Terungkap, Kylian Mbappe Ambil Risiko Besar Demi Selamatkan Xabi Alonso di Real Madrid

Terungkap, Kylian Mbappe Ambil Risiko Besar Demi Selamatkan Xabi Alonso di Real Madrid
Perebutan bola antara Lamine Yamal dengan Kylian Mbappe di Final Piala Super Spanyol 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.net - Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Supercopa de Espana bukan sekadar kehilangan trofi. Laga itu menjadi penentu nasib Xabi Alonso sebagai pelatih kepala di Santiago Bernabeu.

Di balik pertandingan tersebut, terungkap keputusan berisiko yang diambil Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu tetap turun bermain meski kondisi fisiknya jauh dari ideal.

Langkah tersebut kini dipandang sebagai upaya terakhir untuk mempertahankan Alonso. Hubungan dekat keduanya menjadi latar dari keputusan yang sarat konsekuensi itu.

1 dari 3 halaman

Mbappe Bermain dengan Risiko Cedera Serius

Mbappe Bermain dengan Risiko Cedera Serius

Ekspresi kecewa Kylian Mbappe setelah kalah dalam laga final Piala Super Spanyol, Barcelona vs Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona di final Supercopa de Espana, hasil yang pada akhirnya mengakhiri masa jabatan Xabi Alonso. Di laga tersebut, Kylian Mbappe bermain meski menentang saran medis.

Laporan dari Prancis mengungkap Mbappe tampil dengan kondisi lutut terkilir. Ia sadar kekalahan hampir pasti berarti akhir bagi Alonso, pelatih yang memiliki ikatan dekat dengannya meski baru bekerja bersama dalam waktu singkat.

Menurut L'Equipe, Mbappe memahami laga Clasico di Arab Saudi itu sebagai penentuan masa depan Alonso. Ia tetap tersedia untuk dimainkan meski cedera tersebut seharusnya membuatnya menepi hingga 21 Januari.

Keputusan itu disebut sebagai pertaruhan besar. Sebagai pencetak gol utama tim, Mbappe mempertaruhkan kebugaran jangka panjangnya dengan harapan kehadirannya bisa mengubah hasil melawan rival abadi.

2 dari 3 halaman

Dorongan Alonso dan Peringatan Medis

Secara medis, kondisi Mbappe dinilai cukup serius. Tim medis klub telah menjadwalkan kembalinya sang pemain pada akhir Januari sebelum rencana itu berubah.

Situasi genting membuat pendekatan berbeda diambil. Alonso, yang menyadari posisinya sangat rapuh, dikabarkan mendorong penggunaan pemain terbaiknya, meski hanya sebagai cameo di akhir pertandingan.

Mbappe akhirnya menyetujui permintaan staf pelatih yang ia hormati. Berbeda dari rumor yang beredar, ia tidak menerima suntikan penghilang rasa sakit untuk tampil di laga tersebut.

Ia bermain sambil menahan rasa tidak nyaman, mengabaikan sejumlah peringatan dari tenaga medis tentang risiko kambuh. Memperparah cedera lutut bisa berujung pada absensi panjang, termasuk pada fase gugur Liga Champions.

3 dari 3 halaman

Pengorbanan yang Tak Terbayar

Risiko besar itu pada akhirnya tidak membuahkan hasil. Barcelona tetap menang 3-2, dan Alonso dicopot dari jabatannya tak lama setelah final.

Meski demikian, pengorbanan Mbappe tidak luput dari sorotan negatif. Ia menuai kritik setelah terlihat mencegah rekan-rekannya melakukan guard of honour kepada Barcelona, meski muncul klaim Alonso meminta tim melakukannya.

Hubungan Mbappe dan Alonso tetap terjaga hingga akhir. Dua jam setelah pengumuman resmi kepergian Alonso, Mbappe menjadi pemain pertama Real Madrid yang angkat bicara melalui media sosial.

“Terima kasih telah mempercayai saya sejak hari pertama. Saya akan mengingat Anda sebagai pelatih visioner dan pencinta sepak bola sejati. Semoga sukses untuk masa depan,” tulis Mbappe.