Federer ke Semifinal

Federer ke Semifinal
Roger Federer (c)afp
- Roger Federer menampilkan permainan brilian pada hari Jumat ketika mengalahkan petenis Austria Juergen Melzer 6-1 7-6 Jumat dan maju ke putaran semifinal turnamen tenis Paris Masters untuk pertama kali dalam karirnya.

Pertandingan Jumat juga merupakan hari baik bagi Prancis, setelah pemain yang tidak diunggulkan Michael Llodra mengalahkan petenis Rusia Nikolay Davydenko 7-5 6-1 dan unggulan ke-12 Gael Monfils menumbangkan petenis nomor tiga Andy Murray 6-2 2-6 6-3.

Unggulan utama Federer kalah hanya tiga poin ketika melakukan servis pada 20 menit awal di set pembuka, mengawalinya dengan melakukan satu ace disusul 17 servis yang tidak terbalas lawan dan selanjutnya ia akan bertemu dengan Monfils.

Melzer lebih bagus membaca servis lawannya pada set kedua, tetapi ia melakukan kesalahan besar pada posisi "tiebreak".

Ketika kedudukan 4-4 ia memukul ke mulut net ketika akan mengembalikan voli mudah dari lawannya dan Federer menorehkan kemenangannya dengan membuat satu ace dan servis bagus yang amat keras pada laga di lapangan Bercy Sports itu.

"Saya tidak dapat mengatakan apakah rasanya lega dapat masuk ke dalam urutan empat besar. Tapi yang jelas saya merasa gembira," kata Federer kepada wartawan.

"Saya memainkan set awal dengan bagus, agresif dalam mengembalikan bola lawan, melakukan servis dengan baik. Saya merasa sempurna pada set pertama," katanya.

Monfils juga merasa hebat dengan pukulan servisnya dan pukulannya dapat menghalangi Murray mendapatkan angka lebih banyak.

Petenis Inggris itu, yang mengakhiri permainannya dengan petenis Kroasia Marin Cilic pada Kamis tengah malam dan akan berangkat ke London untuk mengikuti turnamen ATP akhir musim yang mulai dilangsungkan pada 21 November.

"Saya istirahat beberapa hari, kemudian setelah fisik saja pulih berangkat ke London," kata Murray.

"Bila kita tidur pukul tiga malam, maka itu bukan merupakan persiapan bagus untuk melakukan pertandingan," katanya.

Didukung banyak penggemarnya di tepi lapangan, Monfils lebih dulu mematikan permainan lawan pada set pertama tetapi Murray tampil lebih baik dengan pukulan servis terarah pada set kedua.

Monfils kemudian mematikan servis lawannya pada game keenam set penentu, kemudian melakukan pukulan silang cukup kuat untuk mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

Kemenangan mengejutkan

Llodra mengulang kemenangan mengejutkan atas Novak Djokovic, ketika mengalahkan Davydenko dan selanjutnya akan bertemu dengan unggulan kempat Robin Soderling dari Swedia yang mengalahkan Andy Roddick 7-5 6-4.

Petenis yang tidak diunggulkan, Llodra, kembali mengeluarkan kemampuan akurat untuk mengalahkan unggulan ke-10, lewat permainan "base line" yang memukau.

"Tidak mudah mengalahkan pemain seperti Djokovic. Tapi saya tidak ingin permainan saya berakhir di depannya," kata Llodra.

"Melawan Soderling akan lebih susah, karena ia dikenal sebagai petenis yang mahir bermain di luar lapangan dan ia amat percaya diri," katanya.

Davydenko yang biasa tampil dingin, kali ini kelihatan bersemangat dan gembira dan berkali-kali melambaikan tangan ke arah penonton yang mengelu-elukannya.

Tetapi Llodra kelihatannya sudah bersiap benar untuk maju melawan Soderling, pemain yang pernah dikalahkannya dalam dua pertemuan mereka sebelumnya.

"Saya kira dia pernah mengalahkan saya tapi saya tidak akan menyerah," kata Llodra setelah mengalahkan Davydenko, ketika mengomentari calon lawan berikutnya.

Soderling menggunakan pukulan "forehand" keras untuk menundukkan Roddick, yang tampil kepayahan untuk mengembalikan bola lawannya.

Petenis Swedia itu memanfaatkan pematahan servis lawan pada kesempatan kelima, pada game ke-11, untuk memenangi set pembuka. Petenis dua kali runner-up Prancis Terbuka itu kembali mematikan servis lawannya pada awal set kedua, sebelum memenangi set itu dengan catatan raihan 18 ace. (ant/cax)

Berita Terkait