FOLLOW US:


Kesuksesan Kedua Xavi: Berhasil Membuat Barcelona Hidup Lagi

23-11-2021 04:19

 | Yaumil Azis

Kesuksesan Kedua Xavi: Berhasil Membuat Barcelona Hidup Lagi
Pelatih Barcelona, Xavi © AP Photo

Bola.net - Xavi baru bergabung dengan Barcelona pada masa pekan internasional belum lama ini. Namun pria berumur 41 tahun itu sudah mempersembahkan dua hal yang bisa dianggap sebagai kesuksesan.

Pertama, Xavi berhasil mempersembahkan kemenangan pertamanya buat Barcelona. Hasil positif tersebut didapatkan ketika bertemu Espanyol dalam laga lanjutan La Liga pada hari Minggu (21/11/2021) lalu.

Memang, kemenangannya masih belum begitu meyakinkan. Barcelona cuma menang dengan skor tipis 1-0, itupun berkat gol penalti yang dihasilkan Memphis Depay di awal babak kedua.

Setidaknya gambaran Barcelona di tangan Xavi sudah mulai terlihat di pertandingan tersebut. Mereka tampil dominan dengan catatan penguasaan bola mencapai 66 persen. Ini adalah modal bagus buat melawan Benfica di Liga Champions.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Motivasi Ekstra Buat Pemain

Kedua, Xavi membuat Barcelona hidup kembali. Seperti yang dikatakan salah satu pemainnya, Jordi Alba, kehadiran mantan pelatih Al Sadd tersebut menjadi motivasi ekstra untuk dirinya serta rekan-rekannya.

"Memiliki dia sebagai pelatih memberikan motivasi ekstra, setidaknya buat saya. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk membuat dia bangga. Itulah misinya," ujar Alba, seperti yang dikutip dari Goal International.

Ketika baru datang, Xavi menunjukkan sikap tegasnya dengan menghukum Ousmane Dembele yang terlambat menghadiri sesi latihan. Tapi bukan berarti ketegasannya itu membuat latihan Barcelona jadi tidak menyenangkan.

"Aktivitasnya sebelum latihan sangat menyenangkan. Membuat kami jadi terikat. Sesi latihan berlangsung menyenangkan dan sangat menuntut Kami senang," lanjutnya.

2 dari 2

Pemain Patut Bertanggung Jawab

Alba sendiri sudah tidak ingin mengingat lagi masa-masa saat Barcelona dipegang pelatih sebelumnya, Ronald Koeman. Pria asal Belanda itu dituding sebagai kambing hitam, tapi Alba merasa para pemain juga patut bertanggung jawab.

"Ada perubahan yang terjadi, tapi saya tidak ingin mengurangi apa yang pernah terjadi sebelumnya. Pada akhirnya, hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah memecat pelatih," kata Alba lagi.

"Ketika situasinya tidak berjalan dengan baik, para pemain juga patut disalahkan. Pergantian pelatih tidak menyenangkan, tapi kami baik-baik saja dengan Xavi," pungkasnya.

(Goal International)