Profil Luis Enrique, Peraih Treble Winners di Barcelona yang Siap Menyulap Spanyol jadi Juara di Piala Dunia 2022

Bola.net - Luis Enrique dituntut untuk mengembalikan hegemoni timnas Spanyol yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir. Misi sulit tersebut akan dimulai oleh pelatih berusia 52 tahun di ajang Piala Dunia 2022 nanti.
Pada gelaran yang akan berlangsung di Qatar pada November nanti, La Furia Roja tergabung dalam Grup E yang berisikan oleh timnas Jepang, Kosta Rika, dan Jerman. Dilihat dari peluang di atas kertas, harusnya Spanyol dan Jerman akan melenggang mulus lolos ke babak selanjutnya. Tetapi kekuatan Jepang dan Kosta Rika tidak bisa dianggap remeh.
Luis Enrique sadar betul dengan beban berat yang ia pikul untuk mempersiapkan pasukannya pada turnamen kali ini. Beberapa terobosan sudah ia coba dengan mengganti nama-nama mapan dengan bakat-bakat muda paling menjanjikan di negara Spanyol.
Dengan berbekal sepak bola aktraktif yang ia usung serta dibekali oleh para pemain berkualitas, Luis Enrique siap membuat timnas Spanyol kembali sebagai tim yang mengerikan di Piala Dunia 2022 nanti. Simak selengkapnya profil Luis Enrique di bawah ini, Bolaneters.
Awal Karier
Luis Enrique (c) Ist
Luis Enrique mengawali karier sebagai pemain pada tahun 1989 dengan memperkuat Sporting Gijon. Selama dua musim di sana, pria yang semasa aktif bermain menempati posisi gelandang tengah maupun sayap kanan itu menjadi andalan. Total Luis Enrique mengemas 40 pertandingan di semua ajang dan mencetak 17 gol.
Kemudian pada tahun 1991, bakatnya mulai terendus oleh raksasa Real Madrid dan Los Blancos lantas mengangkutnya dengan biaya transfer 1,5 juta euro pada waktu itu. Di Santiago Bernabeu, nama Luis Enrique mencuat dan sempat menjadi andalan di sana. Ia berhasil mempersembahkan satu gelar La Liga dan satu gelar Copa del Rey.
Setelah menghabiskan empat musim, lalu petualangan Luis Enrique berlanjut membela Barcelona pada tahun 1996 hingga 2004. Di Nou Camp, bakat serta kemampuannya semakin terasa dan pada tahun 2004 ia memutuskan gantung sepatu bersama Blaugrana usai mencatat 300 pertandingan.
Karier Pelatih

Setelah memutuskan pensiun pada tahun 2004, Luis Enrique memutuskan untuk terjun ke dunia kepelatihan. Pada tahun 2008, karier Luis Enrique sebagai dimulai dengan membesut Barcelona B.
Selanjutnya, ia mencoba peruntungan di Serie A dengan melatih AS Roma, tiga tahun kemudian. Pada musim 2013/2014, dia sempat melatih Celta Vigo sebelum kembali ke Barcelona dan memenangkan treble winners pada musim pertama dan double winners pada musim kedua.
Luis Enrique saat itu berhasil mempersembahkan gelar major seperti Liga Spanyol, Liga Champions, dan Copa del Rey. Sekaligus itu merupakan catatannya paling mentereng sebagai pelatih sejauh ini.
Karier Bersama Timnas Spanyol

Kemudian pada tahun 2018, Luis Enrique ditunjuk menjadi pelatih Spanyol. Tapi, dia sempat mundur dan digantikan Robert Moreno karena ingin fokus merawat putrinya yang menderita leukemia.
Setelahnya, pada tahun 2019 ia kembali menangani La Furia Roja dan perlahan merubah struktur maupun pemain-pemain yang sudah menua. Pilar-pilar seperti Gerard Pique, David de Gea, David Silva, hingga Sergio Ramos yang kesemuanya berperan penting di era keemasan Spanyol 2008-2012, ia mulai singkirkan.
Luis Enrique bertekad untuk menurunkan usia rata-rata tim nasional. Rata-rata usia itu adalah 28 tahun di Rusia, dan terus menurun seiring dengan meningkatnya jumlah pemain muda Spanyol. Hingga terbukti, perlahan permainan La Furia Roja mulai membaik.
Meskipun belum menghasilkan trofi major, Luis Enrique berhasil membawa timnas Spanyol berprestasi di Euro 2020 hingga babak semifinal dan UEFA Nations League 2020/21 sebagai runner up.
Formasi Andalan

Gaya bermain Barcelona telah sedikit banyak mempengaruhi ilmu kepelatihan seorang Luis Enrique. Ia pelatih yang gemar mengusung gaya menyerang dengan menggunakan formasi 4-3-3.
"Saya akan memainkan (formasi) 4-3-3, yang merupakan gaya yang saya sukai, namun kami tidak akan menutup pintu kepada siapapun." ujarnya saat pertama kali ditunjuk sebagai entrenador timnas Spanyol.
Dalam skema tersebut, Luis Enrique selalu menitik beratkan pada dua gelandang serangnya untuk merangsek ke lini depan. Dengan lini depan berisi lima pemain termasuk tiga striker, membuat permainan Spanyol di wilayah sepertiga pertahanan lawan sangat sulit ditebak maupun diantisipasi.
Torehan Prestasi
Luis Enrique (c) AFP
Selama meniti karier sebagai pelatih, prestasi mentereng Luis Enrique memang baru bisa dicapai ketika menangani Barcelona. Prestasinya merentang dari dua gelar La Liga pada musim 2014/2015, 2015/2016, satu gelar Liga Champions 2014/15, satu gelar Piala Dunia Antarklub 2015/16, dan tiga gelar Copa del Rey 2014/15, 2015/16, 2016/17.
Ia sempat mendapatkan torehan individu Pelatih Terbaik Dunia pada tahun 2014/15. Adapun bersama timnas Spanyol, Luis Enrique baru bisa membawa La Furia Roja meraih runner-up UEFA Nations League edisi 2020/2021.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Waduh, Niatnya Jalan Kaki ke Qatar untuk Nonton Piala Dunia 2022, Fans Real Madrid Ini Malah Hilang
- Ada Ribut-ribut Apa Ini? FIFA Diminta Depak Timnas Iran dari Piala Dunia 2022
- Mereka yang 'Bejo' di Piala Dunia: Nampang Cuma Sebentar tapi Ikutan Angkat Trofi Juara
- Sesumbar Big Sam: Kalau Saya Pelatihnya, Inggris Juara Piala Dunia 2022!
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
-
Bola Indonesia 31 Oktober 2026 17:44Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
