
Bola.net - Kisah Xabi Alonso di Santiago Bernabeu berakhir prematur. Hanya berselang 24 jam setelah Real Madrid takluk 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, surat pemecatan itu resmi turun.
Publik mungkin melihat kekalahan di laga El Clasico tersebut sebagai penyebab utama. Namun, bagi manajemen Los Blancos, hasil itu hanyalah pemicu akhir dari bom waktu yang sudah berdetak sejak pertengahan musim.
Mengapa pelatih yang datang dengan reputasi mentereng usai membawa Bayer Leverkusen juara tanpa terkalahkan ini justru gagal total di Real Madrid?
Berdasarkan bedah situasi internal klub, berikut adalah tiga alasan fundamental mengapa Florentino Perez akhirnya menarik pelatuk pemecatan.
1. Krisis Identitas: Kompromi Taktik yang Setengah Matang

Alasan paling teknis namun fatal adalah kegagalan Alonso menanamkan filosofi permainannya. Di Leverkusen, Alonso dipuja karena sistem 3-4-2-1 yang solid dan terstruktur.
Sesampainya di Madrid, idealisme itu menabrak tembok realitas. Sadar bahwa skema tiga bek tengah akan sulit diterima oleh kultur Madridistas dan ego para pemain, Alonso mencoba pragmatis. Ia mengubah pakem menjadi varian 4-2-3-1.
Sayangnya, perubahan ini justru melahirkan keraguan. Madrid tidak bermain dengan struktur disiplin ala Alonso di Jerman, tapi juga kehilangan daya ledak alami era Ancelotti.
"Kelelahan dengan situasi yang ada," demikian ungkapan Alonso dalam pertemuan terakhirnya di Valdebebas seperti dikutip media Spanyol, AS.
Hasilnya terlihat jelas di final Supercopa. Melawan Barcelona, Madrid hanya mencatatkan 29% penguasaan bola. Mereka didikte habis-habisan. Bukan karena pemain tidak mampu, melainkan karena mereka terjebak dalam sistem yang terasa seperti "kompromi yang gagal".
2. Friksi Ruang Ganti: Gagal Menjinakkan Ego Bintang

Di Real Madrid, kemampuan memijat ego pemain jauh lebih berharga daripada papan taktik yang rumit. Inilah yang membuat Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane bertahan lama, dan Jose Mourinho terusir.
Alonso gagal dalam aspek krusial ini. Hubungannya dengan Vinicius Junior dilaporkan merenggang karena sang bintang Brasil merasa tidak cocok dengan metode kepelatihan Alonso.
Situasi ini menjadi begitu transparan hingga pelatih lawan, Diego Simeone, sempat menyindir status Vinicius yang mulai memudar di Bernabeu saat laga semifinal.
Dampaknya merembet ke pemain lain:
- Rodrygo sempat tersisih di awal musim.
- Trent Alexander-Arnold, rekrutan profil tinggi dari Liverpool, hanya menjadi starter dalam lima laga La Liga karena masalah kebugaran dan taktik.
- Federico Valverde terpaksa terus-menerus menambal posisi bek kanan, mengorbankan lini tengah.
Ketika bintang utama seperti Vinicius Jr tidak "membeli" ide pelatih, dan Kylian Mbappe terpaksa memikul beban sendirian, lonceng kematian bagi pelatih Madrid tinggal menunggu waktu.
3. Dosa Tak Terampuni: Kehilangan Wibawa di Bernabeu

Mungkin Alonso bisa selamat dari taktik yang membingungkan atau pemain yang merajuk, jika saja ia tetap menang. Namun, ia melanggar hukum tertinggi Real Madrid: Jangan permalukan klub di kandang sendiri.
Meskipun sempat memenangi 13 dari 14 laga awal, "napas buatan" itu habis ketika performa kandang merosot tajam di bulan Desember 2025 lalu.
Kekalahan kandang dari Celta Vigo adalah titik nadir. Bagi Florentino Perez dan para fans, kalah dari tim papan tengah di Bernabeu adalah aib yang tak bisa ditoleransi. Ditambah kekalahan dari Manchester City beberapa hari kemudian, wibawa Bernabeu runtuh.
Stadion yang seharusnya menjadi benteng angker itu berubah menjadi panggung penghakiman. Lambaian sapu tangan putih (white handkerchiefs) dari tribun penonton menjadi vonis sosial yang lebih tajam dari keputusan direksi.
Kembali ke Setelan Pabrik
Pemecatan Alonso menegaskan satu hal: Real Madrid alergi terhadap "Pelatih Sistem" yang membutuhkan waktu untuk membangun filosofi. Mereka menginginkan hasil instan dan harmoni bintang.
Itulah sebabnya Alvaro Arbeloa dipilih sebagai pengganti. Sosok yang minim pengalaman melatih di level senior, namun paham betul "DNA Madrid". Arbeloa hadir bukan untuk mengajarkan sepak bola rumit, tapi untuk mengembalikan kenyamanan para Galactico—tugas yang gagal diemban oleh Alonso.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 1 September 2026 23:23Tinggalkan Como, Emil Audero Bakal Merantau ke Spanyol
-
Liga Spanyol 1 September 2026 21:14Real Madrid 'Terjebak' Situasi Sulit untuk Menjual Ferland Mendy
-
Liga Spanyol 1 September 2026 20:11Resmi! Barcelona Tuntaskan Transfer Gabriel Jesus dari Arsenal
-
Liga Spanyol 1 September 2026 19:52No Arsenal, No Barcelona! Julian Alvarez Terima Nasib Bertahan di Atletico!
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 1 September 2026 23:51Kata Luke Shaw: MU Juara Premier League 2026/2027? Kenapa Tidak?
-
Liga Inggris 1 September 2026 23:38Harry Maguire Dukung Marcus Rashford Bersinar Lagi di Manchester United
-
Liga Inggris 1 September 2026 23:34Chelsea Tolak Pinangan Liverpool untuk Transfer Malo Gusto
-
Liga Spanyol 1 September 2026 23:23Tinggalkan Como, Emil Audero Bakal Merantau ke Spanyol
-
Liga Inggris 1 September 2026 23:14Bukannya Beli Bek Kiri Baru, MU Bakal Beli Gelandang Baru di Deadline Day?
-
Liga Inggris 1 September 2026 23:06Here We Go! Manchester City Jadikan Enzo Fernandez Pemain Termahal di Inggris!
BERITA LAINNYA
-
spanyol 1 September 2026 23:23Tinggalkan Como, Emil Audero Bakal Merantau ke Spanyol
-
spanyol 1 September 2026 21:14Real Madrid 'Terjebak' Situasi Sulit untuk Menjual Ferland Mendy
-
spanyol 1 September 2026 20:11Resmi! Barcelona Tuntaskan Transfer Gabriel Jesus dari Arsenal
-
spanyol 1 September 2026 19:52No Arsenal, No Barcelona! Julian Alvarez Terima Nasib Bertahan di Atletico!
-
spanyol 1 September 2026 18:35Xavi Espart Makin Bersinar Bersama Barcelona
SOROT
-
Liputan6 1 September 2026 22:41Fadli Zon Setor Usulan Nama Penerima Tanda Jasa ke Prabowo
-
Liputan6 1 September 2026 20:03Prabowo Rapat di Hambalang, Seskab Teddy: Bahas Hunian Rumah Layak-Terjangkau
-
Liputan6 1 September 2026 18:19Kondisi Terkini Kebakaran Gambir, Ratusan Korban Masih Mengungsi
-
Liputan6 1 September 2026 18:02Ragam Hoaks Catut Nama Prabowo Beredar di Facebook, Cek Daftar dan Faktanya
-
Liputan6 1 September 2026 17:45BNN Pamerkan Pengungkapan 8,07 Ton Narkoba dalam 2 Bulan
-
Liputan6 1 September 2026 16:43Qodari Bicara Target Kepuasan Publik hingga Perang Melawan Hoaks
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338040/original/025463300_1788277213-prabowo_fadli_zon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337988/original/040303300_1788269238-IMG-20260901-WA0020_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337880/original/084643300_1788261544-WhatsApp_Image_2026-09-01_at_18.17.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473565/original/045606700_1768449409-e8f30a03-0f34-4cca-868f-659668113d39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8686422/original/016959600_1782742010-Kepala_Badan_Komunikasi_Pemerintah__Bakom__Muhammad_Qodari-29_Juni_2026a.jpg)

