FOLLOW US:


Sadap Pengguna Telepon Pintar, La Liga Didenda 4 Milyar Rupiah!

13-06-2019 03:22

 | Yaumil Azis

Sadap Pengguna Telepon Pintar, La Liga Didenda 4 Milyar Rupiah!
La Liga. © laliga.es

Bola.net - Tindakan kontroversial dilakukan oleh penyelenggara kompetisi sepak bola tertinggi di tanah Spanyol, La Liga. Baru-baru ini, mereka dijatuhi denda sebesar 250 ribu euro (atau setara 4 milyar rupiah) karena melakukan penyadapan terhadap publik.

La Liga dilaporkan mekakukan aksi penyadapan melalui aplikasi resmi yang bisa diunduh ke telepon pintar. Dilansir dari Givemesport, mereka bisa mendengarkan pembicaraan bahkan sampai mendapatkan lokasi para penggunanya.

Dengan cara itu, La Liga berniat untuk mendapatkan data tempat yang mempertontonkan pertandingan melalui situs resmi ilegal. Menurut kabar, La Liga mengalami kerugian sampai 400 juta euro per tahun karena streaming ilegal tersebut.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Dihukum Denda

Aktivitas ilegal itu diketahui oleh Spanish Data Protection Agency (AEPD) dan langsung melakukan proses hukum. Mereka lalu menjatuhkan hukuman denda sebesar 250 ribu euro dan meminta La Liga untuk menutup aplikasi resminya pada tanggal 30 Juni nanti.

Pihak La Liga sendiri tak bisa menerima keputusan tersebut. Pasalnya, mereka bertujuan untuk memerangi pembajakan yang telah memberi kerugian besar terhadap industri penyiaran. Toh, mereka mengklaim tidak menyimpan pembicaraan apapun dari aplikasi tersebut.

"La Liga sangat tidak setuju dengan interpretasi AEPD dan percaya bahwa mereka tidak berusaha untuk memahami bagaimana teknologi [berfungsi]," tutur pernyataan resmi pihak penyelenggara.

2 dari 2

Ajukan Banding

Tentu saja, mereka tidak tinggal diam setelah dijatuhi hukuman yang cukup berat itu. Dalam pernyataan yang sama, La Liga mengatakan bahwa mereka akan mengajukan banding dalam waktu dekat.

"La Liga akan mengajukan banding atas keputusan di pengadilan untuk membuktikan bahwa kami telah bertindak sesuai dengan peraturan perlindungan data," lanjutnya.

Meskipun akan mengajukan banding, namun La Liga sendiri juga akan melakukan perubahan terhadap aplikasinya. Salah satunya dengan menghapus fitur mikrofon. Fitur itulah yang membuat La Liga terkendala dengan permasalahan ini.

"Kami akan terus melakukan uji coba dan menerapkan teknologi baru untuk meningkatkan pengalaman para penggemar di seluruh dunia, dan di saat yang bersamaan, turut memerangi pembajakan," tegasnya.