Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana

Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Reaksi para pemain Real Madrid setelah Osasuna mencetak gol kedua dalam pertandingan La Liga, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Miguel Oses

Bola.net - Real Madrid untuk sejenak tampak kembali menguasai arah musim ini. Setelah kehilangan posisi puncak pada akhir 2025, mereka berhasil bangkit di bawah arahan Alvaro Arbeloa.

Akan tetapi, kebangkitan itu hanya sementara karena kelemahan konsistensi masih menghantui tim.

Kemenangan beruntun di La Liga membuat keyakinan muncul di ruang ganti. Namun, keyakinan tanpa konsistensi terbukti rapuh. Kekalahan 1-2 dari Osasuna membuat Madrid kembali tergelincir, sementara Barcelona memanfaatkan momentum dan merebut posisi teratas.

Angka-angka menunjukkan Madrid sanggup naik ke puncak. Akan tetapi, yang belum mereka tunjukkan adalah kemampuan untuk bertahan di sana.

Musim ini menegaskan bahwa gelar juara tidak cukup hanya dengan momen gemilang, tapi melalui performa tinggi yang konsisten.

Real Madrid cuma Sebentar di Puncak La Liga

Real Madrid cuma Sebentar di Puncak La Liga

Vinicius Junior berebut bola dengan Valentin Rosier dalam laga Liga Spanyol antara Osasuna vs Real Madrid di Estadio El Sadar, 22 Februari 2026 (c) AP Photo/Miguel Oses

Di bawah Arbeloa, Real Madrid berhasil mempertahankan catatan tak terkalahkan di La Liga. Ini memberikan secercah harapan bahwa mereka bisa menutup luka dari November yang buruk.

Pemain mulai merasakan kembali kepercayaan diri, dan atmosfer di ruang ganti terlihat positif.

Namun, situasi berubah cepat. Kekalahan tipis di markas Osasuna menandai titik rapuh tim. Lima hari sebagai pemimpin terbukti terlalu singkat untuk membangun momentum yang stabil.

Barcelona pun dengan cepat menggeser posisi, memperlihatkan betapa kompetitifnya perburuan gelar musim ini.

Pertandingan Selanjutnya
UEFA Champions League UEFA Champions League | 26 Februari 2026
Real Madrid Real Madrid
03:00 WIB
Benfica Benfica

Real Madrid Butuh Stabilitas

Real Madrid Butuh Stabilitas

Aksi Kylian Mbappe menggiring bola dalam laga Liga Spanyol antara Osasuna vs Real Madrid di Estadio El Sadar, 22 Februari 2026 (c) AP Photo/Miguel Oses

Real Madrid sering menunjukkan kebangkitan sesaat, tetapi gagal mempertahankan performa tinggi secara berkelanjutan. Kemenangan besar tidak cukup jika disusul dengan penurunan drastis.

Arbeloa menghadapi tugas berat untuk menanamkan stabilitas di lini depan maupun lini belakang tim.

La Liga musim ini menuntut ketahanan mental dan fisik. Setiap kekalahan bisa meruntuhkan minggu-minggu kerja keras.

Dalam konteks ini, perlindungan terhadap posisi teratas menjadi lebih penting dibanding sekadar merebutnya kembali.

Jalan Terjal Real Madrid Menuju Gelar Juara

Jalan Terjal Real Madrid Menuju Gelar Juara

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa bereaksi pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Real Madrid vs Levante di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Jika Madrid mampu kembali ke puncak, memperpanjang catatan lima hari mereka sebagai pemimpin bukanlah hal mustahil. Namun, tanpa fondasi konsistensi yang kuat, musim ini akan terus terasa seperti pengejaran ketimbang penguasaan.

Arbeloa perlu memastikan timnya stabil di setiap laga. Menjaga ritme permainan dan fokus mental menjadi kunci.

Hanya dengan cara itu, Real Madrid bisa menegaskan dominasi mereka dan menepis kesan rapuh yang menghantui sejak awal musim.

Sumber: Madrid Universal