menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez. Ruben Vargas kemudian memastikan kemenangan yang membawa Swiss lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954.
Swiss Menantang Argentina
Pelatih Murat Yakin menggambarkan pencapaian timnya sebagai, "Piala Dunia terbaik dalam sejarah Nati." Pernyataan itu mencerminkan perkembangan signifikan yang diperlihatkan Swiss sepanjang turnamen.
Kini, Swiss bersiap menghadapi ujian terbesar melawan Argentina pada babak perempat final. Kondisi Johan Manzambi masih menjadi perhatian, tetapi kedalaman skuad dan organisasi permainan memberi keyakinan bahwa Swiss mampu memberikan perlawanan sengit.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman seperti Granit Xhaka, ketangguhan Gregor Kobel, serta energi para pemain muda, Swiss memiliki fondasi kuat untuk mencoba menciptakan kejutan. Jika mampu mempertahankan konsistensi, peluang menorehkan sejarah baru tetap terbuka.
Sumber: FIFA
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 18 Agustus 2026 09:27FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
-
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026 07:19Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 24 Agustus 2026 15:11Dicari: Kiper Baru untuk Persib Bandung
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 18 Agustus 2026 09:27FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
-
piala dunia 13 Agustus 2026 05:18Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
-
piala dunia 12 Agustus 2026 11:21Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
-
piala dunia 12 Agustus 2026 07:06Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
SOROT
-
Liputan6 24 Agustus 2026 14:58Potret Para Artis di Pernikahan Rizky Irmansyah Kasespri Prabowo Subianto
-
Liputan6 24 Agustus 2026 14:35Prabowo Ungkap 900 Hektare Lahan Riau Masih Terbakar
-
Liputan6 24 Agustus 2026 14:19LRT Kelapa Gading-Manggarai Rampung, Ini Jadwal Operasinya
-
Liputan6 24 Agustus 2026 14:01Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi yang Terlibat Kabakaran Hutan
-
Liputan6 24 Agustus 2026 13:40Detik-Detik Pengemudi Outlander Mabuk Tabrakan Beruntun Hingga Satu Orang Tewas
-
Liputan6 24 Agustus 2026 12:40Prabowo Soroti Kebakaran Way Kambas dan Nasib Gajah
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331676/original/063819000_1787558333-ifanseventeen_1787508464_3970230994691009760_14203098.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331533/original/076101900_1787549118-sss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331643/original/050142000_1787555869-198473.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331558/original/011489000_1787549937-Screenshot_20260824_122252_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331622/original/080028400_1787553631-pengemudi_outlander_kecelakaan_beruntun.jpg)
