
Bola.net - Pada suatu malam di kota Madrid, tepatnya 10 Juni 2019, Isco mengenakan kostum merah La Furia Roja untuk terakhir kalinya. Spanyol menang meyakinkan atas Swedia dalam laga kualifikasi Euro di Santiago Bernabeu.
Namun, di balik skor 3-0 itu, sebuah perpisahan diam-diam terjadi. Sejak malam itu, nama Isco perlahan menghilang dari radar sepak bola internasional.
Enam tahun kemudian, jarum jam seakan berputar kembali. Isco, kini menjadi maestro lapangan tengah Real Betis, kembali mendapat panggilan membela Timnas Spanyol. Luis de la Fuente menyelipkan namanya dalam skuad untuk final four UEFA Nations League — sebuah kepercayaan yang datang di momen krusial, saat Spanyol bersiap menantang Prancis di semifinal, 5 Juni mendatang di Stuttgart.
Real Betis, Titik Balik yang Mengubah Segalanya
Kisah kembalinya Isco bukan hasil dari kebetulan. Setelah masa kelam di penghujung kariernya di Real Madrid, Isco mencoba membangun kembali dirinya. Sevilla sempat menjadi pelabuhan singkat, tapi justru di sisi lain kota, Benito Villamarin memberikan ruang bagi kelahiran kembali sang playmaker.
Bersama Manuel Pellegrini di Real Betis, Isco menemukan kembali esensi permainannya: kontrol bola, visi, dan kreativitas. Dalam balutan hijau Betis, dia kembali menikmati sepak bola. “Bisa kembali membela tim nasional berarti segalanya berjalan ke arah yang benar,” ucap Isco, penuh makna, kepada media klub.
Usianya sudah memasuki 33 tahun, tapi semangatnya seperti anak muda yang baru dipanggil timnas untuk kali pertama. Performanya memang menunjukkan demikian.
Isco Bangkit dari Cedera, Menjawab Rasa Ragu
Debut musimnya bersama Betis begitu menjanjikan: 36 laga, sembilan gol, delapan assist. Klub tak ragu mengikatnya hingga 2027. Namun, saat dunia menantikan kehadirannya di Euro 2024, petaka datang: cedera patah tulang fibula memaksanya absen lama.
Dua operasi dan masa pemulihan yang panjang tak menghentikan tekadnya. Desember menjadi titik awal kebangkitan baru. Dalam hitungan pekan, dia kembali ke performa terbaik. Paruh kedua musim menjadi panggung pembuktian. Betis melonjak dari papan tengah hingga finis di zona Liga Europa.
“Ini saat yang tepat untuk Isco kembali,” kata De la Fuente, seperti dilansir AFP. “Dia akan memberi kontribusi besar. Kalau tidak, dia takkan berada di sini.” Kalimat tegas itu mematahkan semua keraguan.
Catatannya musim ini pun luar biasa: 12 gol dan 10 assist dari 32 penampilan, serta kontribusi besar membawa Betis mencapai final UEFA Conference League — final Eropa pertama mereka sepanjang sejarah.
Isco, Nama yang Tak Pernah Habis Ditulis
Kisah Isco selalu memiliki alur naik dan turun. Lahir dari akademi Valencia, bersinar di Malaga, lalu menjadi bagian dari generasi emas Real Madrid dengan lima trofi Liga Champions. Namun, kejayaan itu tak mampu menutupi fase gelap 2019-2022, saat namanya nyaris tenggelam.
Kegagalan pindah ke Union Berlin dan setengah tahun tanpa klub bisa saja menjadi akhir. Akan tetapi, Real Betis memberinya kesempatan kedua dan dia membalas dengan aksi-aksi magis di atas lapangan.
Isco bakal kembali berdiri di pentas internasional, bukan sebagai nostalgia masa lalu, melainkan sebagai simbol dari apa yang bisa dicapai ketika seorang pemain tak menyerah pada cerita yang belum selesai. Dalam sepak bola, seperti dalam hidup, ada ruang bagi mereka yang berani bangkit dan menulis ulang takdirnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 20:45Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 19:41Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 20:46Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 20:45Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
-
Otomotif 27 Oktober 2026 20:40Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:58Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
BERITA LAINNYA
-
piala eropa 16 Oktober 2026 13:52Masa Depan Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal Kembali Diragukan
-
piala eropa 15 Oktober 2026 23:15Link Streaming Liga Europa: RB Salzburg vs Milan 15 Oktober 2026
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 20:20Prabowo Sebut Ekonomi RI Terbesar ke-7 Dunia, Ini Data Lengkap IMF
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:44Sestama BNPB Dicecar KPK Soal Pengadaan Dana Bencana
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:12BRIN Punya 4 Kandidat Vaksin Malaria, Prabowo Minta Riset Dipercepat
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383841/original/017191300_1793103340-IMG_0345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
