Scholes Akui Gagal di Timnas Inggris

Scholes Akui Gagal di Timnas Inggris
Paul Scholes semasa membela timnas © Mirror
- Paul Scholes menyalahkan dirinya sendiri karena gagal memberikan pengaruh di level internasional sepanjang karirnya, sembari menolak anggapan ia berselisih dengan mantan manajer Inggris, Sven-Goran Eriksson.

Scholes baru saja mengumumkan gantung sepatu di usia 36 tahun, hanya setahun setelah manajer Fabio Capello gagal meyakinkannya untuk kembali mengenakan seragam The Three Lions menjelang Piala Dunia tahun lalu.

Gelandang kreatif Manchester United itu mengakhiri karir internasionalnya di usia 29 tahun dengan mengemas hanya 66 caps - rekor yang amat minim untuk seorang pemain yang dianggap terbaik di generasinya.

"Mungkin untuk separuh pertandingan yang saya mainkan bersama Inggris, semuanya lancar," aku The Ginger Ninja.

"Karir saya di timnas dimulai dengan amat baik. Di 20 hingga 25 laga pertama, saya mencetak beberapa gol. Setelahnya, semua tak berjalan seperti yang saya mau. Itu adalah salah saya karena tak bermain sebaik yang seharusnya saya lakukan."

Scholes pergi dari skuad timnas jelang Euro 2004, namun kini ia mengungkapkan jika semua itu tak ada kaitannya dengan Eriksson.

"Semua itu omong kosong. Beberapa orang mengatakan saya berselisih dengan Sven karena ia memainkan saya di sisi kiri, tapi bukan itu masalahnya," imbuhnya.

"Saya bermain pada posisi kiri di Manchester United selama beberapa musim, tampil baik dan mencetak banyak gol. Masalahnya bukan itu. Namun, untuk satu dan lain alasan, semuanya tak berhasil."

"Sungguh menyenangkan bermain untuk Inggris. Bisa dihargai oleh negara Anda dan diminta bermain untuk mereka adalah sesuatu yang spesial dan sesuatu yang ingin dilakukan semua orang."

"Jelas sekali saya ingin memenangkan sesuatu dengan Inggris, namun itu bukan waktu yang sukses - well, memang ada saat seperti itu. Begitulah jalannya," pungkas Scholes.  (espn/row)

Berita Terkait