Kontroversi dari Kekalahan Real Madrid: Mbappe Disikut Sampai Berdarah, tapi VAR Hanya Diam

Kontroversi dari Kekalahan Real Madrid: Mbappe Disikut Sampai Berdarah, tapi VAR Hanya Diam
Insiden Kylian Mbappe disikut lawan dalam laga Real Madrid vs Girona di Santiago Bernabeu, 11 April 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Real Madrid kembali kehilangan momentum dalam perburuan gelar La Liga setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Girona pada pekan ke-31. Hasil ini datang di saat tekanan terhadap Los Blancos semakin meningkat.

Tambahan satu poin membawa Madrid ke 70 angka, memangkas jarak dengan Barcelona menjadi enam poin. Namun, rival mereka itu masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.

Di balik hasil tersebut, perhatian justru tertuju pada sebuah insiden kontroversial di menit akhir yang memicu reaksi keras dari pemain hingga suporter.

Insiden Penalti Mbappe Picu Kontroversi

Insiden Penalti Mbappe Picu Kontroversi

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe berebut bola dengan pemain Girona, Vitor Reis di laga Liga Spanyol, 11 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Laga di Santiago Bernabeu memanas pada menit ke-87 ketika Kylian Mbappe terjatuh di dalam kotak penalti usai berduel dengan Vitor Reis.

Mbappe bahkan sampai terkapar di lapangan dan pelipisnya berdarah. Tayangan ulang menunjukkan bahwa sikut Reis masuk keras menghantap kepala Mbappe.

Wasit Alberola Rojas memutuskan untuk melanjutkan permainan tanpa memberikan penalti. Keputusan itu diperkuat oleh VAR yang juga tidak melakukan intervensi.

Situasi tersebut langsung memicu protes dari pemain Real Madrid di lapangan. Ketegangan juga merembet ke tribun, di mana suporter tuan rumah meluapkan kekecewaan mereka.

Seorang wasit senior Spanyol sekaligus analis media AS, Iturralde Gonzalez, turut memberikan pandangannya setelah meninjau ulang tayangan insiden tersebut.

“Jika wasit langsung memberikannya, memang ada kontak yang jelas, tetapi VAR tidak akan pernah ikut campur dalam situasi seperti ini," ujar Gonzalez.

VAR Dipertanyakan, Suporter Bereaksi

Dalam analisisnya, Iturralde Gonzalez menilai keputusan tersebut masih bisa diperdebatkan. Namun, ia menegaskan bahwa protokol VAR menjadi faktor utama tidak adanya intervensi.

“Menurut pandangan saya, ini adalah penalti, tetapi instruksi yang diterima wasit VAR adalah untuk tidak ikut campur dalam insiden kontroversial seperti ini," jelas Gonzalez.

Keputusan tersebut akhirnya tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Real Madrid pun harus puas dengan hasil imbang yang terasa pahit di kandang sendiri.

Reaksi keras datang dari para suporter di stadion. Mereka melontarkan nyanyian yang menuding federasi sepak bola Spanyol sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keputusan kontroversial tersebut.