
Bola.net - Setiap tim sepak bola manapun pasti ingin meraih kemenangan. Hanya kemenangan yang bisa membuat sebuah tim meraih gelar juara.
Kemenangan menjadi tujuan utama dalam sebuah pertandingan profesional. Itulah mengapa, banyak hal dilakukan sebuah tim untuk meraup kemenangan.
Namun, apa jadinya jika suatu tim justru kalah? Meski tetap dalam konteks profesional dan sportivitas, tetap saja kesedihan dan kekecewaan atau bahkan penyesalan dirasakan seluruh elemen tim.
Apalagi jika kekalahan itu terjadi dalam laga krusial, seperti final sebuah turnamen atau pertandingan penentu gelar lainnya. Juga, apabila kalah dari tim rival.
Di era sekarang ini, kekalahan bisa terasa makin menyakitkan dan memalukan, karena tak jarang kerap jadi olok-olok antarpenggemar di media sosial dan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.
Para pelaku, seperti pemain maupun pelatih, bisa jadi juga dihantui kekalahan tersebut sepanjang karier mereka.
Ada beberapa pertandingan yang berakhir dengan kekalahan memalukan bagi satu di antara tim, seperti pembicaraan di atas.
Pencinta sepak bola mungkin masih ingat, duel Manchester United versus Manchester City pada Oktober 2011. Itu menjadi kekalahan Setan Merah di kandang pertama dengan skor terbesar sejak 1995. Sangat memalukan karena lawan mereka adalah rival abadi; the Citizen.
Berikut lima laga dengan kekalahan paling memalukan yang dialami sebuah tim sepanjang sejarah sepak bola seperti dilansir Give Me Sport.
5. Liverpool 4-0 Barcelona
Liverpool berhasil mempermalukan Barcelona dalam laga Musim 2018-2019 pada duel semifinal leg kedua Liga Champions 2018-2019, 7 Mei 2019, dengan skor 4-0.
Kemenangan itu di hadapan publik sendiri di Anfield itu berhasil membawa the Reds melaju ke partai final lantaran unggul agregat gol 4-3.
Sementara, kekalahan telak 0-4 itu menimbulkan luka berkepanjangan buat skuat Blaugrana dan dikenang bak aib hingga sekarang.
4. Manchester United 8-2 Arsenal
Tak ada yang menyangka Arsenal bakal babak belur saat menjalani laga tandang menghadapi Manchester United di Old Trafford, 28 Agustus 2011.
Saat itu baru awal musim, namun the Gunners sudah merasakan kekalahan begitu telak.
Kala itu, Arsenal baru ditinggalkan Cesc Fabregas dan Samir Nasri. Meriam London hanya mengandalkan Robin van Persie sebagai mesin gol, dan Carl Jenkinson, Johan Djourou, Laurent Koscielny, dan Armand Traore sebagai kuartet di lini belakang.
Kemenangan telak ini bahkan membuat pelatih Manchester United ketika itu, Alex Ferguson, tak percaya.
"Ketika Anda bermain melawan Arsenal, Anda tak mengharapkan hasil seperti itu," ujar Ferguson.
3. Barcelona 6-1 Paris Saint-Germain
Klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), punya memori menyeramkan di Camp Nou, markas Barcelona. Di sana, Les Parisiens dipermak PSG dengan skor 1-6.
Memori kelam itu terjadi pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2016-2017, 9 Maret 2017.
PSG datang ke Camp Nou dengan keunggulan 4-0 di leg pertama. Alih-alih melenggang ke perempat final, PSG yang kala itu dilatih Unai Emery pulang dengan menanggung malu setelah kalah 1-6.
Padahal, sebelumnya belum pernah ada dalam sejarah Liga Champions, satu klub membalikkan situasi setelah tertinggal 0-4. Barcelona mampu melakukannya dan PSG tersingkir secara menyesakkan.
2. Australia 31?0 American Samoa
Timnas Australia akan dikenang sebagai tim "raja tega" setelah menggelontor lawan, Samoa Amerika, dengan skor sensasional: 31-0.
Pertandingan yang berujung memalukan buat Samoa Amerika itu terjadi pada laga kualifikasi Piala Dunia 2002, 11 April 2001, di Australia.
Padahal, kala itu tim tuan rumah hanya memainkan pemain lapis kedua. The Socceroos menyimpan nama-nama tenar, seperti Harry Kewel dan Mark Viduka. Namun, tetap saja tim tamu pulang dengan kepala tertunduk.
Perbedaan kualitas mendasari skor fenomenal tersebut. FIFA lantas mengubah format kualifikasi Piala Dunia di zona Oceania untuk memastikan hasil seperti itu tidak terulang lagi.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Samoa Amerika terpaksa menanggung aib kalah begitu telaknya di pentas sepak bola internasional.
1. Brasil 1-7 Jerman
Kekalahan 1-7 atas Jerman sudah sukup buruk bagi Brasil. Kekalahan besar itu makin diperburuk karena terjadi di hadapan publik sendiri.
Kekalahan mengejutkan ini terjadi pada semifinal Piala Dunia 2014 di Belo Horizonte, Brasil, 8 Juli 2014.
Laga baru berjalan setengah jam, Brasil harus merelakan gawangnya dibobol sebanyak lima gol.
Jerman pun akhirnya keluar sebagai juara Piala Dunia 2014 setelah di final menumbangkan Argentina dengan skor 1-0.
Hingga sekarang, masih banyak pencinta sepak bola yang masih tak percaya, Brasil bermain begitu buruk hingga harus menanggung malu dipermak Jerman dengan skor telak 1-7.
Sumber: Give Me Sport
Disadur dari: Bola.com/Penulis Alfi Yuda/Editor Aning Jati
Published: 13 April 2020
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 15:42Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 12:33Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:13AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 19:00Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:39Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:30Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
BERITA LAINNYA
-
spanyol 27 Oktober 2026 15:42Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
-
spanyol 27 Oktober 2026 12:33Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
-
spanyol 27 Oktober 2026 07:06Kylian Mbappe Runner-up Ballon d'Or 2026, Yamal Peringkat 3, Rodri 4, Messi 5
-
spanyol 27 Oktober 2026 05:36Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2026, Cetak Hattrick Bersejarah
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:12BRIN Punya 4 Kandidat Vaksin Malaria, Prabowo Minta Riset Dipercepat
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 27 Oktober 2026 16:17DPR Soroti Kasus Montir Dicatut Jadi Pemilik McLaren
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:19Prabowo Panggil Kepala BRIN, Riset Penanganan Kebakaran Hutan Dibahas
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383841/original/017191300_1793103340-IMG_0345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383494/original/044750700_1793089062-IMG-20261027-WA0030.jpg)

