
Bola.net - Timnas Indonesia harus menelan pil pahit saat menjalani laga perdana Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Tim Garuda tumbang 2-3 dari Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis malam (5/2/2019).
Timnas Indonesia mampu unggul terlebih dulu. Dua kali mencetak gol, dua kali pula Malaysia mampu menyamakan kedudukan.
Striker Alberto Goncalves mencetak dua gol pada menit ke-11 dan ke-38, hasil umpan duo pemain sayap, Saddil Ramdani dan Andik Vermansah. Malaysia mampu membalasnya lewat Mohamadou Sumareh (36') dan Syafiq Ahmad (65').
Tim Harimau Malaya kemudian mengunci kemenangan lewat gol pada injury time lewat Sumareh. Pemain naturalisasi asal Gambia itu memaksa Andritany Ardhiyasa memungut bola pada menit ke-90+6.
Timnas Indonesia sebenarnya sudah bermain lebih apik pada babak pertama. Stefano Lilipaly dkk. mampu mendominasi permainan dan kerap mengurung pertahanan Malaysia.
Namun, babak kedua justru menjadi milik Malaysia. Permainan Tim Merah-Putih sangat kacau mulai belakang sampai barisan depan. Malaysia mampu memanfaatkan itu dengan membalas gol.
Secara permainan, Timnas Indonesia tampil mengecewakan. Dilansir Bola.com, berikut empat penyebab skuat arahan Simon McMenemy itu gagal memetik tiga poin di laga ini.
Lini Tengah Kacau
Keputusan Simon McMenemy menarik keluar Zulfiandi pada awal babak kedua harus dibayar mahal. Tanpa gelandang milik Madura United itu, Timnas Indonesia kehilangan sentuhan dan kerap gagal membangun serangan.
Tak ada yang mencoba untuk sigap menghentikan serangan yang dibangun lini tengah Malaysia. Rizky Pellu yang menjadi pengganti, gagal meredam pergerakan pemain Malaysia yang mendominasi penguasaan bola.
Padahal, selama babak pertama, Zulfiandi tampil sangat efektif di lini tengah. Dia mampu menahan bola dan mengatur tempo permainan.
Di sisi lain, dua gelandang lainnya, Evan Dimas dan Stefano Lilipaly, tidak menunjukkan performa terbaiknya. Selain sering kehilangan bola, keduanya juga gagal menciptakan kreasi serangan untuk lini depan.
Pertahanan Rapuh
Pemain belakang Timnas Indonesia sering melakukan back pass yang tidak perlu. Pertama, kiper Andritany Ardhiyasa mengumpan tendangan gawang yang dibalas sundulan balik oleh Hansamu Yama pada menit ke-22. Hal ini sempat dipermasalahkan oleh wasit.
Babak kedua juga demikian. Pemain belakang kerap mengirim umpan kepada Andritany, yang sangat membahayakan. Beruntung, pemain Malaysia yang berada di dekatnya tak mampu merebut bola.
Lebih dari itu, lini pertahanan Timnas Indonesia sangat kacau. Andritany tampil buruk mengantisipasi serangan Malaysia.
Gol pertama Malaysia yang dicetak Sumareh juga lahir akibat tidak ada pemain yang menghadangnya. Demikian halnya Syafiq, yang mencetak gol kedua.
Tak ada yang berusaha menghentikannya saat datang dari belakang dan melakukan sundulan mematikan setelah menerima umpan silang. Andritany juga tak berinisiatif mengamankan bola dengan berduel udara.
Barisan Depan Lumpuh
Penampilan trisula lini depan Timnas Indonesia sempat mengesankan pada babak pertama. Saddil Ramdani dan Andik Vermansah yang menjadi pemain sayap, mampu mengandalkan kemampuannya dan menyumbang assist.
Beto juga menunjukkan kelasnya lewat torehan gol. Penempatan bola yang apik lahir berkat kualitasnya sebagai striker yang mampu membaca celah lawan.
Namun, Beto tidak bisa berbuat banyak pada babak kedua. Dia dibuat tidak berdaya dengan mendapat pengawaan ketat dari pemain belakang lawan. Selain itu, tak ada lagi kiriman bola ciamik seperti babak kedua.
Pemain Indonesia juga kebingungan saat melakukan serangan dan berhasil masuk pertahanan Malaysia. Dalam situasi bertahan, Malaysia mampu memberi tekanan dan merebut bola dalam penguasaan Timnas Indonesia.
Tak Ada Penjagaan untuk Sumareh
Nama Mohamadou Sumareh sudah menjadi catatan buat Indonesia. Pemain naturalisasi asal Gambia milik Malaysia ini sudah ditandai sebagai sosok yang membahayakan.
Sumareh tak masuk starting eleven. Dia masuk pada menit ke-35. Tetapi, tak sampai semenit bermain, pemain berusia 25 tahun itu langsung membobol gawang Timnas Indonesia. Sumareh, yang menerima umpan terobosan, mampu lepas dari penjagaan pemain Timnas Indonesia.
Gol kedua yang menjadi penetu kemenangan Malaysia pun begitu. Sumareh yang berada di kotak penalti Timnas Indonesia mampu memanfaatkan umpan tarik Matthew Davies, meski dikawal pemain belakang Timnas Indonesia.
Tim Garuda tidak berusaha mengawal pergerakan Sumareh yang kerap membahayakan. Alhasil, dia bergerak bebas dan menjadi mimpi buruk buat tim tuan rumah Indonesia di hadapan suporter sendiri.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Aditya Wany/Editor Aning Jati
Published: 6 September 2019
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 17 Mei 2026 09:55Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 17 Mei 2026 23:23Nonton Live Streaming Liga Spanyol: Barcelona vs Real Betis
-
Liga Spanyol 17 Mei 2026 22:59Kick-off Jam Berapa dan Tayang di Mana Sevilla vs Real Madrid?
-
Liga Italia 17 Mei 2026 22:33Man of the Match Inter Milan vs Hellas Verona: Henrikh Mkhitaryan
-
Liga Inggris 17 Mei 2026 22:33Cair! MU Dapat Transferan dari Napoli Senilai Rp900 Milyar
-
Liga Spanyol 17 Mei 2026 22:26Live Streaming Siaran Langsung Sevilla vs Real Madrid Hari Ini
-
Liga Italia 17 Mei 2026 22:06Hasil Inter vs Verona: Gol Telat Buyarkan Kemenangan Nerazzurri
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 17 Mei 2026 09:55Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
SOROT
-
Liputan6 17 Mei 2026 23:17Hasil Akhir MotoGP Catalunya 2026 usai 6 Pembalap Kena Penalti
-
Liputan6 17 Mei 2026 22:00Hasil Inter vs Verona: Gol Telat Rusak Pesta I Nerazzurri
-
Liputan6 17 Mei 2026 21:16Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh Arab Saudi
MOST VIEWED
John Herdman Coba Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Jepang di Laga Pertama Piala Asia 2027: Demi Lolos ke Piala Dunia 2030
Mitchell Baker dan Luke Vickery Diklaim Masuk Proyeksi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 dan Piala Asia 2027
Cerita John Herdman Pernah Kalahkan Jepang dan Qatar saat Masih Latih Kanada, Bisa Diulangi di Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?
John Herdman Beberkan Rencana Besar Timnas Indonesia, Identitas Baru Sedang Dibentuk Menuju Piala Asia 2027
HIGHLIGHT
Inter Salip MU dan Liverpool! Ini Daftar Klub deng...
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musi...
Trio Ganas Bayern Munchen Tembus 100 Gol, Ini 10 L...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/6098845/original/093083600_1778984889-joan_mir.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494396/original/075635000_1770286440-Alex_Marquez.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5400376/original/005878400_1762089641-000_82RD6BN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6144550/original/007047600_1779027380-SnapInsta.to_696519208_18596135200052237_3002501593111055450_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5667802/original/083407900_1778384639-IMG_1222.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565442/original/098165100_1777023858-000_A47T3VN.jpg)
