Christo Catat Hat-Trick Juara di Turnamen Garuda

Christo Catat Hat-Trick Juara di Turnamen Garuda
- Petenis terbaik putra Indonesia, Christopher Rungkat, mencatat hat-trick dengan tampil sebagai juara Turnamen Tenis Master Garuda Indonesia tiga tahun berturut-turut.

Pada babak final turnamen berhadiah uang total Rp400 juta di Lapangan Tenis Hotel Sultan Jakarta, Minggu sore, Christo menang straight set 6-4, 7-5 atas Elbert Sieber.

Bertanding di lapangan tengah, Christo tampil perkasa dan memukau sekitar 500 penonton. Di antara penonton tersebut terdapat Menpora Andi Malarangeng, Ketua Umum PP Pelti Martina Wijaya, Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Pada set awal Christo sempat tertinggal 1-3 sebelum membalik keadaan dan mengunci Elbert pada kedudukan 6-4. Begitu pula pada set kedua, Christo lagi-lagi sempat tertinggal 3-5, sebelum kemudian menghentikan Elbert di angka 7-5.

Kunci kemenangan Christo terletak pada ketenangan dan konsistensi penampilannya. Tidak banyak kesalahan yang dia lakukan sehingga dia mampu mengambil angka pada poin-poin penting dan menentukan.

Menpora menyambut baik sukses Christo sebagai juara dan berharap Christo dapat mengembalikan kejayaan tenis Indonesia setidaknya di kawasan Asia Tenggara.

Menteri juga menyatakan harapannya agar tenis dapat menyumbangkan medali emas pada SEA Games ke-26 di Jakarta dan Sumsel, November 2011.

"Tenis memiliki tradisi menjadi penyumbang medali emas bagi Kontingen Indonesia di arena SEA Games. Saya berharap tenis Indonesia bisa berjaya kembali di kancah internasional," kata Menpora.

Pada kesempatan itu ia menyatakan salut pada petenis junior Voni Darlina yang mampu merebut gelar juara seri master senior ini. Voni di babak final mengalahkan petenis Jateng, Cynthia Melita, 7-5, 6-1.

Secara khusus Menpora juga menyatakan terima kasihnya pada dunia usaha, terutama PT Garuda Indonesia yang telah mensponsori turnamen ini. Garuda Indonesia juga menjadi mitra PP Pelti dalam upaya membina para petenis Indonesia.

Sebagai juara Christo berhak atas hadiah uang sebesar Rp80 juta. Christo juga menyabet bonus Rp 20 juta karena tak terkalahkan sejak babak penyisihan hingga babak final. Sementara Elbert yang tampil sebagai runner-up kebagian hadiah Rp 34,4 juta.

Turnamen Master Garuda Indonesia 2010 ini diikuti hanya delapan petenis terbaik nasional. Mereka dipilih berdasarkan jumlah poin yang mereka kumpulkan dari sejumlah turnamen nasional dan internasional di Indonesia.

Tentang kelanjutan turnamen master ini, Direktur Turnamen Teddy Tanjung menyatakan kemungkinan sudah tidak akan digelar lagi.

Sebagai gantinya akan banyak digelar turnamen junior untuk lebih memacu pembinaan dan mencari bibit petenis pelapis kelompok senior. Sedangkan untuk turnamen internasional putra-putri, sirkuit dan future, tetap akan digelar seperti tahun 2010.  (ant/row)

Berita Terkait