Soderling Pertahankan Peluangnya

Soderling Pertahankan Peluangnya
Robin Soderling (c)afp
- Unggulan keempat asal Swedia Robin Soderling mengalahkan petenis Spanyol David Ferrer 7-5, 7-5, Selasa, untuk mempertahankan peluangnya ke semifinal ATP World Tour Finals tetap hidup.

Soderling dan Ferrer keduanya kalah pada pertandingan pertama mereka dalam Grup B turnamen elit akhir tahun di O2 Arena London itu, sehingga pemain yang kalah dalam pertandingan tersebut hampir dipastikan tersingkir.

Mantan finalis Prancis Terbuka itulah yang tetap berpeluang mencapai empat besar jika ia bisa mengalahkan Roger Federer pada putaran terakhir pertandingan babak grup, Kamis.

Akan tetapi, kemenangan Soderling itu juga berarti Federer membutuhkan kemenangan dari pertandingan tersebut untuk memastikan dirinya lolos, sehingga petenis Swedia itu tidak akan terlalu yakin lolos.

Ferrer, unggulan ketujuh dan runner-up Tour Finals 2007, akan menghadapi Andy Murray dengan mengetahui nasibnya sudah dipastikan.

Keduanya sudah saling berhadapan lima kali tahun ini.

Soderling unggul tipis dengan tiga kemenangan dan ia tiba di London dengan penuh percaya diri setelah kemenangannya di Paris Masters awal bulan ini mengangkatnya ke peringkat tertinggi dalam karirnya, keempat di dunia.

Petenis berusia 26 tahun itu sangat berkembang pada event indoor tetapi ia tampil di bawah normal saat kalah melawan Murray, Minggu.

Ia kembali ke permainan terbaiknya kali ini.

Setelah penampilan luar biasa Federer melawan Murray pada hari yang sama, pertandingan mereka agak kurang menarik.

Babak-babak awal set pertama lebih banyak diwarnai reli dari "baseline" yang melelahkan, sehingga menjadi kejutan ketika Ferrer menyelamatkan satu "break point" pada game keenam dengan menjentikkan voli "winner".

Itu momen indah yang langka dalam set yang penuh perjuangan keras namun membosankan, yang dimenangi Soderling ketika ia memanfaatkan "set point" ketiga pada servis Ferrer dengan "forehand winner" menyusur garis.

Soderling mulai menemukan jangkauannya dengan "forehand" keras dan, setelah kehilangan satu "break point" pada awal set kedua, ia menekan Ferrer untuk melakukan lebih banyak kesalahan dan mematahkan servisnya pada game keenam.

Karena reputasinya, Ferrer terus berusaha dan setelah tertinggal 2-5 ia bangkit untuk menyamakan kedudukan dengan mematahkan servis Soderling ketika petenis Swedia itu melakukan servis untuk menutup pertandingan.

Namun, pukulan "forehand" Ferrer melebar sehingga memberi Soderling "match-point" yang ia sambut gembira karena petenis Spanyol itu kembali melakukan kesalahan. (ant/cax)

Berita Terkait