
Bola.net - Timnas Swiss resmi berkiprah di Piala Dunia untuk ke-12 kalinya sepanjang sejarah. Mereka tergabung di Grup G bersama Serbia, Kamerun, dan Brasil di ajang Piala Dunia 2022 Qatar kali ini.
Dengan melihat potensi lawan-lawannya yang berat, Murat Yakin diprediksi akan mengandalkan kemampuan beberapa pemain senior di skuatnya tidak terkecuali seorang Xherdan Shaqiri.
Sebelumnya, Swiss memang telah menjadi salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan di Eropa. Pada saat Spanyol juara Piala Dunia 2010 saja, mereka bisa dikalahkan oleh Swiss pada laga perdana fase grup.
Belum lagi pada saat Kualifikasi Piala Dunia 2022, timnas Italia dibuat tak berkutik oleh tim berjuluk Nati. Pada babak kualifikasi tersebut, penampilan pemain-pemain seperti Granit Xhaka, Yann Sommer, dan Xherdan Shaqiri sukses menginspirasi sepak terjang Swiss sehingga mereka sanggup meloloskan negaranya tampil di Piala Dunia 2022.
Terlebih, Shaqiri merupakan seorang bintang dan motor serangan timnas Swiss di beberapa tahun terakhir. Bahkan, torehan Shaqiri jika bermain di turnamen mayor sangat perlu diwaspadai oleh para rival khususnya tim peserta di Grup G Piala Dunia 2022. Simak ulasan profil singkat Xherdan Shaqiri berikut ini.
Mengkilap di Turnamen Mayor

Xherdan Shaqiri mencatat torehan impresif bersama timnas Swiss ketika berlaga di turnamen mayor. Saat itu, pada ajang Euro 2020, Shaqiri tampil gemilang ketika Nati mengalahkan Turki dengan skor 3-1
Bagi Shaqiri, dua gol ke gawang Turki membuat winger yang saat ini berusia 31 tahun mencatatkan rekor spesial. Shaqiri tercatat menjadi pemain Swiss pertama yang mampu mencetak gol pada empat turnamen besar secara berturut-turut.
Eks pemain Stoke City ini selalu mencetak gol pada Piala Dunia 2014, Euro 2016, Piala Dunia 2018, dan ajang Euro 2020. Berkat raihan tersebut, patut dinantikan sepak terjang Shaqiri di Piala Dunia 2022 nanti.
Awal Karier

Karier Xherdan Shaqiri di dunia sepak bola dimulai pada tahun 1999 dengan bergabung di akademi SV August. Setelah di akademi tersebut bakatnya dinilai menonjol, FC Basel kemudian meminangnya dengan memperkuat tim juniornya terlebih dahulu.
Tahun 2007, Shaqiri kemudian memperkuat Basel U-16 sampai akhirnya di tahun 2009 ia merasakan untuk pertama kalinya memperkuat Basel senior. Selama tiga tahun berkarier bersama raksasa Swiss, Shaqiri menorehkan tiga gelar Liga dan dua gelar Piala Liga Swiss bersama Basel.
Kemudian, Shaqiri melanjutkan kariernya lebih tinggi lagi dengan menerima pinangan Bayern Munchen di tahun 2012 dengan biaya transfer sebesar 12 juta euro. Sejak saat itu, namanya mulai diperhitungkan sebagai pesepak bola papan atas.
Meraih Gelar Liga Champions dengan 2 Tim Berbeda

Shaqiri lantas meraih gelar prestisius Liga Champions sebanyak dua kali dengan dua tim berbeda. Pertama, pemain yang identik dengan kaki kidal itu meraih trofi Si Kuping Besar saat bersama Bayern Munchen di tahun 2012/13. Saat itu, ia sukses mengantarkan The Bavarians mengalahkan Dortmund di final.
Kemudian, Shaqiri meraih gelar kedua Liga Champions di tahun 2019 saat memperkuat Liverpool. Saat itu, ia sukses mengantarkan gelar keenamnya di Liga Champions usai berhasil menundukkan Tottenham di final.
"Memenangkan Liga Champions adalah prestasi luar biasa. Dan ya, saya telah memenangkannya dua kali, jadi saya sangat bangga akan hal itu." ujar Shaqiri dilansir dari laman UEFA.
Kiprah bersama Timnas Swiss

Lalu, Shaqiri debut untuk timnas Swiss U-21 dan ia kemudian berhasil meraih caps senior pertamanya di tahun 2010. Saat itu, Swiss sedang beruji coba melawan Uruguay.
Semenjak itu, Shaqiri menjadi andalan timnas Swiss di berbagai ajang serta menjadi figur penting bagi Nati. Tercatat sejauh ini, pemain yang sedang merumput bersama Chicago Fire itu tengah mengemas 108 caps dan mencetak 26 gol.
Sayangnya, hingga kini Shaqiri belum pernah menyumbangkan gelar mayor kepada timnas Swiss.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 13 Januari 2026 21:41AC Milan Kehilangan Arah Tanpa Luka Modric: Usia 40 Tahun, tapi Sangat Menentukan
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 19 Januari 2026 19:50 -
Liga Inggris 19 Januari 2026 19:39 -
Bola Indonesia 19 Januari 2026 19:39 -
Liga Champions 19 Januari 2026 19:30 -
Liga Spanyol 19 Januari 2026 19:11 -
Tim Nasional 19 Januari 2026 19:00
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 19 Januari 2026 13:01 -
piala dunia 19 Januari 2026 09:20 -
piala dunia 9 Januari 2026 17:58 -
piala dunia 3 Januari 2026 00:49 -
piala dunia 2 Januari 2026 09:11 -
piala dunia 2 Januari 2026 08:40
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477477/original/074468300_1768826519-KPK_tangkap_Wali_Kota_Madiun_Maidi.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4969894/original/027214300_1729001411-20241015-Calon_Wamen-ANG_27.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477429/original/052876000_1768821127-Polisi_di_Sukabumi_jadikan_ojol_sebagai_mitra.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476772/original/075708900_1768798174-8.jpg)
