
Bola.net - Laga Barcelona vs Athletic Club menjadi pembuka tahun yang tegas bagi Blaugrana di Arab Saudi. Kemenangan 5-0 pada semifinal Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana menghadirkan pesan kuat tentang kesiapan tim menghadapi tantangan berikutnya.
Laga Barcelona vs Athletic Club berjalan timpang sejak menit awal hingga akhir pertandingan. Barcelona tampil dominan, agresif, dan efisien dalam menguasai ruang serta tempo permainan.
Kemenangan 5-0 atas Athletic Bilbao bukan hanya tiket Barcelona menuju final, tetapi juga catatan sejarah baru. Margin kemenangan tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah satu pertandingan Piala Super Spanyol.
Pedri dan Sepak Bola Sederhana yang Mematikan

Permainan sederhana yang efektif kembali mendapat makna melalui sosok Pedri. Filosofi Johan Cruyff terasa relevan ketika ia pernah berkata, “Bermain sepak bola itu sangat sederhana, tetapi bermain sepak bola sederhana adalah hal tersulit.”
Pedri menerjemahkan kalimat itu di atas lapangan dengan cara yang nyaris tanpa cela. Ia bergerak ringan, menemukan ruang, dan selalu memilih umpan paling tepat tanpa terlihat tergesa-gesa.
Penampilan babak pertama Pedri melawan Athletic Club memberi kendali penuh bagi lini tengah Barcelona. Ia mungkin tidak mencatatkan gol, tapi alur serangan mengalir rapi melalui sentuhannya.
Perannya memberi stabilitas sekaligus kreativitas dalam struktur permainan Flick. Keberadaannya membuat permainan Barcelona terasa dewasa dan efisien.
Seleksi Tepat Flick Berbuah Dominasi

Keputusan Hansi Flick dalam memilih susunan pemain patut mendapat apresiasi. Pilihan memainkan Fermin Lopez dan Roony Bardghji terbukti tepat dalam laga ini.
Flick tampak berani mengambil risiko dengan melihat jauh ke partai final. Namun, keberanian itu berbuah kontribusi nyata dari para pemain muda.
Roony Bardghji masih mentah di level ini, tapi menit bermain memberi dorongan besar bagi kepercayaan dirinya. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk perkembangan jangka panjangnya.
Sementara itu, Fermin Lopez semakin sulit diabaikan sebagai starter. Persaingan sehat di lini tengah menjadi keuntungan besar bagi Flick dalam menjaga kualitas tim.
Tanpa Mengendur, Barca Kirim Pesan Kuat

Keunggulan 5-0 tidak membuat Barcelona menurunkan intensitas permainan. Barcelona justru terus menekan, sementara Athletic kesulitan keluar dari tekanan.
Sikap ini memperlihatkan mentalitas kompetitif yang kuat dalam skuad. Mereka tidak memilih bertahan, tetapi tetap menguasai bola dan menyerang.
Pendekatan tersebut menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi menjelang final. Namun, konsistensi seperti ini menuntut fokus penuh dari seluruh pemain.
Laga Barcelona vs Athletic Club akhirnya menjadi gambaran tim yang lapar prestasi. Jika performa ini berlanjut, Barcelona layak menatap final dengan optimisme tinggi.
Sumber: Barca Blaugranes
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Barcelona Ukir Sejarah di Piala Super Spanyol usai Bantai Athletic Club 5-0
- Pemain Terbaik dan Terburuk dari Laga Parma vs Inter di Ennio Tardini
- Man City vs Brighton: Rating Pemain The Citizens usai Tertahan di Etihad Stadium
- Barcelona vs Athletic Club: Rating Pemain Barcelona usai Menang Telak 5-0
- Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
- Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
- Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
- Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
- Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
- Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 9 Januari 2026 09:486 Pelajaran dari Arsenal vs Liverpool: Peluang Emas Terbuang di Emirates
-
Liga Spanyol 9 Januari 2026 08:37Kapan El Clasico di Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
LATEST UPDATE
-
Voli 9 Januari 2026 10:07 -
Liga Spanyol 9 Januari 2026 09:49 -
Liga Inggris 9 Januari 2026 09:48 -
Voli 9 Januari 2026 09:43 -
Liga Inggris 9 Januari 2026 09:36 -
Liga Inggris 9 Januari 2026 09:34
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 3 Pemain yang Bisa Cabut dari Arsenal pada Bursa T...
- 6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jend...
- 6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
- 4 Pelatih yang Bisa Diboyong Chelsea jika Enzo Mar...
- 10 Pemain dengan Gaji Termahal di Piala Afrika 202...
- 4 Opsi Transfer Darurat Manchester United Usai Bru...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5080102/original/008701700_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412015/original/075913400_1763029321-WhatsApp_Image_2025-11-13_at_17.11.39__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5443700/original/061568300_1765714214-Rano_Karno_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467578/original/049374000_1767923191-AC_Milan_s_Matteo_Gabbia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467572/original/010560100_1767922526-Genoa_s_Nicolae_Stanciu__right__reacts_after_missing_a_chance_to_score_from_a_penalty_spot_during_the_Serie_A_soccer_match_between_AC_Milan_and_Genoa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467549/original/032120700_1767921748-AC_Milan_s_head_coach_Massimiliano_Allegri.jpg)

