Program Latihan Tenis Meja DKI Terkendala Jadwal

Program Latihan Tenis Meja DKI Terkendala Jadwal
Tenis Meja (Ilustrasi)
Bola.net - Latihan atlet Tenis Meja DKI Jakarta proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012/Riau, semakin ditingkatkan. Sejak awal Oktober lalu, para atlet tenis meja ibu kota harus berlatih pagi dan sore.

"Ya, per 1 Oktober lalu, kami sudah mencanangkan latihan pagi-sore," ungkap anggota pelatih Tenis Meja DKI Jakarta, Nanang Gatot, kepada Bola.net, Senin (17/10).

Pelatih yang akrab dipanggil Gatot itu mengungkapkan, program latihan pagi-sore semata-mata untuk meningkatkan performa atlet. Maklum, di PON Riau, kontingen tenis meja ibu kota dibebani target berat, yakni minimal dua medali emas.

"Karena itu, kami (tim pelatih) harus bekerja keras menyiapkan atlet. Salah satunya, membuat program latihan pagi-sore," tandas mantan atlet tenis meja DKI itu.

Tapi sayang, program latihan pagi-sore yang dicanangkan Gatot dan kawan-kawan sejauh ini belum bisa berjalan lancar. Terutama latihan pagi hari, banyak atlet yang terpaksa harus absen. Itu karena, mayoritas atlet tenis meja DKI Jakarta berstatus karyawan dan mahasiswa.

"Kalau latihan sore hampir tidak ada masalah. Banyak atlet yang datang. Nah, kalau latihan pagi, hanya segelintir saja yang ikut latihan," kata Gatot.

Gatot mengaku, untuk mengatasi masalah itu, tim pelatih tidak bisa berbuat banyak. Kuncinya, kata Gatot, ada di tangan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta.

"Kami tidak bisa memaksa atlet ikut latihan pagi. Karena sejauh ini mereka belum mendapat izin dari kampus maupun tempat mereka bekerja," tuturnya.

Seharusnya, menurutnya lagi, pengurus KONI mengirimkan surat izin kepada instansi terkait agar para atlet diberi dispensasi untuk mengikuti latihan.

"Kami kira, kampus dan instansi tempat atlet bekerja bisa memahami hal ini," ujar Gatot.

Gatot juga mengaku sudah meminta pengurus KONI segera mengirimkan surat izin buat para atlet. Namun, sejauh ini permintaan itu belum juga direalisasikan. Buktinya, para atlet masih belum diberi izin mengikuti latihan pagi. "Kami menyayangkan semua ini. Semestinya, program ini sudah berjalan, ternyata tersendat karena masalah teknis," pungkasnya. (esa/mac)

Berita Terkait