Starting XI Gabungan Barcelona vs Real Madrid: Lamine Yamal dan Mbappe di Depan, Tanpa Vinicius!

Starting XI Gabungan Barcelona vs Real Madrid: Lamine Yamal dan Mbappe di Depan, Tanpa Vinicius!
Pemain Barcelona Gavi berebut bola dengan pemain Real Madrid Jude Bellingham (kiri) pada laga El Clasico La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Mateu Parra

Bola.net - El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid pada pekan ke-10 La Liga 2026/2027 akan berlangsung di Camp Nou, Senin (26/10) dini hari WIB. Pertemuan ke-265 kedua rival ini menjadi panggung bagi deretan bintang yang bersaing memperebutkan status pemain terbaik.

Era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah berlalu, tetapi rivalitas tetap menyajikan nama-nama besar seperti Lamine Yamal dan Kylian Mbappe. Keduanya menjadi representasi generasi baru yang siap menentukan jalannya pertandingan.

Barcelona memiliki kekuatan melalui kreativitas lini tengah dan talenta jebolan La Masia. Sementara itu, Real Madrid mengandalkan kualitas individu serta kemampuan pemainnya menciptakan perbedaan dalam momen krusial.

Berikut starting XI gabungan Barcelona dan Real Madrid berdasarkan kualitas, kontribusi, serta performa yang dipaparkan dalam data musim ini.

Thibaut Courtois (Kiper)

Thibaut Courtois (Kiper)

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, bereaksi dalam pertandingan Liga Champions melawan RB Leipzig, Kamis (22/10/2026). (c) AP Photo/Bernat Armangue

Joan Garcia dan Thibaut Courtois tampil bagus untuk klub masing-masing. Mereka punya kelebihan dan kekurangan. Baik Garcia maupun Courtois layak masuk dalam starting XI gabungan ini.

Thibaut Courtois unggul dalam persentase penyelamatan, yakni 76,3 persen berbanding 68,2 persen milik Garcia. Sementara, kiper Barcelona itu lebih menonjol dalam aktivitas sebagai sweeper.

Courtois telah melakukan 19 penyelamatan untuk Real Madrid, 11 kali dari dalam kotak penalti dan 18 kali dari luar. Courtois acap kali jadi penyelamat ketika performa lini belakang Real Madrid masih belum stabil.

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 1 November 2026
Racing Santander Racing Santander
22:15 WIB
Real Madrid Real Madrid

Xavi Espart (Bek Kanan)

Xavi Espart (Bek Kanan)

Pemain PSG Lucas Hernandez berebut bola dengan pemain Barcelona Xavi Espart dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Teresa Suarez

Xavi Espart menjadi pilihan berkat perkembangannya bersama tim utama Barcelona. Pemain jebolan La Masia ini mampu bermain sebagai bek kanan maupun bek kiri.

Persaingan di posisi tersebut belum sepenuhnya dikuasai Trent Alexander-Arnold. Real Madrid bahkan sempat menempatkan Federico Valverde sebagai bek kanan dalam pertandingan liga terakhir.

Fleksibilitas Espart menjadi nilai tambah bagi Barcelona. Ia mampu membantu serangan tanpa mengabaikan tugas utamanya di lini pertahanan.

Pau Cubarsi (Bek Tengah)

Pau Cubarsi (Bek Tengah)

Pau Cubarsi menghalau bola dari kejaran Robbie Ure di laga Sevilla vs Barcelona, Minggu (20/9/2026) (c) AP Photo/Jose Breton

Pau Cubarsi telah menunjukkan kematangan meski baru berusia 19 tahun. Bek Barcelona ini memiliki kemampuan membaca permainan dan menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan.

Selain solid dalam bertahan, Cubarsi juga piawai mendistribusikan bola. Kemampuannya membantu pembangunan serangan membuat Barcelona memiliki opsi progresi dari lini belakang.

Kombinasi kualitas teknis dan pemahaman taktik menjadikannya pilihan utama. Cubarsi berpotensi terus berkembang menjadi salah satu bek tengah terbaik di generasinya.

Eric Garcia (Bek Tengah)

Eric Garcia (Bek Tengah)

Pemain Barcelona, Eric Garcia, melindungi bola dalam pertandingan La Liga melawan Atletico Madrid, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Eric Garcia melengkapi duet bek tengah Barcelona dalam susunan ini. Setelah sempat dipinjamkan ke Girona pada 2024, ia kembali mendapatkan peran penting di tim utama.

Garcia telah tampil dalam delapan dari sembilan pertandingan liga Barcelona musim ini. Meski kerap dimainkan sebagai bek kanan, posisi bek tengah lebih sesuai dengan preferensi bermainnya.

Kemampuannya membaca permainan dan mengalirkan bola menjadi keunggulan. Ia juga bisa melengkapi Cubarsi dalam membangun pertahanan yang solid.

Marc Cucurella (Bek Kiri)

Marc Cucurella (Bek Kiri)

Marc Cucurella mengawal Andy Diouf di laga Real Madrid vs Inter Milan, Rabu (9/9/2026) (c) AP Photo/Bernad Armangue

Marc Cucurella menjadi pilihan di posisi bek kiri berkat energi dan agresivitasnya. Bek asal Spanyol ini mampu membantu serangan sekaligus memberikan tekanan kepada pemain sayap lawan.

Performa Cucurella bersama Chelsea dan tim nasional Spanyol memperlihatkan kualitasnya di level tertinggi. Ia juga dikenal aktif dalam duel dan pergerakan tanpa bola.

Kemampuan melakukan tekanan agresif membuatnya cocok untuk pertandingan intensitas tinggi. Cucurella dapat menjaga keseimbangan antara tugas bertahan dan dukungan ofensif.

Rodri (Gelandang Tengah)

Rodri (Gelandang Tengah)

Pemain Barcelona Rodri dalam laga La Liga Spanyol antara Barcelona vs Bilbao di Barcelona, Spanyol, Kamis, 27 Agustus 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Rodri dipilih karena kemampuannya mengatur tempo dan menjaga keseimbangan permainan. Karakteristiknya cocok untuk tim yang mengandalkan penguasaan bola.

Ia mencatatkan akurasi operan 95 persen dengan rata-rata 80 operan per pertandingan. Statistik tersebut menggambarkan konsistensinya dalam menjaga sirkulasi bola.

Selain mengatur permainan, Rodri juga berperan melindungi lini belakang. Ia dapat menjadi penghubung utama antara pertahanan dan lini serang.

Pedri (Gelandang Tengah)

Pedri (Gelandang Tengah)

Pemain Barcelona, Pedri, berebut bola dengan pemain Athletic Bilbao, Inaki Williams, dalam pertandingan La Liga, Jumat (28/8/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Pedri menjadi pasangan ideal Rodri di lini tengah. Pada usia 23 tahun, ia telah memiliki pengalaman panjang bersama tim utama Barcelona.

Keunggulan Pedri terletak pada visi bermain, kontrol bola, dan kemampuannya menemukan ruang. Ia juga piawai mengirimkan umpan progresif untuk membuka pertahanan lawan.

Bersama Rodri, Pedri dapat menggabungkan kreativitas dan kontrol permainan. Duet ini berpotensi mendominasi lini tengah dalam pertandingan besar.

Lamine Yamal (Sayap Kanan)

Lamine Yamal (Sayap Kanan)

Pemain Barcelona Lamine Yamal merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan La Liga melawan Real Betis, Sabtu (17/10/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Lamine Yamal menjadi pilihan utama di sisi kanan berkat kreativitas dan kemampuan individunya. Ia mampu melewati lawan serta menciptakan peluang dari situasi sulit.

Keberaniannya dalam duel satu lawan satu memaksa pertahanan lawan memberikan perhatian ekstra. Kondisi tersebut juga dapat membuka ruang bagi rekan setimnya.

Yamal memiliki potensi menjadi pembeda dalam El Clasico. Kemampuannya menciptakan peluang dan mencetak gol membuatnya menjadi ancaman utama Barcelona.

Jude Bellingham (Gelandang Serang)

Jude Bellingham (Gelandang Serang)

Pemain Real Madrid Jude Bellingham merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan La Liga melawan Rayo Vallecano, Minggu (13/9/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Jude Bellingham mengisi posisi gelandang serang berkat kombinasi teknik, kekuatan fisik, dan naluri menyerang. Pemain Real Madrid ini juga dikenal mampu tampil menentukan dalam momen penting.

Pada awal musim La Liga, Bellingham mencatatkan dua gol dan tiga assist dalam sembilan pertandingan. Catatan tersebut menunjukkan kontribusinya dalam membangun sekaligus menyelesaikan serangan.

Bellingham bisa bergerak di antara lini tengah dan pertahanan lawan. Kemampuannya masuk ke kotak penalti membuatnya berbahaya ketika mendapatkan ruang.

Anthony Gordon (Sayap Kiri)

Anthony Gordon (Sayap Kiri)

Pemain Barcelona Anthony Gordon merayakan gol dalam pertandingan La Liga melawan Getafe, Sabtu (10/10/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Anthony Gordon masuk dalam pilihan sayap kiri berkat kontribusi menyerangnya. Dalam data yang diberikan, performanya dinilai lebih konsisten dibandingkan Vinicius Junior.

Gordon mencatatkan empat assist dan satu gol dalam delapan pertandingan La Liga. Statistik tersebut memperlihatkan kontribusinya dalam menciptakan peluang dan membantu penyelesaian serangan.

Kecepatan serta keberaniannya melakukan penetrasi menjadi keunggulan utama. Ia juga bisa membantu tim melancarkan serangan balik melalui sisi kiri.

Kylian Mbappe (Penyerang Tengah)

Kylian Mbappe (Penyerang Tengah)

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe dalam pertandingan Liga Champions melawan AS Roma, Kamis (15/10/2026). (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

Kylian Mbappe menjadi pilihan di posisi penyerang tengah berkat kualitas individu dan potensi golnya. Ia mengungguli persaingan dari Raphinha, yang mencatatkan 12 gol dan tiga assist dalam delapan pertandingan menurut data yang diberikan.

Mbappe memiliki kecepatan, penyelesaian akhir, dan kemampuan mencari ruang di belakang pertahanan. Ia bisa menjadi ancaman dalam serangan balik maupun skema permainan terorganisasi.

Dengan dukungan Yamal, Gordon, Bellingham, Pedri, dan Rodri, Mbappe berpotensi menjadi ujung tombak yang mematikan. Kualitasnya membuat penyerang Real Madrid tersebut layak menutup starting XI gabungan ini.