Italia Membuka Siklus Baru

Italia Membuka Siklus Baru
Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, berjalan meninggalkan lapangan setelah kekalahan dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia kontra Bosnia dan Herzegovina, Rabu (1/4/2026). (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Italia akan membuka siklus baru ketika menghadapi Belgia pada matchday 1 Grup 1 UEFA Nations League A 2026-27 di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (26/9/2026) pukul 01.45 WIB.

Laga ini menjadi awal periode baru bagi kedua tim setelah pergantian pelatih. Roberto Mancini kembali menangani Italia, sedangkan Belgia memulai era Mark van Bommel.

Kedua pelatih sama-sama memiliki waktu terbatas untuk mempersiapkan tim. Namun, ambisi mereka jelas, yakni membangun identitas permainan sekaligus mengawali fase baru dengan kemenangan.

Donnarumma Ingin Italia Tampil Agresif

Kapten sekaligus kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, menilai laga melawan Belgia menjadi momentum penting bagi skuadnya. Ia ingin Italia menunjukkan pendekatan permainan yang proaktif sejak awal.

"Kami harus memulai lagi. Kami memiliki keinginan besar dan sebuah siklus baru sedang dibuka. Besok, kami harus memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk kembali jatuh cinta dengan seragam biru," kata Donnarumma.

Italia ingin membangun tim nasional yang kuat bersama Mancini. Donnarumma menegaskan timnya tidak ingin hanya bertahan ketika menghadapi lawan-lawan berkualitas.

"Tujuan kami adalah membuat tim nasional yang hebat dan Mancini akan sangat membantu kami dalam hal ini. Kami ingin proaktif, agresif dan menguasai pertandingan. Kami akan menghadapi tim-tim kuat, tetapi ide kami tetap proaktif," ujar Donnarumma.

Mancini Siapkan Generasi Masa Depan

Mancini menyadari persiapan Italia belum ideal karena hanya memiliki dua sesi latihan. Meski demikian, ia mendapatkan kesempatan untuk mengenal sejumlah pemain yang sebelumnya belum terlalu dikenalnya.

"Kami menjalani dua sesi latihan. Saya punya cukup waktu untuk mengenal beberapa pemain yang belum kami kenal dengan baik dan itu penting," tutur Mancini.

Pelatih Italia tersebut juga meminta publik memberikan ruang kepada pemain muda untuk berkembang. Menurutnya, kesalahan merupakan bagian dari proses ketika pemain berusaha meningkatkan kemampuan.

"Kami harus membantu mereka. Mereka berkembang dengan membuat kemajuan dan bahkan melalui beberapa kesalahan. Kami harus percaya kepada mereka karena mereka memiliki kualitas dan merupakan masa depan kami," kata Mancini.

Mancini juga mengungkapkan komposisi timnya sudah hampir terbentuk. Ia masih memiliki dua posisi yang harus diputuskan sebelum pertandingan, dengan sejumlah pemain memiliki kemampuan bermain di berbagai posisi.

Van Bommel Ingin Belgia Kuasai Permainan

Di kubu Belgia, Mark van Bommel juga membawa gagasan permainan yang menuntut timnya aktif menguasai bola. Ia mengaku puas dengan perkembangan skuad selama persiapan singkat.

"Kami berlatih dengan sangat baik dan levelnya sangat tinggi. Kami memiliki gagasan yang jelas tentang bagaimana ingin bermain dan saya rasa tim memahaminya dengan sangat cepat," kata Van Bommel.

Pelatih Belgia itu hanya memiliki waktu tiga hingga empat hari untuk menyampaikan idenya kepada para pemain. Ia berharap pendekatan tersebut langsung terlihat ketika menghadapi Italia.

"Kami ingin mendominasi pertandingan dan menguasai bola. Itulah ide kami. Kami memiliki tiga atau empat hari untuk meyakinkan para pemain. Saya berharap kami bisa memainkan pertandingan yang bagus dan pulang dengan tiga poin," ujar Van Bommel.

Van Bommel menyadari Italia menghadapi persoalan serupa karena Mancini juga baru memulai kembali tugasnya. "Italia dan Mancini akan menghadapi masalah yang sama. Dia juga memulai dari nol dan kami berdua belum tahu bagaimana masing-masing tim akan bermain," tuturnya.

Dua tim dengan pelatih baru kini akan bertemu dalam laga kompetitif pertama mereka. Hasil di Roma akan menjadi pijakan awal bagi Italia dan Belgia dalam membangun siklus baru di Nations League.

Sumber: UEFA.com