FOLLOW US:


Pantaskah Neymar Mendapatkan Kesempatan Kedua di Barcelona?

19-08-2019 10:20

 | Richard Andreas

Pantaskah Neymar Mendapatkan Kesempatan Kedua di Barcelona?
Neymar. © AFP

Bola.net - Gagasan kepulangan Neymar ke Barcelona masih menimbulkan berbagai respons. Sebagian mendukung, sebagian masih sakit hati dengan sikap bintang Brasil itu ketika bergabung dengan PSG dua tahun lalu.

Rumor kepulangan Neymar mulai menguat sejak pekan lalu. Kabarnya, Barca sudah menjalin negosiasi resmi dengan PSG guna mengusahakan skema uang plus pemain. Transfer ini sulit.

Dua tahun lalu, Neymar meninggalkan Barca dengan cara yang kurang baik. Dia ngotot meninggalkan Camp Nou karena tidak betah hanya jadi 'anak buah' Lionel Messi. Neymar ingin mendapatkan panggungnya sendiri.

Kini, Neymar mungkin menyesali keputusan tersebut. Potensinya buntu bersama PSG, hanya dengan pulang ke Barcelona kariernya bisa diselamatkan. Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Pemain Spesial

Jordi Cruyff mencoba memandang saga transfer Neymar ini dari kacamata fans Barcelona. Dia mengakui kepulangan Neymar bakal menghadirkan kontroversi. Namun, bagaimanapun Neymar adalah pemain spesial.

"Neymar adalah kasus nyata tentang pesepak bola yang berbeda, dia adalah salah satu dari lima pemain paling spesial di dunia," buka Cruyff kepada El Pais.

"Saya memahami reaksi fans Barca yang masih kecewa dengan momen kepergian Neymar dan bagaimana dia melakukannya. Namun, saya adalah orang yang meyakini kesempatan kedua."

2 dari 2

Kesempatan Kedua

Cruyff begitu yakin Neymar layak mendapatkan kesempatan kedua. Neymar tidak akan kesulitan beradaptasi dengna permainan Barca, sebab dia sudah sangat mengenal klub, rekan setim, dan suasana Camp Nou.

Lebih lanjut, Neymar bisa jadi bakal berusaha keras membuktikan diri. Kegagalannya bersama PSG bakal berperan sebagai motivasi ekstra untuk berbuat lebih.

Memulangkan Neymar adalah risiko yang layak diambil Barcelona. Menjelang pensiunnya Lionel Messi, Barca mungkin menyiapkan Neymar sebagai penerus.

Sumber: El Pais